728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 20 Mei 2017

    Rizieq Hanyalah Pion Kelompok Titik-Titik?

    Kasus “Balada Cinta Rizieq” akhirnya memasuki babak baru. Apakah benar itu hanya fitnah semata yang ditujukan pada Imam Besar FPI atau memang skandal tidak senonoh paling heboh tahun ini benar adanya. Dianggap paling heboh karena melibatkan pemeran utama pria yang selama ini oleh pengikutnya dianggap orang suci jauh dari segala tindakan dosa dan maksiat menurut agama.

    Setelah memakan waktu cukup lama pihak kepolisian melakukan pemeriksan saksi dan diakhiri gelar perkara,  mengumumkan pemeran utama wanita, Firza Husein, ditetapkan sebagai tersangka. Dua alat bukti dan keterangan ahli sebagai dasar menetapkan tersangka sudah dikantongi. Selain pengakuan kak Emma yang juga telah membenarkan isi curhat Firza kepadanya.

    Polisi juga telah meminta keterangan dari saksi ahli pidana dan ahli telematika. Tidak terkecuali saksi ahli pengenalan wajah (face recognition) dari Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (Inafis) Polri. Hasilnya, foto perempuan tanpa busana dalam percakapan itu adalah Firza Hussein dan itu bukan rekayasa.

    Wanita yang disebut sebagai ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana ini dijerat dengan pasal 4 ayat 1 juncto pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto pasal 32 dan atau pasal 8 juncto pasal 34 UU RI No 44 tahun 2008 tentang pornografi. Ancaman hukuman juga tidak main-main karena di atas 5 tahun.

    Walaupun keesokan harinya kak Emma membantah isi curhat Firza, ini hanya seperti Miryam dalam kasus E-KTP yang mencabut BAP. Nanti di persidangan semua akan terbukti kebenarannya. Apakah pengakuannya sewaktu di periksa oleh penyidik ada tekanan dan pemaksaan untuk mengamini video curhat tersebut. Tentunya pihak Kepolisian memiliki rekaman cctv yang akan menunjukkan kondisi sewaktu pemeriksaan.

    Lantas bagaimana dengan sang pemeran utama pria dalam kasus ini?

    Sementara status Rizieq Shihab masih menjadi saksi. Namun sayangnya tidak mempertontonkan sikap kooperatif untuk menjalani pemeriksaan agar kasus ini cepat tuntas. Berbagai alasan dari teror, kasusnya direkayasa dan kriminalisasi akhirnya memilih kabur ke Saudi Arab berdalih melakukan umroh. Beda jauh dengan sikap yang ditunjukkan oleh Ahok yang disebut sebagai kutil babi. Dari pemeriksaan, menjalani sidang hingga dijatuhi vonis hukuman penjara 2 tahun tidak pernah absen hadir.

    Rizieq yang selalu berteriak dalam setiap ceramahnya dan memimpin demo menuntut keadilan serta proses hukum ditegakkan, malah mangkir tidak mematuhi proses hukum terkait kasusnya yang sedang berjalan. Menyedihkan.

    Selain menarik dan sekaligus menggelikan mengikuti sepak terjang Rizieq ini, sebetulnya ada kejadian yang tidak kalah seksi untuk diamati. Isi video curhat Firza pada kak Emma. Dengan asumsi bahwa video curhat ini benar adanya seperti yang diklaim Kepolisian, terlihat adanya teror yang ditujukan pada Rizieq hingga membuatnya stress. Bukan teror dari sniper yang membidik sasaran tidak bergerak dan katanya berada di ruang shalat tapi luput. Ini sniper atau tukang bedil manuk…

    Untuk membahas ke-seksi-an dari curhatan Firza pada kak Emma tersebut, terpaksa saya kutipkan utuh agar tidak dianggap memlintir berita seperti yang sering dipraktekkan oleh kaum bumi datar.

    Tadi malam saya habis gempur habib, bom bardier, haa.. Gua hajar bener-bener tadi malem, dari kemarin kak,

    minta-minta ampun dia, oh saya bilang habib sudah keterlaluan batas yaa saya bilang,
    udah kelewatan saya cukup sabar yaa,

    Jangan coba-coba mainin saya, saya bilang, ya saya sudah punya firasat tidak enak saya bilang, habib tidak jelas,

    Ooo saya.. dia kagetkan, lho Firza… Firza berarti bohong, Firza tidak, Firza tidak hapus chat, oh tidak saya hapus Bib,

    Saya tidak mau sakit sendiri, saya gituin, ada dia janji mau nikah, dia janji mau nikah ada semua kak, saya kirim ke dia,

    Stress dia kak ema, tolong Firza tolong, sudah saya tidak mau berjuang saya suruh orang lain saja mimpin, eh saya bilang saya tidak ada punya niat yah, saya tidak punya niat untuk memberi habib sakit atau apa, tapi saya pengin ini murni

    jangan di campur aduk cinta saya sama habib dengan yang lain, saya bilang begitu

    jangan coba-coba saya bilang ampun firza, ah ga jelas juga itu, ga jelas juga, kalo Habib Rizieq ngomong ngasih kode ke saya boleh,

    tapi kalo dia yang ngomong itu pinter-pinter dia kali kak Ema, tentu Habib Rizieq oke,

