728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 31 Mei 2017

    Pernyataan Kyai Ma’ruf Amin dan Peringatan dari Tuhan untuk FPI

    Saya sering mendengar, melihat dan membaca pernyataan orang yang mengatakan bahwa seorang muslim yang tidak setuju dengan perjuangan FPI berarti orang tersebut berada di jalan yang salah.

    Ada yang lebih spesifik mengatakan bahwa orang NU yang tidak mendukung FPI adalah NU yang bengkok. Secara lebih sederhana bisa dikatakan NU yang sesat.

    Apalagi terkait demo berseri yang bertajuk “bela Islam” beberapa waktu lalu, umat Islam yang tidak ikut aksi atau tidak mendukung aksi itu mereka katakan munafik. Orang yang mata hatinya tertutup dan tidak tergerak untuk membela agamanya.

    Bagi saya hal seperti itu ya terserahlah, toh kebebasan berpendapat dilindungi Undang-Undang. Secara pribadi saya mempersilahkan orang mau berkata saya sesat, buta mata hati atau apalah hanya karena saya tidak mendukung FPI.

    Terlebih lagi saya tidak heran jika FPI mengatakan nonmuslim wajib diperangi dan lain sebagainya. Karena memang FPI ini adalah salah satu jenis kelompok yang selalu merasa paling benar dari siapa pun.

    Akan tetapi saya kira akan menjadi hal yang janggal apabila ulama’-ulama’ sekelas Alm. Gus Dur, Buya Syafi’i, Mbah Moen, Habib Luthfi, Gus Mus, Kyai Said Aqil dan lain-lain disebut sesat hanya karena belum sepakat dengan pergerakan FPI selama ini.

    Pertanyaanya, apakah metode dakwah dan pergerakan FPI dalam memperjuangkan (kata umat FPI) Islam sudah bisa dijadikan sebagai acuan yang benar dalam memperjuangkan Agama?

    Semua orang tahu seperti apa sepak terjang FPI. Sweeping, teriak bunuh si A gantung si B, ancaman kepung istana, intimadasi, hingga aksi jutaan (katanya) umat. Selain itu masih banyak lagi yang tentunya tak bisa saya sebutkan semuanya.

    Dampak yang paling mudah dilihat dari semua aksi FPI adalah rasa kurang nyaman yang timbul dari berbagai kalangan. Bahkan tidak sedikit dari umat Islam sendiri yang merasakan hal itu.

    Ajaran Agama apa pun, nilai tertingginya adalah membawa rahmat. Yaitu mengajarkan kasih sayang dan menciptakan kedamaian lahir bathin, dunia akhirat. Saya rasa semua orang setuju dengan hal ini. Termasuk para pendukung FPI.

    Jika memang FPI benar-benar memperjuangkan Agama, kenapa dalam prakteknya selalu menimbulkan kegaduhan? Minimal membuat orang yang melihatnya menilai sebagai sesuatu yang kurang pas dengan nilai-nilai dari sebuah Agama.

    Hal seperti ini patut menjadi bahan renungan bagi siapa pun, terutama para pendukung FPI. Karena jika tidak, visi dan misi dari sebuah perjuangan akan semakin jauh dengan apa yang menjadi PerintahNya.

    Memang dalam hal memperjuangkan suatu kebaikan, selalu ada rintangan yang dihadapi. Bahkan semua Rasul di semua zaman, dalam perjuangannya selalu mendapatkan caci maki dan pertentangan dari orang yang belum bisa menerima dakwahnya.

    Namun tak akan pernah kita temui dalam catatan sejarah manapun para Rasul itu berjuang menggunakan kekerasan. Mereka selalu mengedepankan pendekatan dakwah yang penuh kelembutan.

    Maka dalih dari FPI tidak akan terkonfirmasi jika FPI dibenci banyak orang dalam perjuangannya, lantas mereka menyamakan diri mereka dengan perjuangan para Rasul yang dicaci maki dan ditentang oleh umatnya.

    Sejarah menyebutkan, meskipun perjuangan Nabi Muhammad SAW mendapat hujatan dan pertentangan dari banyak pihak akan tetapi secara pribadi Beliau adalah sosok yang dikagumi bahkan oleh para musuhnya. Sampai-sampai orang kafir pun percaya menitipkan uang mereka kepada Beliau.

    Seorang yahudi miskin dan buta yang selalu menghina Nabi Muhammad SAW pun setiap hari merasakan kedamaian dan kesejahteraan karena malah Beliau lah yang selalu memberi makanan dan menyuapinya.

    Jika melihat tauladan-tauladan seperti itu, apakah sesuai jika kemudian FPI menyamakan perjuangan mereka dengan perjuangan para Rasul? Sama sekali tidak!

    Belum lagi jika melihat sosok imam besar mereka yaitu Rizieq Shihab yang selalu mengeluarkan kata-kata kasar dalam banyak ceramahnya. Pernahkah Nabi Muhammad SAW berkata kasar dalam ceramahnya? Tidak pernah.

    Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang begitu lembut dalam setiap tutur katanya. Lantas siapakah yang menjadi panutan Rizieq Shihab dalam menyampaikan dakwahnya?

    Ada yang sering memperingatkan saya bahwa Habaib termasuk Rizieq Shihab adalah keturunan Rasul yang wajib dihormati oleh umat Islam. Iya, bagaimanapun saya tetap hormat dengan Rizieq Shihab dalam koridor ta’dhim terhadap “darah mulia” yang mengalir di dalam tubuhnya.

