728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 25 Mei 2017

    Miris! Pawai Obor, Tapi Nyanyinya ‘Bunuh Si Ahok Sekarang Juga’

    Kemarin diadakan pawai obor di sejumlah titik di ibukota yang digelar sejimlah ormas Islam. Namun ada insiden mengerikan yang terjadi di mana bom meledak di kawasan Kampung Melayu yang menewaskan 2 orang dan melukai beberapa orang polisi. Tapi bukan ini yang akan saya bahas kali ini karena sudah dibahas ramai-ramai oleh beberapa penulis lain yang saya rasa cukup lengkap.

    Saya menonton sebuah video yang kelihatannya direkam. Sangat miris menonton video tersebut, seolah tak percaya dengan apa yang saya tonton. Video tersebut memperlihatkan pawai di mana sekelompok anak-anak melantunkan nyanyian dengan lantang. Lagi tersebut adalah lagu Ibu Sud yang berjudul ‘Menanam Jagung’ tapi sudah dimodifikasi atau diplesetkan. Liriknya digantikan lirik membunuh Ahok.

    “Bunuh, bunuh, bunuh si Ahok. Bunuh si Ahok sekarang juga,” teriak anak-anak kecil tersebut. Menurut keterangan yang ditulis oleh sebuah akun di Facebook, peristiwa ini terjadi saat pawai obor digelar di sepanjang Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat. Video ini pun mendapatkan kecaman dari warganet. Hampir mayoritas dari mereka menyayangkan peristiwa tersebut dan mengecam pihak-pihak yang membiarkan nyanyian tersebut dilantangkan oleh anak-anak kecil. Silakan tonton video di bawah.

    Kalau orang lain miris dan mengecam, saya mengatakan yang menyanyikan lagi itu sungguh tidak waras. Padahal sebentar lagi akan menyambut bulan puasa, tapi kelakukan dan otaknya seolah tidak sinkron. Bulan puasa adalah bulan di mana seseorang menahan hawa nafsu, lapar dan haus serta emosi. Ini yang mereka lakukan malah sebaliknya, menebar kebencian dan dendam. Dan yang paling disayangkan adalah anak-anak yang menyanyikan lagu tersebut. Kenapa malah dibiarkan, dan saya juga bertanya-tanya apakah orang dewasa tidak mengetahui ini dan tidak melarang sama sekali?

    Ini sudah sangat memprihatinkan. Anak kecil melakukan hal seperti ini, bagaimana kalau sudah besar? Mau jadi preman, atau yang itu tuh. Masih kecil tapi sudah dijejali dengan doktrin beginian, bunuh-bunuhan seolah itu hal biasa. Masih kecil teriak bunuh, sudah besar teriak apa lagi?

    “Ini adalah dampak nyata akibat tidak adanya kontrol terhadap etika warga negara dalam beragama. Semua yang dikatakan guru dan ustaz selalu dianggap benar, walaupun sudah kelewatan dan menyimpang jauh dari ahlak ajaran agamanya. Mereka resisten terhadap kritik dengan bersembunyi di balik kekuatan dominasi mayoritas,” ujar seorang pengguna Facebook.

    Saya juga tak mengerti pawai obor ini sebenarnya tujuannya apa? Menyambut bulan Ramadan atau mau menebar keresahan dengan nyanyian bunuh-bunuhan? Kalau menyambut Ramadan, kenapa teriak-teriak bunuh? Bingung juga melihat orang-orang seperti ini. Dewasa tapi berpikiran seperti anak kecil, tapi anak kecil pun sudah bisa berteriak bunuh segala. Pusing kan? Sama, saya juga. Intoleransi sudah ditanamkan sejak kecil, maka jangan heran ketika sudah besar nanti, mereka inilah yang menjadi sumber perpecahan bangsa jika tidak segera diantisipasi.

    Beberapa hati terakhir, dunia dikejutkan oleh serangkaian tindakan teroris. Bom meledak di Manchester, Inggris di konser Ariana Grande. Lalu dilanjutkan dengan ledakan bom di rumah sakit di Bangkok (diinfokan teman saya di Bangkok). Lalu serangan pasukan ISIS di kota Marawi Filipina sehingga kota itu berstatus darurat militer. Dan yang terakhir ledakan bom panci di Kampung Melayu Jakarta. Satu kesamaan, pelaku ini ingin menyebarkan keresahan dan ketakutan, bahkan tidak segan-segan dan tidak peduli jika harus menghilangkan nyawa tak berdosa. Mengapa ini bisa terjadi, ada orang yang begitu bodohnya bunuh diri dengan meledakkan diri sendiri? Ya karena sudah dicuci otak dengan konsep intoleransi dan doktrin lainnya. Ini adalah kasus contoh intoleransi dalam level ekstrim. Tujuannya adalah menciptakan gesekan dan perpecahan seperti yang terjadi di Marawi.

    Saya juga melihat adanya pergeseran fokus di mana saya heran banyak anak-anak yang paham masalah politik, dan ada juga yang ikut-ikutan aksi dan demo, serta bertindak melebihi kapasitasnya sebagai anak-anak. Apakah orang tuanya sama sekali tidak khawatir? Bahkan saya membaca di media sosial di mana anak-anak sekarang lebih hafal lagu Mars partai anu ketimbang lagu Indonesia Raya. Ini juga merupakan bukti betapa anak-anak zaman sekarang dijejali dengan apa yang tidak semestinya. Otak diasup dengan makanan yang seharusnya untuk dewasa. Jadilah seperti sekarang, sok paham politik, so paham dengan situasi negara, dengan mudahnya teriak bunuh, dengan gampangnya mempraktekkan intoleransi terhadap sesama.

    Dan hebatnya, teriak bunuh seperti ini seolah sudah lumrah terjadi di negara ini. Seenaknya mengatakan itu, seolah semuanya akan baik-baik saja tanpa tersentuh hukum. Sudah saatnya pemerintah memberikan perhatian yang lebih serius lagi terkait ini. Ini bisa menjadi salah satu akar perpecahan bangsa kalau dibiarkan berlarut-larut. Di satu sisi beberapa pihak melontarkan semangat intoleransi, pemerintah harusnya jauh lebih semangat untuk membasmi paham ini.

    Bagaimana menurut Anda?

    Penulis : Xhardy    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Miris! Pawai Obor, Tapi Nyanyinya ‘Bunuh Si Ahok Sekarang Juga’ Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top