    Tapi kak Ema saya kasih kena bagiannya, dari kemarin sampe tadi subuh dia WA, iya Firza semoga firza sejuk hatinya, O coba begitu,

    saya bilang, bib, saya berbuat seperti ini karena perbuatan habib sendiri, nah habib merasa di teror, di ancam, di tekan karena perbuatan habib sendiri

    tapi saya ini cukup sabar bib, habib punya kelakuan sudah keterlaluan batas sayang bilang, saya dianggap apa?

    jangan bib, eh bib saya bilang, pemimpin bisa tumbang karena wanita, saya gituin, perrtama dia ngamuk-ngamuk kan,

    Firza mau ini saya ini-ini, awalnya dia ngamuk kak Ema, saya lawan saya ga peduli, Firza saya stress, saya ngedrop, eh saya lebih stress saya lebih ngedrop,
    saya lawan kak ema, Firza saya hampir gila gara-gara masalah ini,

    Saya lebih gila bib, teman-teman saya semua menegur saya, saya tidak pernah berkelakuan seperti ini, saya bilang begitu sampai kaki saya jait,

    habib sudah kelewatan batas sama saya ya, perbuatan habib sudah keterlaluan, saya gituin kak ema,

    Jangan di campur aduk hubungan percintaan saya dengan habib dengan urusan politik tahta harta, macem-macem saya ngomong gitu ka ema,

    Ngamuk saya gak tau kenapa, masuk Jin kali, ngamuk, iya kak ema

    terus saya bilang gini, eh habib selama ini saya mau tanya sama habib, habib kan punya mata, habib liat apa yang selama ini saya bawa Ratna dan Ahmad Dhani ke habib supaya semua jadi baik, semua jadi baik bersatu, saya ikut arahan habib, ikut kegiatan MPI, Diklat, pengajian, ini itu ikut,

    Habib suruh saya deketin bidadari satu yang tidak pernah saya lakukan seumur hidup, saya lakukan, gila, saya gituin, ngamuk saya kak ema,

    akhirnya minta ampun, minta maaf, minta ampun, tolong firza, tolong minta ampun.

    sampai dia mau mundur, tidak mau lagi pimpin aksi, kak ema bayangin, saya bilang, saya tidak ada niat ya, meneror mengancam ataupun menekan, saya tidak ingin habib sakit,
    tapi perbuatan habib yang buat saya seperti ini, jangan habib pikir saya perempuan sembarangan, saya bisa berteriak.

    Kenapa kalimat yang dicetak tebal saya anggap sangat menarik untuk dibahas. Disitu terlihat ada ungkapan dari Firza bahwa selain Rizieq stress, tapi ada menyebutkan  “sudah saya tidak mau berjuang saya suruh orang lain saja mimpin”. Ditambah di paragraf berikutnya yang semakin memperjelas pernyataan tersebut, sampai dia mau mundur, tidak mau lagi pimpin aksi, kak ema bayangin.

    Dari rangkaian kalimat diatas kita pun bisa berpikir bahwa aksi-aksi demo yang selama ini dipimpinnya menjelaskan bahwa itu bukan inisiatif pribadi Rizieq Shihab. Logikanya sederhana saja, bila memang itu atas kehendak sendiri, apapun peristiwa yang dialami tidak akan menyurutkan perjuangan menuntut kebenaran seperti yang diyakininya. Ini masalah prinsip seseorang yang murni berjuang menuntut keadilan dan merasa agamanya dinista oleh Ahok.

    Namun menjadi lain masalahnya bila itu hanya orderan dari pihak-pihak tertentu saja. Merasa diteror lalu gembos dan kemudian balik mengancam tidak akan memimpin aksi lagi bila Firza masih menuntut yang tidak-tidak misalnya untuk dinikahi. Dari rangkaian kalimat-kalimat tersebut selanjutnya bisa disimpulkan Rizieq ini hanya pion untuk tujuan kelompok tertentu dengan menggunakan kasus Ahok sebagai alat memuluskan jalan.

    Hal ini diperkuat lagi dari pernyataan Firza,” Jangan di campur aduk hubungan percintaan saya dengan habib dengan urusan politik tahta harta”. Semakin memperjelas bahwa demo-demo yang dipimpin oleh Rizieq selama ini motifnya tidak jauh dari politik, harta dan tahta. Rizieq termasuk salah satu dalam lingkaran didalamnya.

    Ketidakhadiran Rizieq dalam pemeriksaan sebagai saksi dan oleh pengacaranya dianggap sebagai protes perlawanan ketidakadlan kasus-kasus yang menjeratnya, sebenarnya ini bisa disiasati untuk memaksa dia datang.

    Kalaupun pihak Kepolisian tidak bisa menerbitkan red notice karena statusnya masih jadi saksi dalam kasus chat porno ini, masih ada jalan lain dengan menggunakan kasus pelecehan Pancasila yang dilakukan oleh Rizieq dan saat ini statusnya sudah menjadi tersangka. Dengan status sebagai tersangka secara hukum Polisi tidak melanggar Undang-Undang jika mengeluarkan red notice.

    Kasus ini segera diajukan ke pengadilan dengan begitu ada alasan memanggil paksa tersangka. Apalagi bila ditambah visa umroh yang digunakan sudah habis masa berlakunya.

    Setelah diterbitkan red notice dan Rizieq bisa dibawa pulang untuk mempertanggungjawabkan kasus pelecehan Pancasila di Jawa Barat, selanjutnya Polda Metro Jaya tinggal melakukan langkah…haaap…lalu ditangkap dan dicekal keluar negeri.

    Salam Anu


    Penulis  :   Elde         Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Rizieq Hanyalah Pion Kelompok Titik-Titik? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top