728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 18 Mei 2017

    Pembenci Jokowi adalah Kelompok Koruptor, Jangan Sampai Tertipu Mulut Manisnya !

    Semakin dewasa perjalanan bangsa ini tampak semakin banyak tekanan dan cobaan untuk mencapai kemajuan. Baik tekanan dari luar negeri dan juga cobaan dari kelompok-kelompok yang sangat terganggu  “isi priuknya” oleh pakde Jokowi.

    Pada pemerintahan sebelumnya kelompok ini berpesta pora menimbun kekayaan tetapi saat ini tidak dapat melanjutkan karena telah dihadang oleh kebijakan pakde Jokowi yang memang hidup dengan gaya sederhana tidak neko-neko dan juga pekerja keras.

    Tampak jelas kehidupan pakde Jokowi yang sederhana menurun dan ditiru oleh anak-anaknya jika sebelumnya harus dijaga ketat oleh PASPAMPRES (Pasukan Pengamanan Presiden) tetapi untuk anak-anak pakde Jokowi tidak seperti itu, misalnya Anak pertama Gibran Rakabuming Raka yang lebih menyukai menjalani aktifitasnya tanpa pengawalan dari PASPAMPRES.

    Selain itu Gibran yang merupakan anak sulung pakde Jokowi lebih memilih menjalankan usaha kuliner sederhana seperti katering dan usaha martabak daripada memanfaatkan posisi sebagai anak presiden untuk mendapatkan mega proyek triliunan rupiah. Saya sangat yakin jika Gibran mau merebut dan memainkan proyek besar bukan hal yang sulit untuk mencapainya.

    Berikut petikan berita dari www.bangka.tribunnews.com tentang Gibran anak sulung pakde Jokowi :

    Putra pertama Presiden Jokowi ini memang beda. Selama berada di Manado, pria bernama lengkap Gibran Rakabuming Raka ini lebih memilih naik mobil rental.

    Hal itu terungkap saat Gibran bersama manejemen Markobar Manado menyambangi Kantor Surat Kabar Harian Tribun Manado, Sabtu (10/12/2016).

    Gibran tiba di Kantor Harian Tribun Manado menumpang mobil rental jenis Totoya Avanza.

    Dalam pembicaraan ringan bersama Pimred Tribun Manado Ribut Raharjo, Gibran mengaku memilih naik mobil rental lebih praktis.

    Saat mendarat di Bandara Sam Ratulangi Manado, ia sendiri yang berinisiatif untuk sewa mobil rental di bandara untuk aktivitasnya selama ada di Manado.

    Bukan hanya itu saja, pria yang dikenal irit bicara ini lebih suka kesana-kesini tanpa dikawal Paspampres.

    “Tak usalah. Tak perlu juga kan.”

    Kunjungan Gibran kali ini ke Manado yaitu untuk melihat perkembangan bisnis martabak Markobar miliknya.

    Respon positif warga Manado dengan bisnis Markobar membuat Gibran berencana menambah satu lagi gerai di Kawasan Bisnis Megamas Manado.

    Saya rasa kesederhanaan seperti ini sangat sulit dicari dari dahulu sampai sekarang di seantero bumi. Periode sebelumnya kita sering mendapatkan kabar bahwa anak penguasa itu harus dikawal oleh barikade pengamanan yang sangat ketat ditambah lagi pernah terdengar kabar bahwa satu proses penerbangan pesawat harus tertunda sampai 20 menitan karena seorang anak presiden belum menaiki pesawat yang merupakan perusahaan plat merah.

    Biasanya dalam dunia penerbangan adanya penundaan disebabkan cuaca yang tidak bersahabat bukan karena anak penguasa yang terlambat bangun sehingga mengorbankan kepentingan khalayak ramai.

    Miris dan sangat menyedihkan sekali melihat realitas masa lalu yang sangat sok jago atau patentengan oleh karena dirinya adalah anak penguasa kala itu.

    Kesederhanaan Kunci Jiwa Anti Korupsi

    Korupsi memang sudah mengakar di setiap perjalanan perkembangan bangsa ini. Hampir diseluruh penjuru negeri sudah terindikasi tindakan korupsi mulai dari pejabat desa/kelurahan sampai pemerintahan pusat, Yudikatif sebagai lembaga hukum negara selayaknya tidak terkena kasus ternyata tidak bisa dipungkiri lembaga ini juga terindikasi terkena kasus korupsi dan yang terakhir lembaga terkorup saat ini adalah lembaga legislatif.

    Saya tidak perlu lagi untuk membahas lebih rinci tentang kasus korupsi yang telah terbukti sah dan menyakinkan melalui proses hukum terkena terhadap oknum-oknum anggota legislatif.

    Terbukti, Sudah banyak oknum-oknum (katanya) wakil rakyat tetapi mencuri uang rakyat yang menderita menjalani kehidupan yang terkesan dimiskinkan secara sistematis dan massif oleh para kaum cecunguk yang bersifat koruptif.

    Tetapi para cecenguk koruptif itu saat ini merasakan kepedihan dan kemelaratan oleh karena ketatnya sistem yang dibuat oleh pemerintahan pakde Jokowi sehingga timbul perencanaan dari kelompok perampok uang rakyat untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah telah dipilih oleh mayoritas masyarakat Indonesia.

