728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 19 Mei 2017

    Penyebar Poster “Garuda Ku Kafir” Ternyata Oknum BEM FISIP UNDIP

    Sontak, hal ini membuat heboh di kalangan kampus UNDIP. Bahkan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus poster provokasi penghina lambang negara di kampus UNDIP. Dia meminta polisi cepat-cepat menangkap pelakunya.

    “Ini sudah menjadi isu yang bukan lokal Semarang tapi nasional. Harapan kami, supaya kasus ini bisa segera dituntaskan. Yang menyebar provokasi itu segera ditangkap,” kata Wali Kota seperti yang dimuat dalam media ini.

    Wali Kota juga mengatakan bahwa beliau menginginkan peran kampus, organisasi kemasyarakatan maupun ulama untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila bisa digalakkan secara massif. Sudah sepatutnya menjadi perhatian bahwa pemimpin bangsa mendeklarasikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila.

        “Ini harus kita sosialisasikan terus dari jenjang TK (taman kanak-kanak) hingga perguruan tinggi. Ormas dan agama juga harus dilibatkan, karena mereka menjadi corong untuk mempertegas bahwa NKRI harga mati,” katanya. (Sumber).

    Tidak hanya Wali Kota Semarang yang berang dengan poster bernada provokatif tersebut, Ketua DPRD Kota Semarang, Supriadi menyikapi serius peredaran poster ‘Garuda Ku Kafir’ di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro Semarang. Menurutnya, Rektor harus bertanggung jawab atas selebaran yang berindikasi melecehkan Pancasila itu.

    “Rektor harus tanggung jawab atas gerakan itu. Ini jelas melecehkan lambang negara dengan melecehkan burung Garuda sebagai kafir,” kata Supriadi di Semarang. (Sumber).

    Kapolrestabes Semarang, Kombes Abioso Seno Aji mengatakan bahwa pihaknya juga sudah memeriksa sejumlah saksi mata dari petugas keamanan kampus dan mahasiswa.

    “Meski belum ada informasi sahih pasti ada pelakunya. Mustahil poster itu dipasang hantu,” kata Abi. (Sumber).

    Dan hari ini, Civitas akademika Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang meminta maaf atas temuan poster provokatif bertulis ‘Garuda Ku Kafir’ di kampusnya. Kampus mengakui poster itu ditempelkan oleh mahasiswanya.

    “Atas nama UNDIP, kami minta maaf jika (poster itu) menimbulkan interpretasi. Tidak ada satu pun niat ucapan untuk melecehkan simbol negara,” kata Wakil Rektor I Undip Semarang, M Zainuri, dalam konferensi pers.

    Zainuri mengonfirmasi kabar yang menyebutkan bahwa pembuat dan penyebar poster itu adalah lima mahasiswa pengurus Senat dan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIP). (Sumber).

    Miris ya…..

    Salah satu universitas terkemuka dan terbesar di Jawa Tengah, tetapi masih “kecolongan” dengan hal-hal yang melecehkan bangsa Indonesia ini. Dan lebih miris lagi, pelakunya adalah 5 orang oknum BEM FISIP UNDIP !!!

    Oknum Anggota BEM ???

    Ya, benar…pelakunya adalah “elit” di kalangan mahasiswa. Penulis mengatakan oknum pelaku pembuat dan penyebar poster provokatif tersebut adalah “elit” karena mereka berada dalam organisasi kemahasiswaan (BEM) di UNDIP dan tidak mudah untuk bisa masuk ke dalam susunan pengurus BEM.

    Bisa dibayangkan jika para “elit” ini menyebarkan paham radikalisme kepada mahasiswa baru ???

    Sudah menjadi rahasia umum, jika banyak orang yang ingin masuk ke dalam susunan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dengan membawa kepentingan sendiri dan kelompok tertentu. Dan hal ini terlihat bahwa ada kelompok tertentu yang anti Pancasila sudah “masuk” ke dalam BEM di FISIP di Universitas Diponegoro yang merupakan universitas terbesar di Jawa Tengah.

    Taktik mereka sebenarnya semua sama yaitu pertama mencoba untuk masuk ke dalam BEM lalu “menguasai” BEM itu sendiri. Setelah mereka “berkuasa” di BEM, mereka dengan leluasa bisa membuat kegiatan yang sesuai dengan kepentingan kelompok mereka. Salah satu contohnya ya apa yang kita lihat di UNDIP ini. Karena mereka sudah “berkuasa” di BEM, mereka lalu membuat kegiatan untuk mempengaruhi mahasiswa junior untuk anti Pancasila !!!

    Penulis meminta kepada pihak Rektor UNDIP untuk memberikan hukuman yang setimpal kepada 5  orang oknum BEM FISIP UNDIP tersebut yang identitasnya tidak dipublikasikan ke publik. Jangan biarkan paham radikalisme berkembang di kampus. Penulis sangat dan sangat setuju dengan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir yang mengatakan bahwa Rektor harus bertanggung jawab jika terjadi radikalisme di lingkungan perguruan tinggi. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Suhardi Alius juga sudah mengatakan bahwa  wadah pendidikan merupakan tempat persemaian generasi berikutnya, oleh karenanya harus steril dari radikalisme dan narkoba. (Sumber).

    Penulis juga meminta tolong kepada pihak Rektorat UNDIP untuk menyelidiki siapa ke-5 oknum BEM tersebut, siapa di belakang mereka. Nanti akan ketahuan apakah mereka terkait dengan ormas tertentu atau partai tertentu, semuanya akan jelas kelihatan.

    Kepada Mahasiswa, dimana pun kalian kuliah, berhati-hatilah terhadap gerakan radikalisme yang menggunakan agama sebagai topeng untuk “menipu” kalian. Mereka yang mengatakan “Garuda Kafir”, Khilafah solusinya atau apa pun alasan manis mereka, itu semua hanyalah kedok.

    Mari kita berpikir jernih…

    Jika mereka mengatakan Garuda Kafir, apakah mereka tahu siapa pencetus lambang negara tersebut ???

    Lalu Garuda harus diganti ???

    Sebenarnya mereka hanya “antek” asing yang tidak tau sejarah tentang Indonesia. Coba aja nanya langsung pada mereka, pasti mereka akan kelabakan menjawabnya…

    Jika ada yang mengatakan Khilafah adalah solusinya, lalu coba tanyakan negara mana yang sudah menerapkan khilafah di dunia ini ???

    Yang lebih lucu lagi, jika ada yang mengatakan khilafah adalah solusinya, lalu siapa yang cocok jadi khalifah (pemimpin) dalam negara khilafah tersebut ???

    Jika benar ada pun khilafah di dunia ini, PASTI merekalah yang mengklaim paling berhak menjadi khalifah (pemimipin) di negara khilafah tersebut karena mereka akan berdalih bahwa mereka yang sudah berjuang menegakkan  khilafah di dunia ini. Dengan kata lain, sebenarnya mereka ingin berkuasa di sebuah negara berkedok menegakkan khilafah !!!

    Mari kita menjadi mahasiswa INTELEKTUAL yang berkualitas bukan malah menjadi ONTALEKTUAL.

    Terima Kasih



    Penulis :  Nafys   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Penyebar Poster “Garuda Ku Kafir” Ternyata Oknum BEM FISIP UNDIP Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top