728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 31 Mei 2017

    Pendekar Sakti Itu Bernama Jokowi

    Tidak dapat disangkal bahwa Joko Widodo adalah presiden yang sangat berbeda dibandingkan dengan presiden-presiden sebelumnya di negeri ini. Saya sadar bahwa manusia tercipta dengan segala keunikannya, sehingga masing-masing pribadi berbeda. Tulisan ini tidak hendak menolak fakta bahwa manusia semuanya berbeda, dan pakde jokowi juga berbeda dengan para presiden sebelumnya. Tulisan ini hendak membandingkan kinerja dari presiden pendahulu pakde jokowi dan  bukan pada pribadi.

    Saya akan memotret titik beda presiden Jokowi dibandingkan dengan presiden-presiden sebelumnya. Dan titik itu  adalah terkait kinerja, gaya,ketenangan serta ketegasan dan ketegaran menghadapi semua yang menimpa Negara dan dirinya. Mungkin perkecualian ada pada presiden pertama, namun ada beberapa “titik lemah” dalam diri presiden pertama Negara kita ini dan saya tidak akan mengulas titik lemah itu.

    Presiden Joko Widodo atau lebih popular dan akbrab dipanggil Jokowi (tanpa embel-embel haji,habib dst) memang mengedepankan kinerja daripada pencitraan. Ini yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan presiden sebelumnya,pembaca paham kan siapa dia??hehe). Kinerja presiden Jokowi adalah fokus membangun negeri, tidak peduli apa kritik dan caci maki lawan lawan politiknya. Semua kebijakan yang dilakukan meskipun ditolak di sana sini tetap dijalankan. Ibaratnya rawe-rawe rantas malang-malang putung.

    Mengapa Jokowi berani sedemikian tegas dan berani?Jawabannya adalah karena semua dikerjakan bukan untuk partai pengusungnya, bukan untuk dipuja-puji masyarakat, bukan untuk dianggap peduli kepada rakyat kecil apalagi sekedar dipujapuji DPR, bukan pula untuk kepentingan kelompoknya, lha wong untuk anak-anaknya saja Jokowi tidak pernah memanfaatkan jabatannya. Tidak percaya?Silakan googling di internet, dan cari apapakh anak tercantiknya masuk menjadi PNS saat ikut ujian di Solo ( berita )

    Presiden  Jokowi tegas dan berani menggebug serta menendang siapa saja yang hendak menghalanginya memajukan Indonesia. Bak seorang pendekar persilatan jaman dahulu, meskipun sendirian dan semua menyingkir karena ketakutan dan tergiur harta dan jabatan, Jokowi tidak. Dia tetap berjalan dalam jalan lurus dunia kepemimpinan. Dalam hal ini, kesaktian Jokowi adalah kejujuran dan kesederhanaannya. Coba saja sekali Jokowi terpeleset tidak jujur dan tergius sumpalan uang dari pengusaha Bajingan di negeri ini, maka hancurlah beliau.

    Kesaktian berikutnya adalah soal ketenangan. Salah satu karakter tokoh silat yang sakti mandra guna adalah tenang. Dia tidak akan terburu-buru bertindak apalagi berbicara. Pendekar Sakti sudah sangat paham seberapa tingkat bahaya yang ditimbulkan dari beberapa gerakan musuhnya. Dia tidak akan mengumbar tenaga dan energinya. Namun jika dirasa bahwa bahaya yang mengancam itu berkadar tinggi, maka dengan sekali gebug dan tendang, hancur leburlah si pembuat onar.

    Demikian juga dengan Jokowi, beliau paham seberapa “tingkat bahaya” yang tertimbulkan dari semua kejadian disekitarnya. Beliau melihat masih dalam tarap gangguan, belum ancaman. Maka, seperti juga saat menonton film dan mendengarkan Sandiawara Radio (penulis suka Saur Sepuh), orang-orang disekitar dibuat gemas. Seolah-olah si pendekar mendiamkan, namun sejatinya sedang menyiapkan ajian pamungkas untuk menggebug dan menendang lawannya.