    Rencana kudeta dan menjatuhkan presiden Jokowi telah berulang kali santer terdengar mau dieksekusi tetapi tetap harus tertunda mungkin sampai lebaran kuda oleh kepiawaian, kecerdikan dan kecerdasan dari pakde Jokowi.

    Apa yang saya sampaikan ini juga diakui oleh salah satu senator DPD dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur bernama Andrianus Garu yang menegaskan bahwa para kelompok perampok uang rakyat saat ini tengah dilanda kecemasan dan sindrom stress sehingga diambang kegilaan oleh karena tidak dapat bergerak sehingga target kekayaan pribadi yang ingin dicapai akhirnya tertutup diperiode kepemimpinan pakde Jokowi.

    Berikut petikan berita dari www.metrotvnews.com tentang pernyataan Adrianus Garu sebagai berikut :

    Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Adrianus Garu menilai, saat ini banyak politikus dan elite politik yang merasa tidak nyaman dan terusik bisnisnya karena kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    Ketidaknyamanan tersebut, kata Adrianus, karena  perilaku menyimpang, menghalalkan segala cara, korupsi, yang biasa dilakukan oleh elite politik kini telah dikunci dan dibatasi Jokowi. Sebagai balasannya, setiap hari mereka berteriak hendak menggulingkan Jokowi.

    “Banyak politikus yang terusik dan ‘sakit jiwa’ karena Presiden Jokowi.‎ Kebiasaan bancakan pasal dan bancakan uang rakyat demi kepentingan pribadi dan kelompok, dikunci Jokowi. Hal inilah yang membuat mereka marah,” ujar Andre, sapaan Adrianus, dalam keterangan tertulis, Selasa, 16 Mei 2017.

    Andre mengkritisi ‎politikus Partai Gerindra Muhammad Syafi’i yang meminta masyarakat agar mendesak MPR dan DPR menggelar sidang istimewa guna mencabut mandat Presiden Jokowi. Jokowi dituding menyimpang dari sumpah jabatannya, yakni tidak lagi setia dengan Pancasila, UUD 45, melanggar peraturan perundang-undangan dan tidak lagi mengutamakan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.

    Andre menjelaskan, karena tidak suka dengan Jokowi,  para elite tersebut kemudian memprovokasi dan menghasut masyarakat.‎ Mereka terus memprovokasi masyarakat agar terpancing menggulingkan Jokowi. Berbagai isu miring yang tidak ada faktanya pun dilempar ke publik. Tujuannya hanya memancing kemarahan masyarakat supaya ikut menggulingkan Jokowi. Padahal, kata Andre, teriakan-teriakan itu terjadi karena lahan bisnis kotor ditutup Jokowi.

    Lebih lanjut, Andre meminta agar seluruh lapisan masyarakat Indonesia tidak percaya begitu saja ajakan dari politikus kotor.

    ‎”Saya selaku senator mengajak rakyat Indonesia bersatu untuk menolak politikus dari partai yang mau memecah belah bangsa. Rakyat harus sadar, jangan salah pilih dalam Pemilu 2019. Jangan menjadi musang berbulu domba, dan mengadu domba rakyat karena gagal menggolkan kepentingan mereka,” ujar Andre menegaskan.

    Politik Identitas dengan menaikkan isu SARA memang sangat laris untuk diperjualbelikan di kalangan masyarakat Indonesia yang religius tetapi gampang terbakar amarah oleh adu domba para kelompok intoleran dan perampok uang rakyat.

    Isu SARA mengakibatkan bangsa saat ini tengah terpecah-belah yang menimbulkan pengkotak-kotakan jelas tampak dipermukaan. Beberapa oknum tokoh bangsa yang sangat dihargai dan menjadi panutan tidak pelak ikut memperkeruh keadaan bangsa saat ini.

    Isu SARA yang digodok dan digoreng sangat laris menjadi hidangan masyarakat melalui media abal-abal yang tidak berlisensi dan tokoh masyarakat rindu kekayaan duniawi sehingga masyarakat menelan bulat-bulat provokasi dan propaganda tersebut.

    Saat ini para kaum intoleran, perampok uang rakyat dan tidak terlupa kelompok mafia yang terusik bisnisnya sedang bahu-membahu dan bergandengan tangan untuk menjatuhkan pemerintahan pakde Jokowi.

    Sudah saatnya kita masyarakat Indonesia yang cinta akan pemerintahan yang bersih, transparan dan merakyat tidak tinggal diam istilah Silent Majority harus kita ubah menjadi sebuah gerakan nyata mendukung dan berjuang bersama pemerintahan Pakde Jokowi membangun bangsa ini.

    Kita Indonesia jangan mau diadu domba oleh mereka yang haus akan kekuasaan, haus akan kekayaan melimpah dan rindu akan kehancuran Indonesia.

    Jokowi adalah Kita, Kita adalah Indonesia.

    Merdeka…

    Penulis : Suwandi Poerba   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Pembenci Jokowi adalah Kelompok Koruptor, Jangan Sampai Tertipu Mulut Manisnya ! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top