728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 30 Mei 2017

    Rizieq Tersangka Kasus Chat Seks, FPI Harus Berhenti Sweeping. Anies-Sandi, Prabowo dan Eep Harus Melakukan Ini Demi Menjaga Kesucian Ramadhan

    Akhirnya setelah melalui proses yang sangat panjang, imam besar tuan raja kanjeng Habieb Rizieq resmi menjadi tersangka kasus chat seks yang melibatkan muridnya sendiri yang bernama Firza Husein. Kasus ini pun sempat bergulir lama, karena Rizieq Shihab sendiri tidak pernah kooperatif dalam menghadapi kasus ini. Melarikan diri ke Mekkah dengan dalih umroh, kemudian melarikan diri ke Malaysia dengan dalih menempuh gelar doctor dan lain-lain. Dari pihak Firza sendiri awalnya bungkam dengan kasus ini, kemudian mengakui bahwa personal dalam chat adalah dirinya namun kemudian menarik kembali ucapannya dan mengatakan bahwa dia ditekan oleh pihak kepolisian. Apapun itu yang jelas sekarang Habieb Rizieq Shihab dan Firza Husein diresmikan menjadi tersangka kasus chat seks.

    Melihat situasi ini saya berharap agar semua pihak menerima keputusan ini dengan kepala dingin, baik itu pihak yang bersebrangan dengan Rizieq maupun pihak yang menjadikan Rizieq Shihab sebagai junjungan karena dikawatirkan akan terjadi kembali demo-demo, gesekan, bentrokan yang sama sekali tidak perlu terjadi. Karena gesekan-gesekan tersebut hanya akan menjadikan waktu negara ini terbuang sia-sia, yang ada dana negara malah terkuras untuk kasus-kasus yang berpotensi menjadikan keamanan nasional sedikit bermasalah.

    Berhenti Sweeping

    Saya pribadi muslim, saya secara “garis besar” memiliki beberapa pandangan yang sama dengan FPI. Sebut saja penutupan atau penanggulangan tempat-tempat prostitusi, tempat maksiat, tempat miras dan selainnya. Bukan berarti saya sepakat secara penuh terhadap FPI.

    Saya memandang masalah ini secara makro dari sisi segi manfaat dan dari sisi kemanusiaan, tanpa memasukkan nilai-nilai keislaman pun sudah sewajarnya kita semua berperang dengan prostitusi, tempat-tempat maksiat, narkoba, miras dan sejenisnya. Kenapa? Karena kita ketahui semua hal-hal di atas sama sekali tidak membawa manfaat, yang ada hanyalah membawa masalah yang begitu banyak bagi manusia. Prostitusi berdampak pada penyakit mematikan dan menular, belum lagi efek sosial bagi anak-anak dan masyarakat sekitar. Narkoba dan miras setidaknya akan merusak anak bangsa jika tidak dikontrol peredarannya. Begitu juga dengan keberadaan-keberadaan tempat-tempat maksiat yang sangat rawan terjadi transaksi narkoba, transaksi seks, transaksi miras dan yang selainnya.

    Bangsa yang baik pasti memerangi hal-hal di atas. Di sana letak kesamaan saya dengan FPI, namun ada satu masalah substansi yang membuat saya benar-benar tidak sepakat dengan FPI. Yakni masalah teknis atau praktik lapangan dalam menanggulangi masalah-masalah yang ada. Sweeping seenaknya sendiri, main hakim sendiri, aturan dibuat sendiri. Hal ini bukan merupakan sebuah cerminan negara hukum. Negara hukum memiliki aturan main, negara hukum memiliki aturan-aturan tertentu yang tidak bisa seenaknya dipermainkan oleh warga negara salah satunya ormas FPI.

