728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 01 Mei 2017

    Pembakaran Karangan Bunga Dibalas Aksi Menyalakan Lilin Di Balai Kota, Anarkis Dibalas Damai

    Gerakan mengirim karangan bunga ke Balai Kota untuk Ahok-Djarot memang tidak berakhir manis. Buruh membakarnya dengan alasan membantu Gubernur bersih-bersih. Alasan ajaib yang lebih ajaib dari karpet yang bisa terbang dan bicara.

    Coba hal ini terjadi pada kaum bumi datar. Pasti mereka langsung teriak-teriak dan main balas dengan cara yang sama : main bakar. Bayangkan bila karangan bunga di Balai Kota merupakan ucapan selamat untuk Anies dan dibakar buruh. Bisa-bisa besok buruh dibokot kayak Sari Roti.

    Nah, lihatlah apa yang dilakukan oleh warga Jakarta dalam membalas aksi ini. Sejumlah warga berkumpul dan menyalakan lilin di depan Balai Kota malam ini. Mereka mengaku prihatin atas pembakaran karangan bunga Ahok-Djarot saat aksi buruh pada siang tadi.

    “Ini bentuk prihatin pembakaran karangan bunga. Kita nggak setuju cara seperti itu. Marilah kita fair saja. Apapun yang kami lakukan, status Pak Ahok tak lagi berubah, nggak ada Pilkada ulang,” ujar salah seorang peserta aksi, Rusli

    Lihat bukan? Inilah yang namanya orang yang waras dan masih memiliki logika. Bukan orang yang entah mengapa melihat karangan bunga malah membakar. Orang waras tidak akan main bakar sana-sini. Kaum bumi datar mana mengenal ‘aksi damai’. Bagi mereka demo anarkis itu ‘aksi damai’. Logika tidak berlaku bagi mereka.

    Para warga yang ikut aksi ini menepis bahwa mereka ini merupakan pendukung Ahok-Djarot. Mereka mengaku bahwa inisiasi aksi ini berasal dari WhatsApp.

    “Bukan relawan, sudah bercampur. Kami spontanitas, hanya info di WA (WhatsApp) saja,” tutur Rusli.

    Aksi ini digelar masyarakat sebagai bentuk kekecewaan atas tindakan buruh. Padahal, karangan bunga yang dibakar merupakan ungkapan perasaan warga.

    “Bentuk kecewa, kenapa harus bakar-bakar, itu ungkapan perasaan warga melalui karangan bunga,” sebutnya.

    Tentu saja orang kecewa dan marah. Mengapa karangan bunga yang merupakan ucapan terima kasih dibakar? Padahal karangan bunga itu masih memiliki harga dan bisa dijual kembali ke tukang papan bunga dengan harga 50 rb. Entah logika para buruh ditaruh dimana.

    “Sayang saja. Karena papan bunga bekas bisa dijual Rp 50 ribu ke toko bunga kembali,” kata Ahok

    “Malahan katanya bisa Rp 100 ribu jika sampai ditoko bunganya dan masih bagus dan buat dipakai lagi,” ujar Ahok.

    Sementara itu, peserta lain yang mengaku bernama Anastasia, menyebut aksi ini dilakukan karena mendapat info dari media sosial soal pembakaran karangan bunga. Seharusnya, aksi buruh tak ada kaitannya dengan Ahok.

    “Dapat berita dari sosmed pembakaran bunga oleh buruh. Kami menghargai buruh tapi kenapa larinya ke Ahok,” jelas Ana.

    “Sebenarnya kita ada kegiatan di RPTRA Kalijodo karena hujan jadi nggak jadi. Ini masyarakat bercampur. Kita umumin di Kalijodo mau ada aksi ini. Dari masyarakat ya,” imbuhnya.

    Kita masih bisa senang karena kebanyakan masyarakat masih waras dan tidak membalas tindakan sinting buruh dengan cara yang sama. Yang para warga lakukan dalan dengan menyalakan lilin di Balai Kota : gerakan damai. Apakah gerakan ini akan berlanjut hingga ribuan lilin seperti karangan bunga kita belum tahu.

    Entah bagaimana perasaan kaum bumi datar yang sempat senang karena karangan bunga Ahok dibakar. Ternyata masyarakat banyak tidak menyenangi aksi itu dan malah membalas dengan aksi menaruh lilin di Balai Kota secara berjemaah. Aksi ini spontan lho, tidak diimingi nasi bungkus pake telor.

    Lilin dibayar sendiri, transport dibayar sendiri. Mana mau kaum bumi datar membayar sendiri biaya demo dan aksi mereka. Tidak ada donatur maka tidak ada aksi. Oleh karena itu hampir tidak ada karangan bunga untuk Anies padahal dirinya yang menang. Menangnya pake cara titik-titik kok, siapa yang rela keluar duit lagi untuk mereka?

    Bila aksi menyalakan lilin ini dapat berlangsung hingga berhari-hari maka penghinaan kepada lawan Ahok akan menjadi-jadi. Mendapat karangan bunga hingga ribuan, sekarang saat karangan bunga dibakar mendapatkan lilin. Nama Ahok begitu harum hingga warga rela merogoh kocek hanya untuk menghargai beliau.

    Akhir kata, inilah bukti pemimpin yang benar-benar dicintai masyarakat, bukan pemimpin yang dipilih karena pandai berkata-kata.


    Penulis :  Evan kurniawan   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Pembakaran Karangan Bunga Dibalas Aksi Menyalakan Lilin Di Balai Kota, Anarkis Dibalas Damai Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top