728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 30 Mei 2017

    Penangkapan Riziq Berdampak Luas? Sudah Mau Ditangkap? Mana Masanya?

    Dalam sebuah talk show di I-News TV ketua tim advokasi Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Riziq Sihab, Egi Sudjana mengatakan bahwa kasus chat berbau pornografi yang menjadikan Riziq sebagai tersangka adalah rekayasa belaka. Ia juga menekankan bahwa kasus yang juga populer dengan istilah “balada cinta Rziq” itu adalah tindakan balas dendam yang membabi buta dari sejumlah oknum atas aksi-aksi bertemakan bela Islam yang dimotori oleh sang Habib (INewsTv, 2017).


    Egi juga beranggapan bahwa kasus yang dialami oleh Riziq ini akan berdampak pada kemarahan umat Islam, namun bukan semua umat Islam akan tetapi umat Islam yang tergabung di dalam FPI dan juga simpatisannya. Egi juga menganggap kasus Riziq ini serupa dengan kasus yang dialami oleh pimpinan KPK Bibi Samad Riyanti dan Chandra M Hamzah beberapa tahun silam. Karena berdampak luas bagi situasi nasional, dilakukan penghentian kasus oleh pihak yang berwenang. Egi juga beranggpan bahwa kasus Riziq akan berdampak pada kestabilan situasi nasional, karena akan ada masa pengikut FPI yang tidak terima jika Riziq nantinya ditahan (INewsTv, 2017).


    Apa yang diungkapkan oleh Egi dalam talk show tersebut jika kita lihat secara dalam merupakan kalimat serupa ancaman. Terkait akan ada masa yang tidak terima dengan penahanan Riziq, Egi mengatakan “lihat saja aksi 411,121, dan 112 itu motornya Habib”. Bahkan secara blak-blakan Egi mengungkapkan bawa Anis-Sandi tidak akan jadi pemenang pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta tanpa bantuan Rziqi dalam beberapa aksi yang dilakukan. Egi juga mengutarakan bahwa ada pertemuan antara Riziq dengan Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto jelang Pilkada 2017 lalu (INewsTv, 2017).


    Untuk masalah pertemuan tersebut silahkan pembaca langsung melakukan konfirmasi kepada Egi, saya tidak tau kapan keduanya bertemu dan saya hanya mengutip apa yang saya simak dalam acara talk show yang disiarkan secara langsung (live) oleh I-NewsTv. Sebagai seorang yang gemar dan memiliki ketertarikan untuk mengamati gaya berkomunikasi, saya berani mengambil kesimpulan bahwa ada nada ancaman yang dilontarkan oleh Egi secara tersirat, tujuannya adalah agar Polisi mempertimbangkan ulang untuk menetapkan Riziq sebagai tersangka dalam kasus chat berbau pornografi tersebut.


    Direktorat Reserse dan Kriminal (Dit. Reskrim) Polda Metro Jaya hari ini (30/05/2017) telah menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Riziq, hal tersebut telah dikonfirmasi oleh Kepala Bagian (Kabag) Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. Surat tersebut menjadi dasar penangkapan dari Riziq dan juga Polda Metro Jaya akan melakukan koordinasi dengan imigrasi untuk mencabut secara otomatis paspor Indonesia Riziq. Polda Metro Jaya juga akan berkordinasi dengan Interpol Mabes Polri untuk mengeluarkan red notice atau daftar pencarian orang (DPO) (metrotvnews.com, 2017).


    Sejak penetapan tersangka hingga surat penangkapan diterbitkan sebagai warga DKI Jakarta yang kediamannya tidak terlalu jauh dari Markas Polda Metro Jaya saya belum melihat adanya pergerakan dari masa yang katanya pendukung dari FPI dan Imam Besarnya Habib Riziq Sihab. Mungkin terlalu dini untuk melihat terjadinya pergerakan pembelaan terhadap Riziq. Namun apakah ini karena beliau masih berada di luar negeri, sehingga masanya merasa belum perlu untuk melakukan aksi yang membuat jalan macet dan menganggu aktifias warga DKI Jakarta lainnya?


    Saya sempat berdiskusi dengan kawan-kawan saya tentang hal ini, baik dengan mereka yang setia mendukung dan siap membela Habib Riziq maupun yang sangat anti terhadap beliau. Sedikit dari perwakilan kedua kubu hampir sama, menyatakan Riziq tidak perlu kembali ke Indonesia. Meski senada kedua kelompok ini memiliki alasan yang berbeda. Pendukung Riziq menyatakan biarlah beliau tetap di luar negeri, agar beliau tidak dikriminalisasi oleh polisi. Sementara itu mereka yang anti beranggapan jika beliau berada di luar negeri Indonesia akan aman dan tentram, mereka juga dengan tegas mengatakan bahwa “Indonesia tidak butuh Riziq, si biang kekacauan”.


    Namun menurut saya sebagai pemimpin yang baik Habib Riziq yang terhormat baiknya kembali ke Indonesia untuk mempertanggungjawabkan sejumlah kasus yang menjerat dirinya. Jika beliau menganggap kasus “balada cinta” adalah kasus yang sengaja dibuat-buat untuk mengkriminalisasi dirinya, kan masih ada kasus lain yang secara jelas memang dilakukan oleh beliau. Contohnya saja kasus penghinaan terhadap agama Keristen, tentang apa yang mereka imani terkait peristiwa kelahiran Isa Almasih. Kasus tersebut telah dilaporkan oleh Pengurus Pemkri, dan kasusnya masih dalam proses.


    Lagipula jika memang Riziq tidak terima, ada banyak jalur yang bisa ditempu untuk mengupayakan agar dirinya tidak terjerat hukum. Polda Metro Jaya juga sudah mempersilahkan beliau untuk menempuh jalur pra peradilan, jika memang beliau yakin ini semua hanyalah rekayasa. Tidak perlu takut, toh katanya ada tujuh juta umat dan ratusan pengacara yang siap membelakan? Pemimpin yang baik itu harus berani bertanggung jawab dengan apa yang diperbuatnya, seperti salah satu tokoh yang sempat Habib sebut dengan julukan “kutil babi.


    Penulis :  Asto Notonegoro.   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Penangkapan Riziq Berdampak Luas? Sudah Mau Ditangkap? Mana Masanya? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top