    Saya berharap di bulan suci ramadhan ini, dengan dijadikannya Rizieq Shihab sebagai tersangka kasus chat seks setidaknya melemahkan posisi FPI sehingga menghapuskan atau setidaknya mengurangi atau menekan gerakan-gerakan FPI yang suka sweeping dan main hakim sendiri sesuai kemauannya sendiri. Bukan malah menggoreng masalah ini menjadi besar dan berpotensi demo berjilid dilakukan kembali.

    Anies-Sandi, Prabowo dan Eep harus menyatukan umat

    Anies-Sandi merupakan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Propinsi Jakarta periode 2017-2022, Prabowo sendiri merupakan Capres yang diusung Gerindra pada tahun 2019. Sedangkan Eep merupakan tim pemenangan Anies-Sandi dalam Pilkada DKI tahun 2017.

    Diakui atau tidak, dunia sudah mengetahui bahwa Pilkada DKI kemarin merupakan Pilkada terpanas yang pernah terjadi di negeri ini setelah reformasi. Pilkada yang melibatkan FPI untuk masuk dalam 1 gerbong calon pasangan Gubernur-Wakil  Gubernur. Kehadiran FPI ini akhirnya berimplikasi kepada politisasi masjid, spanduk penolakan jenazah kepada pendukung “Ahok” bertebaran dimana-mana, demo berjilid dilakukan begitu massif kepada Ahok. Mau mengaku atau tidak, setidaknya Anies-Sandi-Prabowo dan Eep berada didalam satu gerbong dengan mereka.

    Anies-Sandi, Prabowo dan Eep setidaknya sudah merobek sendi-sendi demokrasi, dan bagi saya pribadi mereka juga ikut mencoreng Islam itu sendiri. Karena islam itu seharusnya digunakan dalam berpolitik yang baik, politik yang beretika, politik yang menjunjung tinggi aturan main yang ada. Bukan melakukan fitnah, ancaman, intimidasi demi kepentingan.
    Kubu Anies-Sandi berkali-kali mengatakan sudah saatnya masyarakat melupakan Pilkada, kembali beraktifitas dan memikirkan kepentingan Jakarta secara makro. Mereka berkali-kali mengungkapkan betapa pentingnya rekonsiliasi.

    Rasanya sangat susah menyatukan kembali apa yang sudah terjadi dengan segala kejadian didalam Pilkada DKI. Namun sekarang bulan suci ramadhan, ditambah lagi sang maestro Rizieq Shihab juga sudah tertangkap. Sudah saatnya Anies-Sandi, Prabowo dan Eep menata kembali sendi-sendi agama yang sudah mereka robek demi kepentingan. Tugas mereka menata kembali fungsi masjid sebagaimana mestinya, tugas mereka adalah menata kembali setelah gesekan-gesekan yang terjadi selama Pilkada DKI Jakarta dengan memanfaatkan moment bulan suci ramadhan. Setidaknya, saya sangat berharap mereka tidak lagi memanfaatkan percikan api untuk kemudian dimanfaatkan menjadi api permusuhan setelah ditetapkannya Rizieq sebagai tersangka. Saya berharap mereka mendinginkan semua yang tergabung dalam gerbongnya untuk menerima status tersangka Rizieq Shihab dan tidak menggorengnya kembali. Bulan suci ramadhan terlalu suci untuk dimanfaatkan demi kepentingan-kepentingan politik praktis

    Dan bagi kita, yang tidak tergabung dalam satu gerbong Anies-Sandi dan FPI. Mari kita memaafkan segala perilaku mereka selama Pilkada DKI berlangsung. Sudah saatnya di bulan suci ramadhan ini kita memupuk kebaikan dan melupakan permusuhan. Kita pupuk rasa persaudaraan kita baik itu ukhuwah islamiyah maupun ukhuwah insaniyah.

    Semoga bermanfaat.
    Terima kasih.

    #artiramadhan

    Penulis : Mukhlas Prima Wardani   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Rizieq Tersangka Kasus Chat Seks, FPI Harus Berhenti Sweeping. Anies-Sandi, Prabowo dan Eep Harus Melakukan Ini Demi Menjaga Kesucian Ramadhan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top