728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 30 Mei 2017

    Pertaruhan: Rizieq akan Dibela Jutaan Umat atau Hanya Segelintir Saja?

    Malam yang penuh berkah ini, di bulan Ramadhan yang suci, akhirnya taqdir Allah telah sampai pada ditetapkannya Rizieq sebagai tersangka kasus pornografi. Sebagai muslim sejak lahir, dan sampai saat ini masih terus belajar merenung dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam, berita penetapan Rizieq sebagai tersangka merupakan suatu anugerah untuk ummat muslim dan seluruh rakyat Indonesia.

    Selama ini, Rizieq sudah berkali-kali memprovokasi dan mengajarkan kebencian kepada sesama manusia. Rizieq yang dilabeli ulama oleh segelintir jamaah atau pengikutnya itu, telah benar-benar merusak citra Islam di mata dunia.

    Lagu “bunuh-bunuh-bunuh si Ahok” yang dinyanyikan secara terbuka, tidak hanya mencoreng nama baik Islam dan ulama, tetapi juga telah meracuni generasi penerus bangsa ini, sehingga beberapa hari lalu ada pawai anak-anak kecil yang ikut bernyanyi “bunuh-bunuh-bunuh si Ahok.” Biadab sekali!

    Dengan ditetapkannya Rizieq sebagai tersangka kasus pornografi, ini menjadi konfirmasi dari sederet masalah kriminal. Sehingga jamaah Rizieq yang kerap berlindung di balik “jangan kriminalisasi ulama” sekarang seharusnya sudah malu dan tidak mempan lagi menggunakan tagline itu. Sebab orang yang mereka bela, lebih cocok disebut kriminal dibanding ulama. Sekarang kenyataannya terbalik, “jangan ulamaisasi kriminal.”

    Kini Rizieq telah menyandang dua status tersangka, yakni sebagai tersangka kasus pornografi dan tersangka kasus penghinaan terhadap Pancasila. Empat kasus lainnya yang saat ini sudah dilaporkan dan dalam proses di kepolisian yakni: penghinaan terhadap budaya Sunda, penistaan agama Kristen, fitnah palu arit terhadap BI, serta ujaran kebencian pangkat jenderal otak hansip. Keempat kasus ini bisa saja segera menetapkan Rizieq sebagai tersangka juga, jika buktinya sudah cukup. Sehingga nantinya lengkap, ulama tersangka setengah lusin.

    Bagi ummat Islam di Indonesia, Rizieq bukanlah sosok yang pantas ditiru, bukan merupakan ulama yang sebenar-benarnya ulama. Sebab ulama dalam Islam itu tidak pernah mencaci, mengajak membunuh, memprovokasi dan sifat-sifat negatif lainnya. Ulama Islam itu seperti Saiq Aqil, Buya Maarif, Gus Mus, atau Quraish Shihab yang karya tafsirnya diakui banyak negara. Dan dengan dua status tersangka yang disandang Rizieq, ini menjadi sebuah pembenaran bahwa Rizieq memang tidak pantas dianggap sebagai ulama.

    Mengurangi intimidasi sepihak

    Sebelum ini, saat Rizieq belum ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri, beberapa aksi intimidasi kerap dilakukan oleh jamaah Rizieq. Ibu-ibu beranak dua yang dibuat menangis dan terpaksa menandatangani surat permohonan maaf hanyalah salah satu contoh intimidasi mereka. Padahal beliau hanya mempertanyakan, kalau memang benar kenapa kabur??

    Para pemuja Rizieq selama ini masih menganggap bahwa kasus chat sex dengan Firza Husen hanyalah rekayasa atau fitnah belaka. Tapi sekarang, setelah ditetapkan sebagai tersangka, seharusnya mereka mulai taubat dan sadar, bahwa junjungan mereka yang dibela habis-habisan itu mungkin juga masih belum selesai dengan dirinya, belum bisa mengendalikan nafsu dan anunya. Sekarang para pemujanya itu tak akan lagi punya banyak alasan untuk berkelit bahwa Rizieq hanyalah korban atau masih saksi yang belum tentu bersalah. Status tersangka terhadap Rizieq adalah status serius dan sulit dibantah oleh para pengikutnya.

