728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 19 Mei 2017

    Rizieq: Lambang Keonaran, Kemunafikan, Ketakutan dan Kemaksiatan

    Rizieq si Imam besar itu, konon katanya adalah seorang imam besar Indonesia yang menguasai ilmu agama dan Al-Qur’an di luar kepala. Konon katanya dia adalah keturunan Rasulullah Muhammad SAW makanya dipuja-puja sebagai habib, konon katanya dia adalah sosok yang kebal hukum, yang bisa melakukan apa saja tanpa ada siapapun yang berani menyalahkan apalagi menangkap untuk dipenjarakan.

    Begitu banyak massa yang mendukungnya, ribuan bahkan jutaan orang siap mati untuknya, ribuan bahkan jutaan orang siap melindunginya apapun yang akan terjadi. Hamba-hambanya berbondong-bondong dari daerah seluruh penjuru Jakarta, dari daerah lain, Negara lain bahkan dari alam lain sambil mengucap “sendiko gusti” maka titah sang Tuhan pun akan dilaksanakan dengan baik.
    Demo dimana-mana tidak menjadi masalah jika Rizieq yang memerintahkan, keonaran pun menjadi makanan sehari-hari, tindakan melanggar hukum dan mengganggu kepentingan umum sudah menjadi jalan hidup pemimpin, anggota serta seluruh jajaran di organisasinya. Begitu getol menolak pemimpin “professional” non muslim, begitu lantang menyuarakan dalil-dalil agama, begitu pongah dan angkuh seolah dia sendiri Tuhan dan kebal terhadap apapun di dunia ini.

    Keonaran

    Aksi apa yang belum dilakukan oleh FPI dan komplotan?
    Menolak pemerintahan yang sah? Menggugat gubernur yang sah serta membuat gubernur tandingan? Merongrong pemerintahan RI yang sah dengan upaya maker yang terstruktur secara dana dan aksi? Melakukan sweeping dimana-mana, ditempat umum yang ada sedikit hal yang menurut cara pandang subyektif mereka bahwa hal tersebut adalah “kemaksiatan”.
    Anggotanya bertebaran dimana-mana dan siap melakukan aksi-aksi taklid dan buta, jika sesuai cara pandang mereka ada sebuah event yang mengindikasikan sebuah kemaksiatan yang dilarang agama.

    Kemunafikan


    Kenapa Rasulullah Muhammad SAW disebut sebagai Al-Amin?
    Sebelum diutus sebagai Rasul, Rasulullah Muhammad merupakan cerminan pribadi yang sangat-sangat jujur dan amanah.
    Sebelum menjadi seorang Rasul banyak orang-orang Arab yang menitipkan barang-barang kepemilikan kepada Rasulullah Muhammad apabila mereka hendak bepergian ke luar rumah untuk urusan dagang ataupun yang lain.

    Meskipun sudah diutus Allah menjadi Rasul dan banyak kabilah Arab yang memusuhinya karena ajaran-ajaran Tauhid dan kebaikan yang disampaikannya, Rasulullah Muhammad tetap menerima permintaan barang-barang dari semua orang sekalipun dari orang yang memusuhinya.
    Oleh sebab itu diceritakan dalam sejarah bahwa sebelum Rasulullah Muhammad SAW hijrah dengan Abu Bakar As sidiq menuju Madinah Rasulullah sempat berpesan kepada Ali untuk tinggal dulu Mekkah untuk memberikan barang milik si fulan dan si fulan karena itu hak mereka.
    Apakah Rizieq ini jujur? Apakah Rizieq ini dapat dipercaya?
    Rizieq itu manusia munafik dan omong kosong, seharusnya dia benar-benar meniru pribadi Rasulullah Muhammad SAW, jika memang dia adalah pelaku chat seks maka dia harus berani untuk mengikuti proses hukum yang berlaku. Setidaknya dia harus menunjukan sikap yang gentle sebagai seorang imam besar, dia juga harus menjadi “uswatun khazanah” pemimpin yang member contoh baik itu bagi pengikutnya maupun non muslim (maaf tidak bermaksud SARA). Hal ini dimaksudkan agar para hamba-hambanya menjadi pribadi yang gentle karena pucuk pimpinannya pun seorang pribadi yang gentle. Dan bagi orang-orang non muslim setidaknya Rizieq harus memberi kesan bahwa Islam adalah agama yang baik, yang tidak munafik, yang mampu memberikan contoh bagi semua manusia karena Islam adalah agama Rahmatan Lil Alamin setidaknya itu yang saya yakini tanpa harus memaksakan ke semua orang.



