728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 21 Mei 2017

    Menyibak Misi Sudirman Said Dalam Tim Sinkronisasi

    “kehidupan itu seperti roda, kadang bisa diatas kadang bisa juga dibawah. Tapi kalau dibawah aku takut kelindes, jadi rodanya aku ganjal supaya aku bisa tetap diatas. Doakan aku supaya kali ini berhasil ya…”



    Setelah lama tak terdengar kabar beritanya, mantan Menteri ESDM yang memblow-up kasus “Papa minta saham,” Sudirman Said, kini muncul lagi sebagai ketua tim sinkronisasi Anies-Sandi. Tugas pokok Sudirman Said adalah menyusun referensi dan “menerjemahkan” program dan janji kerja Anies-Sandi dalam RAPBD (Rencana Anggaran Pembangunan Belanja Daerah) dan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2017-2022.

    Lalu terdengarlah bisik-bisik mengenai pengangkatan SS ini sebagai ketua tim sinkronisasi Anies-Sandi yang didukung oleh duet Gerindra-PKS itu. Sang pembisik lalu berbisik lagi, mengapa ketua tim pembisiknya eh sinkronisasinya bukan orang Gerindra atau orangnya pak Prabowo? Bukankah SS ini orangnya “Om Jack?” Jangan-jangan, ah jangan-jangan….

    Karir SS ini memang tergolong luar biasa. Walaupun berlatar belakang akutansi dan gelar MBA saja, tetapi SS “mampu mengurus” sebuah universitas (Rektornya kemudian menjadi menteri), kemudian malang melintang di dunia teknis seperti Badan Pelaksana Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh-Nias, Pertamina, beberapa perusahaan enerji dan minyak swasta. Hebatnya lagi pencapaian itu diraihnya dalam usia yang masih relatif muda! Pada 4 Juni 2014, Sudirman Said kemudian menjabat sebagai Direktur Utama Pindad dan kemudian Menteri ESDM.

    Orang bilang, dibalik kehebatan seorang lelaki sukses pasti selalu ada seorang wanita tangguh yang menopang kesuksesan lelaki tersebut. Demikian juga dengan SS ini. Namun kali ini lompatan kesuksesan itu tidak terlepas juga dari bantuan seorang “dalang sakti” yang telah lama malang melintang, dan tetap mampu eksis dalam berbagai dinasti kekuasaan di negeri ini. kesuksesan SS ini mustahil bisa didapat tanpa bantuan sang dalang tersebut!

    ***

    “Don’t judge a book by its cover” adalah istilah yang populer dipakai agar kita tidak memandang rendah seseorang dari penampilan luarnya saja, karena mungkin saja prestasinya jauh lebih hebat dari penampilannya itu. Tapi kali ini penulis memakainya dalam pengertian sebaliknya! Negeri kita ini adalah negeri dongeng dimana “buah semangka berdaun sirih!” Banyak kasus orang yang dikira hebat, eh gak taunya tidak ada apa-apanya. Kasus From hero to zero banyak terjadi di negeri ini. Soeharto yang dulu disebut “Bapak pembangunan” itu, ternyata disebut sebagai seorang penjahat pada jaman reformasi.

    Daftar tokoh From hero to zero lainnya cukup banyak. Ada Mario Teguh, Irman Gusman, Gatot Brajamusti, Dimas Kanjeng Taat Pribadi plus Marwah Daud dan beberapa tokoh lainnya yang bisa ditambahkan namanya untuk mengisi top forty para tokoh “Indonesian classic From Hero to Zero” Jangan lupa juga menambahkan nama Akil Mochtar dan Patrialis Akbar atau mantan Menteri Agama, Suryadharma Ali dan Said Agil Husin Al Munawar kedalam list! Para tokoh-tokoh ini semula dipuja, lalu kemudian ditinggal setelah “belangnya” ketahuan. “Apakah belang itu baru nemu?” tentu saja tidak! Belang selamanyalah belang. Dia tidak kelihatan hanya karena bisa ditutupi. Ketika tutupnya terlepas, maka belang itu akan kelihatan…

    Portofolio SS yang tadinya mentereng itu mendadak sirna, justru ketika dia berada di puncak kekuasaan sebagai boss ESDM! Beberapa daftar yang membuat rapornya merah itu antara lain, dia berusaha membujuk Big Bos untuk meneken perpanjangan kontrak Freeport pada 2014 kemarin, padahal seharusnya negosiasi perpanjangan kontrak tersebut paling cepat dapat dilakukan pada 2019. SS lalu membuat kegaduhan baru lagi dengan PLN dan pada proyek pembangunan kilang LNG di Blok Masela.

