728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 16 Mei 2017

    Peserta BPJS Ketenagakerjaan Sudah Bisa Kredit Rumah DP 1 Persen. Begini Syarat dan Prosedurnya

    Keinginan buruh untuk memiliki rumah sendiri tampaknya segera terwujud. Hal ini bukan karena iming-iming program DP 0% a la Anies-Sandi yang masih dikaji (sampai hari ini). Program kredit rumah DP 1% a la Jokowi sudah mulai berjalan. Setelah diresmikan di Tangerang Selatan dan Depok, program ini mulai dibumikan ke seluruh Indonesia.

    Program kredit rumah DP 1% sudah mulai diperkenalkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Program Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) ini dijalankan bersama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk dengan Down Payment (DP) 1 persen bagi peserta aktif hingga nilai kredit maksimal Rp 500 juta.

    Hingga saat ini, program ini sudah bisa diakses oleh masyarakat. Proses pengajuan kredit perumahan ini terbilang mudah. Peserta BPJS Ketenagakerjaan cukup membawa kartu kepesertaan BPJS ke kantor cabang Bank BTN yang ada di kabupaten atau kota.

    Program ini juga menyasar kepada pekerja formal maupun nonformal. Kedua kelompok ini dibagi dalam dua kategori yakni penghasilan rendah atau yang dikenal Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan Non MBR.

    Pemberian kredit untuk kategori MBR, fasilitas KPR diberikan maksimal 99% dari harga rumah, sedangkan untuk kategori non-MBR sebesar maksimal 95% dari harga rumah yang maksimal Rp 500 juta.

    Syarat bagi peserta BPJS untuk bisa mendapatkan kredit sebagaimana diberitakan kompas yaitu;
    1. Telah terdaftar aktif minimal selama satu tahun,
    2. Perusahaan tempat bekerja tertib administrasi dan iuran serta tidak berstatus Perusahaan Daftar Sebagian (PDS) upah maupun tenaga kerja
    3. Belum memiliki rumah sendiri
    4. Peserta yang mengajukan pinjaman telah lolos verifikasi kredit dari bank penyalur yang bekerja sama.

    Prosedur pengajuan kredit rumah 1% adalah sebagai berikut;
    1. Peserta mengajukan fasilitas KPR, PUMP atau PRP ke bank kerja sama, dengan menyertakan copy bukti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan
    2. Bank kerja sama akan melakukan verifikasi dan BI Checking
    3. Bank kerja sama akan melanjutkan permohonan kredit tersebut ke Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan untuk dilakukan verifikasi kepesertaan
    4. Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan akan mengirimkan formulir persetujuan kepada bank kerja sama untuk kemudian diproses/ditolak, sesuai dengan hasil verifikasi kepesertaan, yang akan dikonfirmasikan oleh bank kerja sama kepada peserta yang mengajukan kredit. Selengkapnya disini.

    Nah, kalau sudah begini kan jelas jadinya. Tidak seperti program DP 0% di kubu sebelah sana yang begitu dikejar realisasinya, malah ngelesnya tingkat Dewa. Program KPR ini adalah bagian dari program Manfaat Layanan Tambahan dari BPJS.

    Ternyata bukan hanya kredit rumah saja, BPJS juga menawarkan program lain yakni fasilitas Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP), serta Pinjaman Renovasi Perumahan (PRP). Program MLT ini diatur dalam Permenaker Nomor 35 Tahun 2016.

    Sesuai dengan ketentuan yang berlaku dari pemerintah, maka maksimal pemberian KPR dan PUMP bagi MBR sampai sebesar 99 persen dari harga rumah. Artinya, penerima fasilitas cukup merogoh uang muka atau DP sebesar 1% saja dari harga rumah.

    Sedangkan bagi pekerja kategori non-MBR, fasilitas KPR yang diberikan maksimal sebesar 95 persen dari harga rumah yang maksimal sebesar Rp 500 juta. Dengan kata lain, DP yang dibutuhkan yaitu 5% dari harga rumah.

    Untuk jenis PRP yang diperuntukkan untuk merenovasi rumah pekerja, besaran dana pinjaman maksimal yang dapat diberikan adalah sebesar Rp 50 juta. Dan untuk pembiayaan kredit konstruksi khusus diperuntukkan bagi developer perumahan yang membangun rumah tapak ataupun rumah susun bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

    Program perumahan dari BPJS ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan peserta melalui pemilikan rumah yang layak, sekaligus mendukung program sejuta rumah dari pemerintah. Peluncuran program ini juga diharap bisa menjadi daya tarik dalam meningkatkan dan memperluas cakupan kepesertaan dari BPJS Ketenagakerjaan.

    Sebagai catatan penutup, bisa disimpulkan bahwa program BPJS tentang perumahan ini meliputi tiga bagian penting yaitu; Pertama, uang muka (DP) perumahan, Kedua, kredit pemilikan rumah (KPR), dan Ketiga, pinjaman renovasi rumah. Kriteria peserta yang memenuhi syarat untuk mendapatkan pinjaman akan direkomendasikan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Namun, kelaikan untuk mendapatkan pinjaman tetap berdasarkan pada hasil analisa kredit dari mitra perbankan.

    Nah, kalau sudah mendapat kepastian seperti ini, apa lagi yang ditunggu? Ataukah anda masih menunggu sampai bulan Oktober 2017 untuk memburu OK OCE DP 0% yang belum jelas kajiannya? Ayo buruan daftarkan diri anda di kantor cabang BPJS terdekat.



    Penulis : Ray Koen  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Peserta BPJS Ketenagakerjaan Sudah Bisa Kredit Rumah DP 1 Persen. Begini Syarat dan Prosedurnya Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top