728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 23 Mei 2017

    Saat Sang ‘Singa’ Menjadi ‘Kancil"

    Siapa yang tidak kenal dengan Habib Rizieq Shihab? Ya, dialah pemimpin ormas FPI, nama yang belakangan ini menjadi trending topic seantero negeri ini. Namun kita tahu bahwa ketenaran tersebut bukan berkat prestasi yang dia torehkan, melainkan dari tindakan-tindakan kontroversial yang telah banyak dia torehkan di Negara ini.

    Mungkin kita sudah sama-sama melihat dan mengetahui bagaimana kiprah dari Rizieq ini, orasi yang selalu membara, menggebu-gebu bagaikan lahar panas gunung merapi, berbagai ujaran-ujaran kebencian dan penistaan, serta selalu menjadi garda terdepan di atas mobil komando dengan suara khas ‘serak-serak basah’ yang dimilikinya. Tanpa kenal takut, tanpa kenal lelah sangar bagaikan ‘Singa’ merongrong dengan puluhan ribu massanya.

    Ya, istilah Singa sebagai ‘penguasa’ yang tidak kenal takut dan bernyali serta kuat tentu menjadi istilah yang cocok disematkan kepadanya, dengan nyali yang tak tertandingi dia dapat selalu menghina, menista, menginjak harkat dan martabat orang lain bahkan Pancasila sebagai dasar Negara dengan suara yang lantang dan keras.

    Sepak terjangnya yang selalu menyebarkan kebencian, ingin menjadikan Negara yang terbentuk dari keberagaman ini menjadi Negara yang diinginkannya, lambat tapi pasti Negara ini mulai dijajahnya dengan berbalutkan pembelaan terhadap agama melalui ormas yang dipimpinnya. Inikah yang dinamakan ‘membela agama’? Sudah banyak juga yang menolak dirinya hadir dibeberapa daerah dan menyerukan terhadap pembubaran ormas-ormas radikal yang mengancam kesatuan Pancasila, namun sampai saat ini baru ada satu ormas yang sudah dibekukan oleh pemerintah dan menunggu hasil putusan pengadilan.

    Doktrin-doktrin yang menyesatkan pun selalu ditanamkan Rizieq dalam pikiran generasi muda penerus bangsa, dengan label membela agama pasti masuk surga. Namun pantaskah semua itu dilakukan dengan merugikan banyak pihak? Dia tentu tidak peduli dengan itu, entah apa dasar Rizieq menghalalkan kekerasan, anarkisme, dan sikap intoleran kepada seluruh pengikutnya. Padahal tentunya kita semua setuju kalau seluruh agama pastilah mengajarkan kebaikan dan kedamaian.

    Jika kita memandang dari sisi keagamaan, bukan tidak mungkin deretan perbuatan yang dilakukan Rizieq ini kebanyakan hal yang dilarang oleh agama. Kita juga tentu berharap agar apa yang selama ini dia ucapkan dapat dipertanggungjawabkan jika dia yang melakukan kesalahan tersebut. Deretan kasus hukum menantinya pulang dari tanah suci, namun entah sampai kapan kita dibuatnya ‘menanti’. 😀

    Sang Kancil yang Licik dan Cepat

    Galau, tentu itu yang dirasakan Polri saat ini, bagaimana tidak, saat deretan kasus hukum yang menanti Rizieq Shihab mulai mendapatkan perhatian dari seluruh khalayak di Negara ini, pihak Polri mulai ‘kelabakan’, pasalnya Rizieq yang selama ini selalu tampil dengan gagahnya kini menghilang bagaikan ‘ditelan’ bumi. Saat ini Polri tengah menggandeng Interpol yang notabene memiliki 199 negara anggota untuk mencari seorang Rizieq.

    Liciknya Rizieq saat ini bagaikan Kancil yang takut akan kesalahannya, betapa tidak, licik yang dimaksud adalah saat dirinya gencar menyuarakan keadilan dan harus taat kepada hukum di Indonesia malah ‘cicing’ seperti kata orang Medan yang artinya bergegas menghilangkan jejak. Mirisnya lagi, kabarnya dia malah mengundang Komisi HAM PBB untuk meminta perlindungan terhadap dirinya dari hukum yang menanti dan dianggapnya telah dipolitisasi oleh pihak-pihak tertentu.

    Bah, ai maccam mana pulak itu? (logat orang Medan) Dia yang selama ini menyuarakan dan menyerukan agar Basuki T Purnama (Ahok) untuk mematuhi segala hukum yang berlaku, malah menjadi timbal balik dari Ahok yang selalu hadir dan taat kepada segala sistem hukum di Indonesia. Lantas apa sih arti dia selama ini menyerukan itu? Bukankah seharusnya dia menajadi suri tauladan kepada para pengikutnya yang selama ini menyerukan segala bentuk keadilan dan kepatuhan hukum? Jadi dimana Rizieq, kok belum pulang-pulang?

    Saya rasa sebagai salah satu masyarakat Indonesia, saya berhak untuk menyuarakan dan menuntut agar Rizieq harus mengikuti segala bentuk peradilan di Negara ini, karna semua orang di mata hukum Negara Indonesia adalah sama. Rizieq tidak berhak menginjak-injak hukum di Negara ini dan mendapatkan keistimewaan, agar tercipta hukum yang adil dan menjadi efek jera bagi para pelanggarnya.

    Penulis :  Trendy Bryan Purba.   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Saat Sang ‘Singa’ Menjadi ‘Kancil" Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top