728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 25 Mei 2017

    Pernyataan Berbahaya Kapitra Ampera, Pengacara Rizieq Shihab

    Kapitra Ampera, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) yang juga adalah pengacara Rizieq Shihab, melontarkan pernyataan yang sangat berbahaya bagi persatuan dan kesatuan NKRI.

    Kapitra menyatakan bahwa seharusnya negara Indonesia ini berterima kasih dengan kepergiannya Rizieq ke Arab Saudi. Menurut Kapitra, kalau Rizieq tidak bertolak ke Arab Saudi, maka orang Islam akan menyerang dan saling bunuh dengan para pendukung Ahok.

    “Loh iya, kemarin kan habis rame kan, Ahok kalah, Ahok ditahan, kan ribut kan. Kalau habib datang pas waktu itu bagaimana? ribut nggak kira-kira orang Islam, lalu ditahan memalukan,  ribut nggak kira-kira, lalu kalau ribut itu, kita menyerang kepada yang sana, lalu baku bunuh, mau jadi apa negara ini,” ujar Kapitra Ampera.

    “Harusnya negara ini berterima kasih sama habib menahan diri untuk tidak pulang agar tidak terjadi konflik horizontal, supaya suasana tetap kondusif,” lanjut Kapitra.

    Pernyataan-pernyataan Kapitra sudah kebablasan seolah-olah koridor hukum di negara ini tidak berlaku lagi, seolah-olah ingin mengatakan bahwa negara Indonesia harus berterima kasih kepada Rizieq Shihab yang pergi ke Arab Saudi dan tidak pulang ke Indonesia sehingga keamanan negara Indonesia lebih terjamin.

    Selain itu, Kapitra juga menambahkan bahwa pemerintah patut berterima kasih karena di bulan Ramadhan nanti, masyarakat bisa tenang beribadah tanpa ada demo-demo.

    “Apalagi mau bulan puasa, orang biar bisa khusuk ibadah, nggak takut ada demo nggak takut ada ini ada itu. kan berterimakasih seharusnya,” ujar Kapitra.

    Pernyataan-pernyataan Kapitra Ampera jelas-jelas sangat berbahaya bagi persatuan dan kesatuan NKRI. Ada beberapa point yang saya rangkum dari ucapan-ucapannya yang tendensius tersebut, yaitu sebagai berikut;

    1. Situasi keamanan di Indonesia semuanya tergantung hanya pada satu orang, yaitu Rizieq Shihab.

    2. Orang Islam akan bikin keributan jika Rizieq Shihab ditahan.

    3. Orang Islam akan serang dan saling bunuh dengan para pendukung Ahok jika Rizieq Shihab ditahan.

    4. Akan terjadi konflik horizontal di negara ini jika Rizieq Shihab ditahan.

    5. Aksi-aksi demo dan kekerasan berupa penyerangan dan pembunuhan adalah ranah orang Islam.

    Mari kita bahas satu per satu. Pertama, pada point 1, Kapitra menyatakan bahwa situasi keamanan di negara Indonesia ini tergantung hanya pada satu orang, yaitu Rizieq Shihab. Ini pernyataan yang merendahkan kredibilitas negara, merendahkan dan menghina eksistensi institusi TNI dan Polri sebagai alat negara, seolah-olah aman atau tidak amannya NKRI ini, Rizieq Shihab yang menentukan.

    Memangnya siapa Rizieq Shihab? Presiden bukan, Menteri bukan, Wakil Rakyat bukan, Ulama juga bukan (Ulama tidak ada yang cabul dan otak kotor), kok bisa-bisanya mendewakan manusia satu ini setinggi langit melebihi segalanya.

    Kedua, untuk point 2 sampai point 5 adalah pernyataan-pernyatan yang tendensius. Pertanyaannya, umat Islam yang mana yang dia maksud? Kalau Islam garis keras penganut paham kekerasan dan radikalisme yang sering teriak-teriak bunuh, gantung, gorok, seperti FPI dan GNPF MUI itu, sudah jelas dan pasti.

    Tapi kalau umat Islam yang moderat, Islam Nusantara yang berwawasan luas dan menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama, tidak akan mungkin berprilaku liar dan kebablasan. Jadi tolong jangan menggeneralisasi seluruh umat Islam.

    Gerakan radikalisme yang diusung oleh Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, Novel Bamukmin, Munarman, dan antek-anteknya sudah sangat keterlaluan dan sangat mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara. Akibat ulah mereka selama ini timbul polarisasi dalam masyarakat.

    Oleh karena itu, agar terciptanya keamanan dan kenyamanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Presiden Jokowi harus segera mengambil sikap dan ketegasan, bukan hanya gebuk dan tendang lagi, tapi juga tonjok dan banting, yaitu dengan cara-cara yang konstitusional, sebagai berikut:

    1. Menerbitkan Dekrit Presiden atau Perpres yang melarang aktivitas baik itu individu, kelompok ataupun organisasi dalam bentuk apapun yang radikal dan intoleran, khususnya FPI, GNPF-MUI, HTI, FUI, dan ormas-ormas lainnya yang berkiblat dalam aliran radikalisme agama, termasuk gerakan Ikhwanul Muslimin.

    2. Menerbitkan Dekrit Presiden atau Perpres yang melarang partai politik apapun yang memayungi dan memanfaatkan individu, kelompok dan organisasi dengan menunggangi paham radikalisme agama untuk kepentingan politik terselubung.

    3. Menerbitkan Dekrit Presiden atau Perpres yang melarang penyebaran paham radikalisme agama, baik itu di kampus-kampus, sekolah-sekolah, Masjid, Pesantren, termasuk di lembaga-lembaga pemerintahan dan non pemerintahan, yang meracuni pola pikir masyarakat untuk bertindak radikal, anarkis, dan intoleran terhadap sesama.

    4. Memerintahkan Kepolisian untuk menindak tegas aktor-aktor politisi, parpol-parpol, termasuk lembaga dan ormas keagamaan, jika ada segala bentuk tindakan dan ucapan mereka yang memprovokasi dan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

    Kura-kura begitu.



    Penulis : Aliems Suryanto    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Pernyataan Berbahaya Kapitra Ampera, Pengacara Rizieq Shihab Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top