728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 30 Mei 2017

    Rizieq Jadi Tersangka, Kedudukan 2-2, Pilpres 2019 Jadi Penentu Skor Kemenangan

    Entah kenapa, satu tahun belakangan ini, saya melihat permainan politik antara kubu Jokowi dengan kubu Prabowo seperti pertandingan sepak bola yang dipenuhi dengan gengsi. Saling mengincar kelemahan pertahanan lawan, mencuri-curi kesempatan, mengatur stategi dan kemudian melakukan serangan mematikan yang berujung sebuah gol.

    Kalau benar kita mengambarkan pemainan politik mereka seperti pertandingan sepak bola, beberapa hari yang lalu, kubu Jokowi tertinggal 2 – 1 dari kubu Prabowo. Tapi setelah Rizieq ditetap kan sebagai tersangka. Kedudukan berubah jadi seimbang, 2 – 2.

    Anies – Sandi menang Pilgub DKI Jakarta 2017 (Jokowi 0 – 1 Prabowo)

    Anies – Sandi yang berhasil menang di Pilgub DKI Jakarta 2017 memang mengejutkan banyak pihak mengingat pasangan urut nomor 3 ini bukan pasangan yang di unggulkan. Pengalaman memerintah kurang, prestasi tidak terlalu mentereng dan program kerja juga masih banyak yang membingungkan. Apalagi yang mereka hadapi adalah pasangan Ahok – Djarot, sang petahana yang memiliki segudang pengalaman dalam pemerintahan, prestasi yang dapat dibanggakan dan program kerja yang cukup meyakinkan.

    Tapi saat pertarungan di putaran kedua kemaren, Anies – Sandi berhasil unggul. Walau banyak yang menganggap Anies – Sandi menang karena SARA tapi itu tidak bisa merubah apa-apa. Faktanya Anies – Sandi dipilih sebagian besar warga Jakarta dan kemenangan mereka juga sah karena telah dinyatakan sendiri oleh KPUD Jakarta.

    Ibarat Anies – Sandi ini mencetak gol, tapi kita menganggap Anies – Sandi sebelumnya telah melakukan pelanggaran. Tapi wasit tetap menganggap gol dari Anies – Sandi itu sah. Jadi mau diapakan lagi, protes juga sia-sia. Toh keputusan wasit mutlak. Tidak bisa diganggu-gugat.

    Kemenangan Anies – Sandi ini tentu sangat menguntungkan Prabowo. Apalagi sebagian besar politikus kita beranggapan, siapa yang berhasil menguasai Jakarta, dia yang akan menang di pilpres selanjutnya. Apakah itu semua benar? Kita akan lihat sama-sama nantinya.

    HTI dibubarkan (Jokowi 1 – 1 Prabowo)

    Prabowo memang bukan bagian dari HTI, tapi bukan rahasia lagi kalau HTI adalah salah satu ormas yang menjadi pendukung Prabowo. Beberapa waktu yang lalu, HTI di bubarkan oleh pemerintah karena kegiatannya terindikasi kuat bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, sebagaimana diatur dalam UU Ormas.

    Pembubaran HTI ini adalah sinyal bahwa pemerintah tidak main-main dalam menghadapi ormas-ormas yang bisa menimbulkan benturan dalam masyarakat dan mengancam keutuhan NKRI. Bagi kaum bumi datar, apa yang dilakukan ini adalah bentuk balas dendam karena sebelumnya Ahok kalah di Pilgub DKI Jakarta.

    Sebenarnya tidak ada ajang balas-balas dendam. Semuanya sudah sesuai prosedur. Untuk kaum bumi datar, sudah terima saja kenyataan bahwa kubu Jokowi juga bisa mencetak gol dan menyamakan kedudukan.

    Ahok di penjara (Jokowi 1 – 2 Prabowo)

    Setelah berbulan-bulan menjalani sidang dalam kasus dugaan penistaan agama Islam, akhirnya keputusan untuk Ahok keluar juga. Ahok dinyatakan bersalah dan divonis 2 tahun penjara. Walau pun banyak orang melihat kejanggalan dalam vonis ini tapi tetap saja kita harus berbesar hati untuk menerima keputusan tersebut.

    Vonis ini tentu sangat menggembirakan kubu sebelah. Mereka sudah lama menunggu moment tersebut. Terbukti, mereka merayakannya layaknya seperti mencetak gol kedua untuk kubu Prabowo.

    Rizieq jadi tersangka (Jokowi 2 – 2 Prabowo)

    Kembali kubu Jokowi menyamakan skor lewat Rizieq. Kini Rizieq sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus chat sex dengan Firza Husein. Walaupun pendukung Rizieq teriak-teriak bahwa chat itu fitnah, kasus ini rekayasa tapi kenyataan berkata lain.

    Ini sama saja dengan mereka yang masih antusias merayakan gol kedua untuk kubu Probowo tapi setelah wasit meniupkan peluit tanda permainan berlanjut, tiba-tiba saja kubu Jokowi langsung mencetak gol dari tendangan jarak jauh, memanfaatkan kelengahan pertahanan lawan yang masih dibalut kegembiraan. Terus kemudian mereka teriak-teriak bahwa gol tersebut tidak sah karena sebelumnya mereka belum siap siaga. Bukan siap siaga dalam permainan tapi tidak siap dalam menerima kenyataan.

    ***

    Pertandingan masih panjang. Masih banyak moment-moment yang akan terjadi dan sayang untuk kita lewatkan. Kalau kedudukan tetap seimbang kayak sekarang, pilpres 2019 nanti bisa diibaratkan finalti yang akan menjadi penentu skor kemenangan. Entah Prabowo yang akan menang dan mengukir sejarah. Atau Jokowi yang akan menang dan mempertahankan gelar juara sebelumnya.

    Ini hanyalah opini semata. Tidak bermaksud membenturkan kubu Jokowi dengan kubu Prabowo. Dari kaca mata anak desa, saya melihat rentetan kejadian beberapa waktu belakangan ini seperti layaknya pertandingan sepak bola yang susul menyusul menciptakan “gol”.

    Begitulah kura-kura.


    Penulis :    Muhammad Hatim   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Rizieq Jadi Tersangka, Kedudukan 2-2, Pilpres 2019 Jadi Penentu Skor Kemenangan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top