    Ketakutan

    Selama proses hijrah dari Mekkah ke madinah, Rasulullah Muhammad pernah bersinggah ke Gua Tsur dimana di gua inilah terdapat keajaiban bagaimana Allah mengutus burung dan laba-laba untuk membuat sarang di mulut gua seolah-olah orang kafir Quraisy berpikir dan tidak mengetahui bahwa di dalam gua itu terdapat Muhammad dan Abu bakar yang sedang diincar dan dikejarnya.
    Semua orang kafir Quraisy sudah berada di mulut gua, Abu Bakar As Sidiq sudah begitu sangat ketakutan. Dan Rasul hanya mengucapkan “ La Takhaf” = Jangan takut. Allah bersama orang-orang yang benar, Allah bersama kita.
    Lihatlah pribadi Rasulullah Muhammad, di tengah ancaman pembunuhan dari orang-orang kafir Quraisy dia masih bisa sabar, dan menahan rasa takut serta percaya kepada Allah SWT.
    Tengok Rizieq?

    Dia tidak sedang ingin dihukum pancung, dia tidak sedang ingin diamuk massa 7 juta orang layaknya Ahok, dia juga tidak sedang ingin dipenjarakan 2 tahun layaknya Ahok.
    Tapi sebatas memenuhi panggilan pihak berwajib saja enggan dia lakukan. Apa namanya kalau bukan penakut

    Kemaksiaatan

    Banyak perdebatan dan penafsiran untuk urusan Poligami, karena di Al-Qur’an sendiripun terdapat beberapa ayat yang membahas tentang poligami. Bahkan Rasulullah Muhammad pun poligami. Saya bukan ulama bukan juga ahli tafsir sehingga saya tidak ingin menafsirkan hal itu, yang pasti Al-Qur’an dan Rasul sudah memberikan tata cara yang baik dan benar dalam berpoligami. Setidaknya itu bisa mengontrol tindak kemaksiaatan karena kita ketahui bersama bahwa jumlah populasi wanita di dunia selalu naik, sekarang hamper dua kali lipat dari jumlah laki-laki. Jadi saya bukan sepakat adanya poligami, tapi setidaknya saya mengamini bahwa poligami ini adalah salah satu solusi yang sudah dihadirkan oelh Allah SWT dan Rasul untuk mengatasi 1 permasalahan meskipun untuk manafsirkannya pun kita tidak terlepas dari tekstual dan kontekstual yang berhubungan dengan poligami.

    Tapi lihat ini si Rizieq? Sungguh sangat saya sayangkan orang yang meneriakkan hentikan kemaksiaatan, sweeping agenda yang berbau kemaksiatan tetapi dia sendiri melakukan tindak kemaksiatan yang bukan dengan istrinya. Tolong catat: bukan istrinya.
    Sudah sangat jelas ini adalah zinah, dan ini sangat bertengtangan dengan ajaran Islam.

    Susah selayaknya antar sesama muslim tidak boleh saling menghujat satu sama lain dan menghardik satu sama lain karena Allah pun melarangnya, saya tidak ingin menghujat dan menghardik Rizieq tapi sebatas meluruskan kepada hamba-hamba setianya seharusnya bagaimana muslim bersikap dan meluruskan kepada seluruh saudaraku non muslim bahwa masih banyak umat muslim yang waras dan berpikir bahwa mencapai hidup bersama adalah sebuah kebutuhan bersama yang keniscayaannya tidak terbantahkan

    Sudah selayaknya bagi yang muslim tidak pongah, tidak sombong, tidak sok benar, tidak mengganggu kepentingan suku dan agama lain karena hidup dami, bebas, demokrasi, tentram, tenang adalah menjadi kebutuhan bersama dan menjadi tugas bersama untuk menjaganya

    Semoga bermanfaat

    Terima kasih



    Penulis    :   Mukhlas Prima Wardani   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Rizieq: Lambang Keonaran, Kemunafikan, Ketakutan dan Kemaksiatan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top