728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 26 Mei 2017

    Orang Sinting dan Tolol yang Bilang Bom Teroris itu Rekayasa

    Saya kira sudah banyak berseliweran di media sosial yang mengatakan bom teroris itu hanya rekaya atau settingan semata. Apalagi mengatakan kalau kepolisian dan pemerintah ada dibalik itu semua. Bukankah dengan adanya bom maka akan terjadi kekacauan yang berimbas pada ketidakpastian investor dan turunnya nilai ekonomi. Dan justru kepolisianlah yang dibuat paling repot dengan itu semua. Belum lagi korban yang berasal dari aparat keamanan itu sendiri. Jadi merekayasa kekacauan dinegeri ini sama saja menyakiti  pemerintahan dan aparat keamanan itu sendiri.

    Tuduhan murahan seperti itu hanya bisa dilontarkan oleh mereka yang memiliki sepahaman dengan radikal teroris atau oleh mereka yang senang dengan kekacauan yang terjadi di negeri ini. Para penganut islam garis keras sejatinya memang tak pantas disebut beragama islam. Karena sebenarnya mereka itu telah mengadopsi pemikiran dan perbuatan yang jauh dari nilai-nilai agama islam.

    Allah SWT sangat mengutuk perbuatan bunuh diri dengan alasan apapun. Kematian yang dinyatakan sebagai mati syahid hanya untuk kondisi peperangan melawan musuh, bukan menyakiti diri sendiri dengan cara bunuh diri. Bukan surga yang akan mereka dapatkan melainkan kesia-siaan dan bahkan siksa neraka karena dengan kematiannya juga menyeret beberapa nyawa manusia yang tak berdosa.

    Mungkin ada keterkaitan antara dikuasainya kota muslim di Filipina oleh ISIS dengan bom di Inggris yang juga berimbas di Jakarta. Jaringan radikal di dunia memang sudah layaknya diberantas dan itu harus menjadi fokus bersama. Bukan hanya oleh kepolisian, tapi oleh pemerintah, TNI dan semua warga. Kita harus saling bahu membahu mengingatkan teman dan kerabat kita untuk kembali ke jalan yang benar jika mereka mendapat doktrin murahan atau ajaran sesat para radikal.

    Saat ini kita masih bertanya-tanya siapa dalang dibalik ini semua. Ada yang mengaitkan dengan ISIS dan sebagainya. Tapi di Indonesia sendiri meski tak bersenjata, bibit-bibit radikal itu tampak tumbuh subur. Maka keputusan pemerintah untuk membubarkan ormas HTI sangatlah tepat. Kadang saking tak habis pikirnya saya bertanya-tanya siapa orang atau kelompok dibalik ISIS, HTI dan islam radikal lainnya.

    Ajaran yang mereka bawa tak mencerminkan islam sesungguhnya malah lebih berbau politik dan ekonomi. Secara logika kalau terjadi kekacauan di suatu negara apalagi mengarah pada pemberontakan dan penggulingan pemerintah yang sah. Maka ada pihak lain bisa jadi di luar negara tersebut yang merasa diuntungkan dengan pengambilalihan sisi ekonomi melalui politik penggulingan kekuasaan yang sah. Nantinya pemerintah baru yang dibentuk akan memberi keuntungan banyak bagi kelompok tersebut.

    Jadi sudah jelas kalau agama cuma topeng dibalik motif sesungguhnya untuk mengacaukan negara dan mengambil alih pemerintah yang sah. Kita sebagai rakyat sipil jangan mau dibohongi oleh mereka-mereka yang beralasan dakwah atau jihad tapi ada motif lain dibalik itu semua. Cara mengetahui bagaimana ormas itu baik atau tidak dengan mengusut tujuan dari dakwahnya. Kalau ada motif mengganti demokrasi dengan khilafah atau motif mengganti pancasila dan UUD 45 dengan hukum syariat yang ujungnya bentrok dengan pemerintah. Maka sudah jelas itu bukan ormas murni agama melainkan hanya kedok belaka.

    Para ormas radikal tersebut memang menghendaki kekacauan di suatu negara. Mungkin ada ucapan prihatin dari mereka dan sebagian lagi memfitnah kalau pemerintah yang merekayasa kekacauan di negeri sendiri. Tapi, kita sebagai rakyat sipil jangan mau diadu domba dengan berita murahan yang sebenarnya untuk menutupi kedok mereka sesungguhnya. Betapa tolol dan sintingnya kalau ada orang atau oknum yang percaya dengan fitnah yang ditujukan pada pemerintah dan kepolisian yang justru menjadi korban dari bom yang terjadi.

    Selain pihak radikal tersebut, ada sebagian rakyat atau pejabat yang duduk dalam posisi oposisi pemerintah yang tak kalah menyedihkan. Kalau sebelumnya mereka mendukung demo-demo oleh kelompok radikal, bisa jadi mereka memiliki pandangan yang sama dengan mereka. Mereka semua senang melihat negeri ini kacau. Tapi, saya yakin Tuhan masih menyayangi rakyat Indonesia dan akan melindungi pemerintah dan aparat keamanan dari fitnah keji mereka. Kedepannya kita samakan presepsi jika ada yang mengatakan bom bunuh diri yang mengakibatkan korban berjatuhan dan hilangnya nyawa manusia tak berdosa itu rekayasa dan settingan. Maka orang tersebut pastilah kalau bukan tolol karena termakan isu bodoh atau sinting karena tak bisa menjadi bagian dari pemerintah dan aparat keamanan yang baik.

    Begitulah kura-kura.


    Penulis :  Niha   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Orang Sinting dan Tolol yang Bilang Bom Teroris itu Rekayasa Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top