728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 18 Mei 2017

    Salut, 5 Pesan Ahok Dari Penjara Untuk Djarot Buktikan Dia Masih Peduli Pada Jakarta

    Sudah lewat seminggu sejak Ahok diputus bersalah dan menghuni rutan Cipinang dan kemudian dipindahkan ke mako Brimob. Seharusnya kalau mau, Ahok tak usah pedulikan lagi Jakarta. Toh setelah bebas nanti, dirinya tak lagi berstatus sebagai gubernur. Lagipula jabatan gubernur sudah digantikan Djarot selaku pelaksana tugas. Untuk apa lagi capek-capek mikirin Jakarta, banyak yang memusuhi, sekitar 57 persen warga tidak menginginkan dirinya menjadi gubernur. Dengan ini semua, wajar saja jika orang jadi malas, peduli amat dengan itu semua, toh semua kerja keras dan dedikasi tidak pernah dihargai. Hasil kerja selama 3 tahun harus dibayar dengan 2 tahun penjara karena kasus yang aneh, hasil paksaan dan gerombolan sumbu pendek yang ketuanya sedang kocar-kacir keluar negeri tak mau balik.

    Tapi Ahok lagi-lagi membuat sebuah perbedaan yang rasanya sulit ditemui pejabat mana pun. Bahkan ketika sudah di penjara, Ahok masih sempat memikirkan Jakarta. Meski sudah menjadi tahanan, dia masih saja merasa bertanggung jawab untuk membangun Jakarta. Salut bin respek untuk dia.

    Selasa kemarin, Ahok menggelar rapat di salah satu ruangan Mako Brimob, dengan sejumlah pejabat DKI Jakarta yang dipimpin oleh Djarot. Pada rapat tersebut, Ahok menitipkan 5 pesan terkait program Jakarta saat ini.

    Yang pertama adalah pembangunan Cagar Budaya Mbah Priuk. Ahok dulu pernah berjanji untuk membangun kompleks makam Mbah Pruik menjadi lebih bagus untuk dikunjungi, kala mengunjungi dan bertemu dengan Habib Sting. Ahok berpesan pada Djarot agar janjinya itu ditunaikan sebelum Oktober 2017.

    Yang kedua adalah program bedah rumah yang sudah direalisasikan beberapa waktu lalu. Ahok ingin agar Djarot merealisasikan program bedah rumah dengan terus memberikan pelatihan bagi pasukan pelangi, yaitu pasukan gabungan yang terdiri pasukan oranye (PPSU), pasukan kuning (Bima Marga) dan pasukan biru (Dinas Tata Air).
    Sebetulnya, bedah rumah ini urusannya pasukan merah yang baru akan dibentuk. Namun dalam realisasinya dibangun dengan bantuan pasukan yang lain.

    Yang ketiga adalah seragam untuk pengelola RPTRA, yang nantinya akan menjadi pasukan sendiri bernama pasukan pink. Selain itu Ahok juga mengusulkan agar pengelola RPTRA dikasih seragam karena berhubungan dengan ibu anak dan sebagainya.

    Yang keempat terkait dengan perayaan HUT DKI, yang pada awalnya akan diadakan di RPTRA Kalijodo, tapi Djarot memutuskan memindahkan lokasi ke Waduk Pluit setelah mempertimbangkan berbagai faktor. Selain itu Djarot mengenukakan alasan lain yaitu karena di Kalijodo rumput baru saja ditanam, sehingga takut rusak. Kemudian tempat parkir tidak begitu memadai, sehaingga dikhawatirkan akan menyebabkan kemacetan.

    Pesan terakhir untuk Djarot adalah Ahok meminta Djarot pindah ke rumah dinas. Beberapa waktu lalu Ahok sempat meminta agar Djarot segera pindah ke rumah dinas Gubernur DKI Jakarta di dekat Taman Suropati selama menjabat Plt Gubernur DKI, agar koordinasi dan kerjanya lebih maksimal daripada di rumah dinas Wakil Gubernur di Kuningan. Dan menindaklanjuti permintaan Ahok, Djarot pun menyanggupi dan sudah pindah ke rumah dinas.

    Ahok didemo habis-habisan, dihujat, dihina dan tidak diinginkan oleh sebagian warga Jakarta. Tapi dia tetap masih memikirkan Jakarta tanpa mempedulikan mereka yang membencinya. Kurang baik apa Pak Ahok? Bagi yang merasa sumbu pendek, lebih terhormat mana antara Ahok yang jantan hadapi kasus hukumnya dan tetap memikirkan warga Jakarta meski sudah di penjara, atau pemimpin satunya yang konon menggerakkan 7 juta massa (entah dari mana datangnya angka itu) tapi lari dari kasus yang dihadapinya? Melarikan diri dengan alasan kriminalisasi dan rekayasa, Ahok juga sama juga tuh. Yang satu tidak takut, yang satunya sok berani padahal nyali ciut. Beginikah idola para gerombolan sumbu pendek? Sungguh lucu.

    Apa yang dilakukan oleh Ahok ini semakin membuka mata kita akan pemimpin seperti apa Ahok ini. Memang Pak Ahok tidak henti-hentinya membuat kekaguman pada orang. Bahkan meski di penjara pun, dia tetap bisa menunjukkan nilai-nilai kepemimpinan yang saat ini sulit diterapkan kebanyakan pejabat, apalagi pejabat yang kerjanya cuma urusi perut dan kepentingannya. Bukan hanya saat menjabat, saat di penjara, dia tetap bisa membuat kita terpukau meski gerak dan kerjanya bisa dikatakan terhenti.

    Memang benar apa yang dikatakan beberapa orang bahwa berlian tetaplah berlian. Meski dilempar ke tempat sampah atau lumpur, berlian tidak akan berkurang nilainya. Berlian adalah berlian di mana pun itu berada. Pak Ahok adalah salah satu contohnya. Hasil kerja dan proses kehidupan yang dijalaninya telah secara tidak langsung memoles dirinya menjadi berlian. Tidak heran jika saat bebas nanti, Pak Ahok akan semakin menunjukkan kilaunya sebagai berlian.

    Bagaimana menurut Anda?


    Penulis : XHardy    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Salut, 5 Pesan Ahok Dari Penjara Untuk Djarot Buktikan Dia Masih Peduli Pada Jakarta Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top