728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 23 Mei 2017

    Menjadi Istri Seorang Pejuang Tak Pernah Memalukan

    Menjadi Istri seorang pejuang tidak pernah memalukan. Dan air mata dari Istri seorang pejuang tidak pernah murahan.

    Istri seorang pejuang, siapakah yang akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata. Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan pernah kekurangan pertolongan.

    Suaminya tahu bahwa ia dapat mengandalkannya. Ia tahu bahwa Istrinya yang setia akan selalu ada untuk menolongnya di kala susah.

    Ia berbuat baik kepada suaminya, dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya. Karena di dalam hatinya ia tahu apa yang suaminya perjuangkan.

    ***

    Istri seorang pejuang mengikatkan pinggangnya dengan kekuatan. Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, dan mengulurkan tangannya kepada yang miskin.

    Istri seorang pejuang tidak menangisi apa yang melekat di badan, karena ia tahu pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan. Ia merawat dirinya dengan hikmat, dan perhiasan yang selalu ia kenakan adalah martabat.

    Anak-anaknya menyebut ia Ibu yang berbahagia, pula suaminya memuji dia. Banyak Wanita telah berbuat baik, tetapi Istri seorang pejuang melebihi mereka semua.

    ***

    Menjadi Istri seorang pejuang memang bukan tanpa air mata. Karena Istri seorang pejuang selalu hadir bersama suaminya, baik di kala senang maupun susah.

    Hari ini engkau boleh menangis. Menangislah sekencang-kencangnya, karena kelak engkau yang akan menerima bahagia. Akan ada waktunya ketika ratap dan tangis sudah tak lagi ada. Dan aku yakin, kau akan di sana bersama-sama dengan mereka yang kau cinta.

    Istri seorang pejuang tahu harga yang harus ia bayar. Ia tahu bahwa suatu saat suaminya mungkin akan mendekam di balik penjara. Tetapi ia pun tahu bahwa suaminya dipenjara bukan karena mengkhianati amanah.

    Engkau boleh menangis hari ini wahai Istri pejuang, tetapi ingat bukan mereka yang akan tertawa pada akhirnya, bukan. Sudah ada tempat bagi mereka. mereka yang memenjarakan suamimu hari ini akan mendapatkan tempatnya yang layak kelak, itu pasti.

    Hari ini air matamu boleh tumpah, tapi Bapamu yang di surga tidak pernah lupa pada anak-anak-Nya yang di dunia. Karena sejarah tidak pernah menjadi milik mereka yang mecatut nama-Nya.

    Mungkin mereka meneriakimu dan suamimu sebagai yang tak punya masa depan. Betul, pada kita memang tidak ada masa depan, sebab masa depan kita ada di dalam tangan Tuhan.

    Menjadi Istri seorang pejuang tidak mungkin dilupakan Tuhan. Karena Tuhan mengingat setiap air mata yang turun karena ketidakadilan.

    Ia, Tuhan atas semesta yang akan memelihara Istri dan anak-anak dari seorang pejuang.


    Penulis :  Nikki Tirta.   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Menjadi Istri Seorang Pejuang Tak Pernah Memalukan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top