728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 22 Mei 2017

    Rizieq Shihab dan Penodaan Pancasila, Hukum Karma Tak Pernah Ingkar Janji

    Seperti yang telah kita ketahui bersama, Polda Jabar telah menetapkan status tersangka terhadap kasus Rizieq Shihab terkait penodaan Pancasila. Penetapan Rizieq sebagai tersangka berdasarkan hasil rangkaian gelar perkara tahap penyidikan yang dilakukan tim penyidik Ditreskrimum Polda Jabar.

    Rizieq Shihab telah melakukan penodaan terhadap lambang dan dasar negara Pancasila, serta menghina kehormatan martabat Sukarno selaku Proklamator kemerdekaan Indonesia dan Presiden pertama Indonesia.

    Penetapan status Rizieq Shihab menjadi tersangka untuk kasus penodaan terhadap Pancasila ini adalah bukti ketegasan Kepolisian yang telah bekerja secara profesional sesuai kaidah dan koridor hukum yang berlaku.

    Dalam hidup berbangsa dan bernegara, sejak kecil kita ditanamkan oleh orang tua dan guru di sekolah untuk menyakini Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila sendiri lahir dari kompromi para pendiri bangsa. Dari perspektif sejarah bangsa, Pancasila adalah kontrak mati yang telah disepakati oleh semua pihak.

    Terus muncul satu manusia yang bernama Rizieq Shihab yang tidak pernah merasakan perjuangan para pendahulu bangsa dengan darah dan air mata, lalu memaki-maki seenaknya bahwa Pancasila ada di pantat.

    Maksud dan tujuan Rizieq Shihab menghina Pancasila sudah jelas, yaitu untuk meracuni alam bawah sadar umat Islam untuk menolak Pancasila dan merubah negara ini jadi negara berbasis islam.

    Dipikirnya mudah mengganti ideologi negara, semudah menggerakan umat Islam garis keras yang fanatik buta terhadap agama dalam aksi berjilid-jilid dengan kedok bela Islam.

    Tindakan Rizieq Shihab yang ingin menyingkirkan dan mengubah ideologi Pancasila dengan ideologi agama Islam adalah gerakan radikalisme yang sangat mengganggu rasa aman kehidupan berbangsa dan bernegara, membuat masyarakat semakin terpolarisasi.

    Orang waras meyakini Pancasila dan demokrasi adalah jalan paling rasional di Indonesia. Dengan perangkat itulah rakyat bisa terjamin hak hidupnya dan akan lebih sejahtera. Untuk merawat Indonesia sebagai sebuah negara, perlu komitmen bersama menjunjung empat konsensus dasar. Yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

    Ditinjau dari pergerakan-pergerakan Rizieq Shihab yang berupaya meracuni alam bawah sadar umat Muslim di negeri ini dengan dalih perjuangan Islam telah menimbulkan kerusakan yang sangat parah dalam hubungan sosial antar umat beragama yang jika dibiarkan akan berpotensi perpecahan bangsa sehingga cita-citanya untuk menggulingkan Pancasila dapat tercapai.

    Perjuangan Rizieq menuju negara Islam yaitu dengan meracuni mindset rakyat jelata bahwa syariat Islam harus diberlakukan di negara ini untuk menyembuhkan berbagai borok bangsa.

    Gambaran saya soal radikalisme dan intoleransi untuk menciptakan negara agama berbasis syariat Islam sederhana saja. NKRI tidak mengenal sistem otoriter, monarki, ataupun Khilafah. Hukuman cambuk atas warga non-muslim di Aceh adalah bentuk nyata ketidakadilan dari diberlakukannya hukum syariat Islam di negeri ini.

    Sangat tidak adil bagi warga non-muslim diatur dengan menggunakan hukum yang bersumber dari syariat Islam. Jika kondisi sebaliknya, apakah mau warga muslim diberlakukan dengan hukum Kristen? Yang ada justru umpatan. Secara logika berpikir, ini adalah bentuk common sense sederhana sebagai kebenaran yang objektif.

    Namun Rizieq Shihab tidak mau tahu dengan hal itu, yang ada dalam benaknya yaitu bagaimana mengobok-obok bangsa ini sampai hukum Islam menjadi dasar negara Indonesia. Penodaan terhadap Pancasila adalah bukti sahih.

    Apakah kita akan menuju ke arah yang menjaga keutuhan bangsa ataukah bangsa ini akan tercabik-cabik? Apakah Pancasila sebagai warisan luhur dari para pendiri bangsa akan terus dipegang erat-erat untuk merawat bangsa ini dalam kebhinekaan atau dicampakkan sebagai barang bekas yang tidak berharga?

    Untuk membasmi manusia seperti Rizieq Shihab ini yang tidak berakal budi yang tujuan besarnya menggulingkan Pancasila dan menjadikan bangsa ini sebagai negara yang berbasis syariat Islam, yaitu melalui penegakan hukum.

    Makanya ada pepatah yang bilang kalau main air bisa basah, main api resikonya terbakar. Hukum sebab akibat ini tidak terbantahkan. Memaki Pancasila ada di pantat adalah bagian dari arus benturan politik kebencian, maka akibatnya penjara menanti.

    Kebenaran versi Rizieq Shihab itu hanya sebuah postulasi nilai yang dia bangun sendiri. Dengan kata lain, hanya merupakan penghayatan subjektif semata, sehingga yang timbul justru hanyalah sebuah keniscayaan dan kesia-siaan.

    Rizieq Shihab ini ibaratnya anggur yang kemasanya menarik, namun ketika diminum rasanya pahit dan membuat muntah. Makanya kelar hidupnya kini karena hukum karma tak pernah ingkar janji.

    Kura-kura begitu.




    Penulis :   Argo    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Rizieq Shihab dan Penodaan Pancasila, Hukum Karma Tak Pernah Ingkar Janji Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top