    Akan tetapi apakah karena dia seorang keturunan Nabi lantas harus dicontoh semua tingkah laku dan diikuti setiap fatwa/ucapannya? Saya kira para pembaca Seword tidak akan langsung menjawab iya, pasti dilihat dulu seperti apa tingkah laku dan fatwa tersebut.

    Artinya boleh lah kita “mengkultuskan” seseorang atau menyebutnya ulama’ kemudian membela mati-matian, dengan catatan orang yang kita kultuskan itu tadi dalam ucapan dan perbuatannya tidak “menabrak” norma Agama.

    Agar saya tidak disebut memfitnah ulama’ FPI telah menabrak norma Agama, saya akan memberikan salah satu contoh perbuatan menabrak norma Agama yang dilakukan oleh Rizieq Shihab. Yaitu ancaman Revolusi Putih yang telah dilakukan oleh Imam Besar FPI itu  (sumber).

    Entah apa maksud dari revolusi putih, karena pernyataan ini bersifat multi tafsir. Karena multi tafsir maka bisa diterjemahkan sebagai sebuah bentuk ancaman tertentu terhadap NKRI.

    Yang namanya ancaman tentunya menimbulkan efek takut bagi warga negara yang selanjutnya bisa menimbulkan kekacauan/kerusakan. Sedangkan membuat kerusakan adalah hal yang dilarang oleh Agama apapun.

    Sudah jelas bukan dengan apa yang saya maksud menabrak norma Agama? Jadi jangan ada yang menyimpulkan bahwa saya telah memfitnah ulama’ FPI Rizieq Shihab.

    Kemudian tentang penetapan tersangka terhadap Rizieq Shihab dalam kasus percakapan WhatsApp yang melibatkan Firza Husein dan Rizieq Shihab. Dalam hal ini adalah kasus seorang warga negara biasa, tidak ada unsur Kriminalisasi Ulama’ seperti yang didengungkan oleh para pendukung FPI.

    Jika pada aksi-aksi sebelumnya FPI menggunakan Fatwa MUI sebagai landasan bergerak, kali ini tidak ada lagi Fatwa MUI tentang kriminalisasi Ulama’. Jadi tidak perlu ada aksi bela ulama’ yang melibatkan jutaan umat. Karena memang tidak ada Kriminalisasi Ulama’ dalam hal ini.

    Bahkan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kyai Ma’ruf Amin mengatakan, penetapan Habib Rizieq sebagai tersangka dalam kasus tersebut bukan berarti terjadi kriminalisasi Ulama’. Penetapan tersebut tidak ada hubungannya dengan kriminalisasi dan merupakan persoalan hukum seperti biasa.

        “Jadi ikuti saja proses hukum yang berlangsung, yang berjalan. Nanti di pengadilan akan dibuktikan apakah seseorang bersalah atau tidak bersalah,” ujar Kyai Ma’ruf Amin di Istana Kepresidenan, Senin (29/5).

    Pertanyaan selanjutnya, mengapa kali ini tidak ada Fatwa MUI bahwa telah terjadi kriminalisasi Ulama’?

    Selain karena memang faktanya tidak ada unsur kriminalisasi ulama’, apakah hal ini sebuah kebetulan jika sebelumnya MUI mendukung FPI namun kali ini tidak ada lagi dukungan atau pertolongan fatwa dari MUI?

    Kalaupun terkait opini FPI tentang kriminalisasi Ulama’ dikatakan Kyai Ma’ruf Amin dan MUI tidak membela Agama Islam, maka gugurlah alasan dari serentetan aksi yang pernah digelar FPI selama ini.

    Iya, sepertinya kali ini pendukung FPI akan membela sendiri imam besarnya. Mereka tidak akan “ditemani” MUI untuk menyelamatkan ulama’ mereka yang kata mereka telah “dikriminalisasi”. Entah kriminilasi seperti apa dan oleh siapa yang mereka maksud itu.

    Dengan demikian, jika mau memperhatikan beberapa catatan serta rangkaian pertanyaan di atas (dan masih banyak lagi yang lain), maka sudah saatnya FPI melakukan introspeksi dalam tubuh mereka. Mereka harus mengevaluasi kembali sejarah-sejarah yang telah mereka torehkan.

    Memang segala sesuatu pasti memiliki sisi baik, termasuk FPI. Artinya tulisan ini tidak bertujuan mengesampingkan hal-hal yang betul-betul baik dan benar yang telah dilakukan oleh FPI bagi manusia lain.

    Tanpa ada maksud melecehkan umat Islam (maksud saya FPI), bisa jadi Tuhan memang sedang memberi Peringatan kepada Rizieq Shihab serta semua pendukung FPI akan benar atau tidaknya tindakan-tindakan mereka selama ini.

    Jika memang benar, kenapa orang lain merasa tidak nyaman dengan keberadaan serta visi dan misi mereka selama ini?

    Jika memang benar terjadi Kriminalisasi Ulama’, kenapa Kyai Ma’ruf Amin dan MUI tidak mendukung mereka lagi?
    Wallahu A’lam…
    Begitulah kura-kura.


    Penulis   :    Didit Taufiq Akbar   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Pernyataan Kyai Ma’ruf Amin dan Peringatan dari Tuhan untuk FPI Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top