728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 02 Mei 2017

    Perbedaan Hadiah Ahok dan Anies Pasca Pilkada

    Sudah sekitar dua belas hari sejak pilkada DKI Jakarta diselenggarakan. Namun, keramaian di jagat pilkada kemarin belumlah berakhir. Semua mata masih tertuju pada gubernur dan calon gubernur terpilih dan gagal(?) terpilih. Bahkan, meskipun pilkada sudah selesai pun berita hoax tentang salah satu calon gubernur masih merajalela.

    Nah, karena akhirnya pasangan calon bernomor tiga yang mempunyai pilihan terbanyak(?) dibanding yang bernomor dua versi quick count dan versi real count KPUD, berarti Jakarta sudah mempunyai Gubernur Terpilih yang bakal menduduki kursi panas Oktober 2017 nanti dong ya.

    Biasanya yang lebih banyak mendapatkan hadiah adalah sang pemenang. Dan yang kalah biasanya hanya dapat hadiah ucapan terima kasih atau hadiah secukupnya saja. Namun, bagaimana jika pemilihan gubernur dan wakil gubernur ini seperti ajang pemilihan idol-idolan? Kebanyakan dari mereka, sang juara dualah yang pada akhirnya malah banyak menarik perhatian masyarakat dan malah lebih banyak mendapatkan tawaran tampil offline maupun di TV. Malah riwayat karir sang juara satu akhirnya tak terdengar lagi atau tertimpa isu buruk.

    Anies-Sandi sebagai juara satu. Ahok-Djarot sebagai juara dua.
    Dari kedua pendukung pasti sudah menerima ini sebagai fakta.
    Sekarang bagaimana dengan nasib Ahok dan Anies setelah masa pencoblosan 19 April kemarin usai?

    Mari bahas hadiah yang diterima sang pemenang a.k.a sang juara satu Anies-Sandi:
    1. Karangan bunga
    – Mungkin pembaca awalnya hanya mengetahui bahwa Ahok saja yang menerima karangan bunga. Padahal yang menerima pertama kali adalah sang pemenang Anies-Sandi.
    Setelah versi Quict Count keluar memperlihatkan Anies-Sandi sebagai pemenang, simpatisan asal Lampung langsung memesan karangan bunga. Keesokannya langsung terlihat di salah satu traffic light Kabupaten Tulangbawang, Lampung. Tidak tanggung-tanggung, langsung ada tiga biji karangan bunga.

    – Sekitar tanggal 28 April suara.com memperlihatkan tiga karangan bunga yang berada di posko Anies-Sandi yang berasal dari: perusahaan jasa pembayaran Pay Tren milik PT. Veritrasentosa Internasional (milik ustad Yusuf Mansur); Ketua Umum organisasi Front Pemuda Musslim Maluku (FPMM) yaitu Umar Key; Ar East Mining Pte, Ltd, atas nama Nasser Al Junied dan Joseph Hong.


    Karangan Bunga untuk Anies Sandi di Posko Anies Sandi Jakarta
    2. Roti Buaya
    26 April 2017 Anies mengunjungi salah satu relawannya di Jakarta Selatan, ia mendapatkan dua roti buaya besar dan tiga nasi tumpeng.
    Roti Buaya untuk Anies
    3. Peretasan Situs Laman Online Dinas Sosial Jakarta
    Meskipun yang menjadi korban peretasan adalah laman online dinas sosial Jakarta, tapi pesan yang terkandung di dalamnya diperuntukkan untuk Anies-Sandi. Pada hari Minggu 30 April 2017 pk 21.20 WIB, situs www.dinsos.jakarta.go.id diretas dengan isi pesan janji manis Anies-Sandi atas rumah DP 0%.
    Logika saja, jika Anies-Sandi tidak menang, tentu saja tidak akan ada hacker yang menagih janji manis tentang rumah DP 0% ini. Jadi saya memasukkan ini sebagai bentuk hadiah untuk Anies-Sandi.

    Hacker yang Menagih Janji DP 0%

    Selain hadiah untuk sang juara satu, ternyata tidak ketinggalan pula hadiah untuk yang kalah. Hadiah-hadiah yang diterima Ahok-Djarot adalah:

    1. Karangan bunga
     
    Jika karangan bunga yang diterima atau yang diperuntukkan Anies-Sandi bisa dihitung oleh jari. Lain lagi dengan Ahok-Djarot yang menerima karangan bunga sudah lebih dari tujuh ribu buah, termasuk dari dalam maupun dari luar negeri.
    Ditambah lagi yang tersebar di beberapa kota masing-masing di Indonesia, misalnya seperti yang berada di provinsi Sumatera Utara (kota Medan, kota Pematangsiantar, Kota Balige (Kabupaten Toba Samosir), Kota Tarutung (Kabupaten Tapanuli Utara), Kota Doloksanggul (Kabupaten Humbanghasundutan), serta di Batam.

    Tentu saja penulis tidak mungkin menjabarkan satu-satu dari mana saja karangan bunga tersebut berasal.
    Karangan Bunga untuk Ahok Djarot
    di Batam
    Karangan Bunga untuk Ahok Djarot di Pematangsiantar

    2. Kisah Magang di Balai Kota
     
    Kisah ini berisi curahan hati anak magang di balai kota yang membantu Ahok menciptakan jaminan pendidikan pada warga Jakarta melalui KJP.
    3. Surat untuk Ahok
     
    Tidak ketinggalan pula beberapa surat yang ditujukan untuk Ahok. Penulis menemukan kedua surat dari sesama penulis seword.

    Surat pertama berisikan tentang Ahok yang kalah terhormat di pilkada.

    Surat kedua berisikan tentang penulis menyemangati Ahok yang menjadi korban fitnah penistaan agama.
    Dengan melihat perbedaan hadiah yang penulis temukan ini, diharapkan pembaca bisa melihat apa yang telah dilakukan pemimpin dan calon pemimpin tersebut sebelumnya. Karena dengan melihat apa yang telah mereka lakukan, itulah yang mereka dapatkan sebagai imbalan dari warga tanpa melihat kuantitasnya, melainkan dari kualitasnya.



    Hadiah ini tentu saja bentuk apresiasi atau reaksi masyarakat pada pemimpin atau calon pemimpinnya. Lalu, apa yang telah dilakukan para pemimpin atau calon pemimpin usai pilkada untuk warganya? Tunggu saja kelanjutan tulisan ini.

    Penulis :  Kajitow Elkayeni  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Perbedaan Hadiah Ahok dan Anies Pasca Pilkada Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top