728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 26 Mei 2017

    Ramadhan Bulan Suci Bulan Mendinginkan Hati Dari Benci

    Memasuki bulan Ramadhan selama sebulan ditambah bulan syawal, jadinya dua bulan lamanya, saya berharap adanya perubahan baik dari sisi diri saya sendiri maupun mereka yang selama ini begitu giat menyerukan ujaran-ujaran kebencian.

    Orang tua bilang, pada bulan Ramadhan, semua setan, jin, dedemit dan sejenisnya dikerangkeng oleh Malaikat supaya bulan Ramadhan benar-benar menjadi bulan yang suci, tanpa adanya godaan setan dan kawan-kawannya. Jujur saja, saya suka lebih merasa berani lewat atau berada ditempat-tempat yang dulu katanya rada-rada angker atau berani memadamkan seluruh lampu di dalam rumah dan hanya cahaya dari tv yang menerangi ruangan lalu saya nonton tv sampai larut malam bahkan sampai pagi. Ini semua tersurat dalam kita suci Al-Quran, makanya saya sangat percaya bahwa di bulan Ramadhan setan, jin, dedemit dan sejenisnya sedang diikat dikerangkeng oleh Malaikat.

    Saya masih ingat waktu kecil umur depalan tahuan, saya tinggal di Bandung dengan orangtua dan ke lima saudara. Kalau sudah magrib, saya paling tidak mau disuruh  cuci muka atau cuci kaki karena harus ke bekalang ke pancuran dekat sumur yang lampunya kecil sekali. Ada kandang ayam tak jauh dari pancuran. Kalau siang sih asyik main dihalaman belakang. Tapi kalau subuh jam tiga?? Mana ada kuburan saudara laki-laki saya yang meninggal waktu masih berumur empat tahun lagi, wah ngga deh mesti kesana sendirian. Ngeri, serem, merinding, takut, penuh bayangan genderewo, kuntilanak, sundelbolong, atau cuma anak umur empat tahun duduk dan manggil-manggil nama saya. Tapi pas bulan puasa, saya berani!! Saya malah kadang suka nantang-nantang karena saya sangat percaya semua mahluk halus dengan libur menggoda manusia! Keren kan?

    Bagi saya yang beragama Islam, bulan Ramadhan adalah bulan untuk memaksimalkan ibadah, mensucikan diri dan pikiran dan tidak memproduksi perkataan-perkataan benci, untuk tidak berghibah, untuk tidak berprasangka dan untuk tidak menghina dan menghujat mereka. Ini asli tidak mudah. Saya seorang yang meletup-letup, yang sumbu pendek, yang kalau melihat ada hal yang menghina jokowi saja, maunya langsung marah-marahin mereka.

    Seperti bulan Ramadhan tahun lalu, ngabuburit saya lakukan dengan menyisir group-group politik, apakah ada yang memasang status-status kebencian? Apalagi status yang dibuat oleh akun-akun yang memakai nama Islam. Kalau saya menemukan status-status seperti itu, saya hapus dan saya keluarkan mereka dari group. Dengan demikian kita tidak perlu lagi harus membaca hal-hal yang negatif dibulan sesuci bulan Ramadhan. Karena kadang saya sendiri harus menahan emosi, sering-sering narik napas panjang dan napas dalam untuk tidak berkomen pas saya menemukan status kebencian atas pihak yang saya dukung.

    Dan untuk tahun ini, bulan ramadhan benar-benar datang disaat yang tepat ketika Indonesia sedang benar-benar diserang oleh hama-hama yang menyebarkan kebencian dan mengatasnamakan agama Islam. Ini menyedihkan. Sudah berbulan-bulan atmosphere Indonesia, media sosial dan dunia maya dikotori oleh hujatan-hujatan dan kalimat-kalimat kebencian.

    Saya benar-benar berdo’a bagi mereka yang merasa paling benar dalam beragama sampai tega mengkafirkan sesama muslim, bisa mendapatkan hidayah dan memahami arti dari kesucian bulan Ramadhan. Paling tidak, memproduksi ujaran-ujaran kebencian diliburkan dulu. memancing amarah orang juga kan sebenarnya dosa dan itu bisa membatalkan puasa kita.

    Semoga bulan Ramadhan sekarang membawa ketenangan membuat semua pihak menemukan masa untuk mengembalikan kedamaian yang pernah hilang dihati mereka. Dan ketika Syawal datang, semua orang kembali menjadi saudara.

    Banyak harapan saya untuk bulan Ramadhan tahun ini. Terutama harapan untuk negeri tercinta. Betapa saya dan mungkin kita semua menggantungkan ketenangan, kedamaian negeri ini pada do’a-do’a dan ibadah yang kita jalankan.

    Yang pasti sebulan menahan emosi dan amarah adalah waktu yang cukup lama dan insya Allah, ini semua bisa merubah keadaan yang sedang tidak baik menjadi baik, merubah mereka yang berniat tidak baik pada negara ini menjadi baik dan membatalkan segala niat jahatnya.

    Dan tentu saja saya tidak akan pernah lupa mendo’akan para pemimpin kita, terutama Pak Jokowi untuk selalu diberi kesehatan yang baik dan kemudahan dalam menjalankan.

    Selamat menunaikan ibadah puasa buat mereka yang melakukankan. Mohon maaf lahir dan batin.

    #ArtiRamadhan

    Penulis :  Erika Ebener     Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ramadhan Bulan Suci Bulan Mendinginkan Hati Dari Benci Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top