    Melihat seberapa besar jamaah Rizieq?

    Ada hal menarik yang mungkin akan menguras emosi dan perhatian kita ke depan. Yakni tentang respon jamaah Rizieq terhadap keputusan Polri menetapkan junjungannya sebagai tersangka kasus pornografi. Dalam sekejap, sudah banyak respon liar yang berniat mengadakan demo lagi, menutup jalan menyambu Rizieq, sampai berniat jihad sambil berpose dengan pedang dan aneka senjata tajam miliknya.

    Semua respon liar ini akan mengerucut pada pembelaan terhadap Rizieq, dengan cara menutup mata dengan segala fakta dan data yang ada. Seberapa jelas dan detail pun sebuah bukti, pada akhirnya jamaah Rizieq akan mengatakan bahwa semua itu rekayasa, dan sebaliknya mereka tidak bisa membuktikan bahwa itu rekayasa.

    Jika melihat narasi yang coba dibangun selama beberapa pekan terakhir, memang terlihat jelas adan pengerahan emosi dan konsentrasi massa. Komentar pengacaranya seperti Rizieq tidak akan pulang sampai Jokowi tidak jadi Presiden, atau niat revolusi putih dari tanah suci adalah sebuah narasi perlawanan terhadap hukum di Indonesia.

    Dengan ditetapkannya Rizieq sebagai tersangka kasus pornografi dan kasus penghinaan terhadap Pancasila, mungkin juga bisa disusul oleh empat kasus hukum lainnya, ini akan jadi pembuktian kepada kita semua tentang seberapa besar pengaruh dan kekuatan Rizieq sebenarnya?

    Apakah Rizieq bisa kembali mengumpulkan 7 juta muslim untuk membelanya? Seperti pada aksi 411 atau 212. Ataukah pada akhirnya kita akan melihat bahwa Rizieq tak punya massa sebanyak itu jika tanpa dukungan dari politisi atau mafia?

    Saya pikir pertanyaan tersebut menjadi pertaruhan FPI dan Rizieq. Karena ini bukan lagi sebatas benar dan salah, fitnah atau fakta, sebab kenyataannya sudah cukup bukti untuk meningkatkan status Rizieq sebagai tersangka. Ini hanyalah tentang pembuktian dan pertaruhan gelar ulama. Apakah Rizieq yang dilabeli sebagai imam besar Indonesia itu masih akan dibela oleh muslimin di Indonesia?

    Tentu akan sangat-sangat memalukan jika Rizieq diseret ke pengadilan kemudian dipenjara, namun yang membelanya atau berdemo atas nama dirinya, tak lebih banyak dari demonstran pendukung Ahok yang selama ini kerap dihina kutil babi dan diancam dibunuh. Ahok sudah berhasil menggerakkan ribuan massa dari banyak kota di Indonesia dan luar negeri. Jika nantinya Rizieq hanya dibela oleh seratusan orang saja, secara otomatis itu akan menjadi penghinaan luar biasa terhadap arogansinya selama ini.

    Karena akan sangat memalukan sekali jika orang yang selama ini kerap mengatasnamakan ummat islam, rupanya tidak diakui dan tidak dibela sama sekali. Itu akan seperti kamu yang terlanjur berbohong sudah jadian dengan Putri, padahal belum, kemudian suatu kesemptan Putri mengatakannya secara terbuka bahwa kamu bukanlah siapa-siapanya. Oooh….itu sesaknya tak seindah sesak di kandang kambing bib! Begitulah-kura-kura.

    Penulis :  Alifurrahman   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Pertaruhan: Rizieq akan Dibela Jutaan Umat atau Hanya Segelintir Saja? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top