    Bukakah Jokowi juga bersikap dan bertindak demikian? Apakah selama ini kita pernah meendengar dan melihat tindakan oratif dan demonstrativf Jokowi? Bukankah kita semua, masyarakat Indonesia ini  juga dibuat gemas dengan tindakan dan sikap Jokowi? Namun pada waktunya, Jokowi bertindak diluar nalar manusia Indonesia, saat semua gelisah dengan aksi demo angka togel, dan banyak yang menyarankan beliau menghindar, malah dengan entengnya menyibak massa dan mengambil alih panggung ( info )? Ingatkah saat putusan vonis Ahok karibnya, Jokowi malah dolan ke Papua?

    Itu semua dilakuakan bukan tanpa perhitungan. Itu semua dilakukan dengan jiwa pendekar, dengan naluri ksatria pilih tanding. Yakinlah bahwa Jokowi, presiden kita itu bak Brama Kumbara, yang sering membuat pendengar gemas karena tidak segera bertindak saat ancaman datang.

    Selain fokus kerja dan ketenangan menyikapi sesuatu, maka sisi sakti pakde Jokowi berikutnya adalah ketegasan. Inilah ciri khas pendekar sakti, dia tidak akan pernah bermain-main dengan kompromi. Lihat saja, siapa presiden Indonesia yang semenjak petral lahir berani membubarkan perusahaan Jahanam yang menghisap harta Negara?Soapa coba? Bukankah ada dugaan ada yang malah ikut diam-diam mencicipi setoran  Petral? Siapa presiden yang berani membubarkan HTI sebagai ormas radikal berbahaya?Hanya Jokowi dan itu tidak pernah digembar-gemborkan. Jokowi lebih suka bertindak dan kemudian menghindar, demi pemujaan berlebihan.

    Coba bandingkan dengan presiden sebelum pakde Jokowi. Belumapa-apa sudah konfrensi pers, sedikit-sedikit curhat di media social dan malah sibuk bikin album, lha ini presiden atau artis?Coba lihat dengan mata terbuka dan jernih, adakah anak-anak Jokowi ikut berbisnis di sekitar jabatan bapaknya? Adakah anak presiden yang malah jualan martabak?Berbedakan dengan yang selalu berbaju lengan panjang dan warna biru yang sekarang lenyap ditelan bumi? Itu semua adalah wujud kesaktian pakde Jokowi.

    Dan mengakhiri tulisan ini, saya mengajak warga Negara yang waras untuk mendukung presiden dengan segala kebijakannya serta mengerti dengan semua gaya dan tindakannya. Percayalah, pakde Jokowi itu pendekar pilih tanding. Biar saja lawan-lawan politiknya nyinyir dengan segala argument, biar saja semua lawan politik merayu Tuhan untuk diajak melawan Jokowi. Percayalah Tuhan lebih pandai daripada para doctor, lebih suci dari mereka yang berdaster dan bersorban putih, jadi Tuhan lebih paham akan yang terbaik. Dan sekarang, sembari menunggu jurus-jurus sakti pakde Jokowi, mari kita semua terlibat membangun negeri sesuai dengan penggila bakti kita untuk ibu pertiwi.

    Ingat kawan, Pakde Jokowi itu pendekar Sakti untuk Bumi Pertiwi. Biarkan saja lawan-lawannya berkoar-koar disemua media, pasti pakde tidak akan mengomentari, mungkin bagi pakde, itu cuma buang-buang energy. Dan jika sudah tiba saatnya, jurus Gebug dan Tendang pakde akan menungkalkan siapa saja perusak bumi pertiwi.



    Salam Nusantara Jaya



    Penulis   :    Dony setyawan      Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Pendekar Sakti Itu Bernama Jokowi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top