    Nah, isu pertikaian SS dengan PLN itu mirip-mirip dengan kehadiran SS sekarang ini di tim sinkronisasi untuk menyusun RPJMD. Pada 10 Juni 2016 lalu, Menteri ESDM ini mengeluarkan keputusan Nomor 5899 K/20/MEM/2016 tentang pengesahan RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) PLN Tahun 2016-2025, yang mencantumkan proyek kabel listrik bertegangan tinggi bawah laut jaringan listrik Jawa-Sumatera HVDC 500 KV. Padahal PLN sendiri mempertanyakan urgensi proyek tersebut karena dianggap tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini. Ketika itu pembisik berkata bahwa proyek tersebut adalah untuk kepentingan bos. Tak lama kemudian, SS dipecat!!

    ***

    Sebelumnya Anies-Sandi selalu bersikukuh akan menutup proyek reklamasi Teluk Jakarta. Memang bagi timses Anies-Sandi dan orang-orang yang “sok teu,” reklamasi memang menjadi komoditi yang ampuh untuk menjatuhkan citra Ahok. Tak banyak yang tahu kalau reklamasi ini sudah dimulai sejak jaman pak Harto pada 1995 lalu. Kehebohan terjadi ketika Ahok memaksa pengembang untuk memberikan kontribusi 15% dari nilai NJOP kepada Pemprov DKI, untuk membangun Rusunawa di pulau reklamasi. Menjelang Pilkada, isunya adalah Ahok membangun reklamasi untuk asing dan aseng….

    Kemarin, SS sudah mulai berencana untuk mengkaji proyek reklamasi. “Tugas kami kan mengkaji bagaimana sudah terjadi di lapangan itu tetap bermanfaat bagi masyarakat, bagi lingkungan dan juga tidak mengganggu lingkungan hidup. Syukur-syukur bisa menjadi sarana-sarana yang betul-betul dinikmati masyarakat” Itu nanti tugas kita, kata Sudirman Said di Rumah Partisipasi Anies-Sandi, Jalan Borobudur nomor 2, Menteng Jakarta Pusat senin 15/5/2017 lalu. https://www.merdeka.com/jakarta/sudirman-said-segera-kaji-reklamasi-teluk-jakarta.html

    Menarik untuk melihat sepak terjang SS “spesialis proyek” pada proyek reklamasi ini. Kalaupun proyek ini berlanjut (seharusnya memang harus berlanjut) mustahil rasanya kontribusi 15% yang diminta Ahok itu terlaksana. Idealnya memang kembali ke konsep semula. 5% disetor untuk Pemprov DKI, sedangkan 5% lagi masuk kantung menjadi bancakan ramai-ramai. Kini semuanya happy. Pengembang happy. Gubernur baru cukup happy dengan 5% kontribusi dari pengembang. Setelah terlalu lama berpuasa, kini anggota Dewan happy juga. “Warga juga happy” karena berhasil menggagalkan Ahok menjual pulau reklamasi kepada aseng…

    Kalau proyek reklamasi ini berlanjut, maka tugas SS akan bertambah sedikit. Pengembangnya pasti tetap sama, tetapi tidak dengan kontraktor dan supliernya! SS tidak boleh lupa. Gurita bisnis “Om Jack” memang berada di proyek. Mulai dari Ready mixed, Alat-alat berat, Civil, Mechanical dan Electrical works termasuk dredging untuk keseluruhan proyek reklamasi bernilai triliunan rupiah ini bisa di support Om Jack and his company….

    Akhirnya menarik untuk mengamati kiprah gubernur baru nantinya. Akankah segala program kerja dan janji-janji Anies-Sandi ketika kampanye kemarin dapat terealisasi? Anehnya, ketika Anies-Sandi belum lagi dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur, orang-orang dibelakang kesuksesan mereka kemarin itu sudah sibuk merancang bancakan yang sama sekali tidak sesuai dengan janji-janji Anies-Sandi ketika kampanye dulu. Lantas timbul pertanyaan, siapakah sebenarnya Gubernur DKI Jakarta yang baru…?

    Salam Seword

    Penulis   :    Reinhard F Hutabarat   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Menyibak Misi Sudirman Said Dalam Tim Sinkronisasi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top