728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 23 Mei 2017

    Pintarlah Bersilat Lidah Pak Anies Baswedan, Agar Pak Profesor Jepang Percaya

    Saya seorang yang punya hobi ngebut dijalan. Bertahun-tahun mengendarai mobil membuat saya hapal apa yang mempengaruhi kecepatan mobil. Buat saya yang mempengaruhi kestabilan mobil bergerak kencang adalah beban mobil itu sendiri harus berbanding lurus dengan kecepatan. Saya tidak berani membawa sebuat Ayla dengan kecepatan diatas 100 kilometer per jam. Untuk Sportage KIA saya berani bawa sampai 160 kilometer per jam. Itu di Indonesia. Tapi Kalau di Timur Tengah, saya bawa BMW sampai 230 kilometer per jam dan dia masih stabil.

    Ketika ada seseorang bicara tentang mobil dan kecepatan yang dia jalankan, tiba-tiba ada rasa bahwa dia sedang berbohong. Biasanya saya langsung males buat nerusin pembicaraan. Kasian dia, dosanya bisa nambah terus kalau dilanjutkan.

    Perasaan ini yang saya pahami ketika seorang Profesor asal Jepang, Okamoto Masaaki. tiba-tiba merasa penasaran untuk menjadikan kasus kemenangan Anies-Sandi di Pilkada Jakarta 2017 tersebut sebagai bahan studi. Okamoto ingin mengetahui faktor apa yang menyebabkan perolehan suara Anies-Sandi melejit dalam Pilkada DKI Jakarta.

    Saya tertawa!!

    Professor itu pasta curiga dan kepalanya penuh tanda tanya, “Kok bisa orang ini mengalahkan seorang Basuki Tjahaja Purnama?” itu pertanyaan pertama. Makin lama bicara dengan Anies Baswedan makin sang Profesor merasa, “Something is not right. Something is not in its place“.

    Ketika seorang Jepang mengatakan bahwa dia mengamati, itu bukan mengamati selewat atau sepintas, tapi betul-betul mengamati. Ini akan menjadi peluru yang menembak kaki Anies jika Anies mengijinkan sang Profesor untuk menjadikan kemenangan Anies Baswedan- Sandiaga Uno sebagai bahan studynya.

    Ini bukan kabar baik Pak Anies!! Sebaiknya di tolak kalau tidak mau malu dikemudian hari. Karena kita tahu sama tahu saja lah bahwa kemenangan Pak Anies bukan karena 3 hal yang Bapak sebutkan tadi. Walaupun ketiga hal itu Bapak ucapkan dengan diulang-ulang, diviralkan dan disebarluaskan.

    Tapi disisi lain kalau permintaan Sang Profesor tidak diijinkan, maka pertanyaan dan keheranan langsung terjawab tanpa harus mendengarkan jawabannya.

    Memang posisi Anies Baswedan dan Sandiaga Uno serba salah walaupun mereka sudah memenangkan ajang bergengsi selevel Pilkada.

    Seandainya saya berdiri diantara mereka terlibat dalam pembicaraan mereka dan mendengarkan bagaimana Anies Baswedan menjelaskan pada sang Profesor bahwa salah satu faktor kemenangannya adalah karena lebih fokus kepada apa yang dibutuhkan warga Jakarta. Pasti saya sudah langsung membisiki sang Profesor untuk mengintip semua video debat Pilkada di youtube. Apakah betul Anies selalu menyampaikan pada warga soal pekerjaan, kebutuhan hidup terjangkau, dan pendidikan? Perasaan Anies terllau sibuk menyudutkan dan menyerang Paslon dua!

    Dan saya akan minta sang Profesor untuk minta Anies atau Sandi menjelaskan 3 program yang mereka sebutkan.

    Ah, saya jadi sedih melihat nasib Jakarta setelah bulan Oktober 2017 nanti.

    Lucunya, cara Anies menyampaikan atau menjelaskan pada Profesor itu seolah apa yang dia rencana sudah dijalankan dan sudah dibuktikan.

    Apa yang membuat sang Profesor ingin menjadikan kemenangan Anies – Sandi di Pilkada sebagai bahan studi dia? Saya rasa sangat mudah ditebak. Kalau Anies menang atas Agus Harikurti Yudhoyono – Silvyana, saya yakin dia tidak akan begitu tertarik untuk mempelajari kemenangan ini.

    Maaf Mas Agus, mpok Silvy bukan saya merendahkan anda berdua, saya hanya melihat Anies – Sandi lebih tua dari Mas Agus, jadi mungkin saja kemenangan mereka atas Mas Agus, karena Mas Agus Mengalah.

    Tapi lawan mereka di Pilkada adalah seorang Petahana dengan segudang karya dan recognition dari dunia! Seorang Petahana yang teruji dan terbukti, hasil kerjanya nyata dinikmati warga, seorang yang mendedikasikan waktunya untuk melayani warga. Seorang Pemimpin yang bersih, tranparan dan profesional.

    Pastii ada unsur X yang memenangkan pasangan Anies-Sandi.

    Saya membayangkan berapa kebohongan yang Anies – Sandi akan tampilkan untuk menjawab bahan studi Profesor Jepang ini.

    Kalau saya boleh sarankan, pilihannya dua Pak Anies. Pertama, Pak Anies tolak permintaan dia dan pura-pura tidak ada waktu. Tapi resikonya sang Profesor akan malah melakukan studinya sendiri langsung survey lapangan dan sebagainya. Yang kedua, mintalah sang Profesor kembali lagi awal tahun depan, hanya untukmemastikan bahwa bulan Oktober Pak Anies dan Pak Sandi benar-benar akan di lantik oleh Menteri Dalam Negeri (Eh, Gubernur dilantik oleh Presiden ya? Uumm, memang Pak Jokowi mau melantik mereka berdua?:D).

    Kalau keduanya tidak bisa dijalankan, saya juga tidak khawatir karena saya tahu Pak Anies sangat pandai bersilat lidah.

    Begitulah kura-kura…..

    Penulis  :  Erika Ebener    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Pintarlah Bersilat Lidah Pak Anies Baswedan, Agar Pak Profesor Jepang Percaya Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top