728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 19 Mei 2017

    Mengecewakan, Kasus Munarman Terancam Tidak Bisa Dilanjutkan

    Berita yang sangat menyedihkan tentang keadilan dalam penegakan hukum di negara kita kembali terjadi, hal ini terkait dengan proses penegakan kasus hukum kepada mantan juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman sebelumnya yang di laporkan terkait pernyataan fitnah “pecalang melarang warga melaksanakan salat Jumat”.

    Yang sangat mengecewakan dikarenakan Polda Bali mengaku tidak bisa menindaklanjuti kasus hukum yang menyeret Munarman. Sebab, penyidik belum memeriksa Ahmad Hazan yang mengunggah video berisi pernyataan Munarman soal pecalang atau petugas keamanan adat Bali. Hazan merupakan tersangka utama dalam kasus tersebut. Sedangkan Munarman berstatus sebagai tersangka turut serta.

    “Kami dalam kasus ini menggunakan UU ITE, jadi belum bisa Munarman diproses dulu, dari yang mengunggah dulu yang diproses,” terang Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja di Mapolda Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar, Senin, 15 Mei 2017.

    Bila berkaca pada kasus yang sama seperti pada kasus Basuki Cahaya Purnama (Ahok) yang menjadi ramai gara-gara unggahan video yang telah diedit oleh Buni Yani, dalam proses hukum tersebut faktanya meskipun sebelumnya pelaku pengunggah video tersebut belum diperiksa oleh kepolisian, namun yang terjadi adalah objek yang ada dalam video tersebut (Ahok) yang malah diproses hukum lebih dulu bahkan langsung masuk pengadilan dan diputuskan bersalah meskipun akhirnya Ahok masih mengajukan banding. Dan sampai sekarang proses hukum terhadap Buni Yani masih berjalan namun tidak jelas juntrungnya.

    Jadi bila kita berbicara tentang keadilan, seperti prinsip hukum bahwa semua orang sama di hadapan hukum, namun kenyataan jauh berbeda. Munarman dan Ahok sama-sama objek yang ada dalam video unggahan, bila proses hukum terhadap Ahok bisa berjalan cepat dengan bukti unggahan video kenapa kasus Munarman tidak bisa berjalan sedemikian dan malah cenderung ngambang? Apakah bukti video tersebut tidak bisa digunakan seperti halnya saat memproses hukum seorang Ahok?

    Penyidik, lanjut Hengky, telah melayangkan surat pemanggilan pemeriksaan ke kediaman Hazan. Namun, tidak ada respon. Kemudian pada Februari lalu, penyidik menerbitkan surat edaran daftar pencarian orang (DPO) terhadap Hazan.

    Wakil Direktur Kriminal Khusus Polda Bali AKBP Rudy Setyawan menjelaskan akan mengawal kasus tersebut hingga Hazan dan Munarman ditahan di Mapolda Bali. Ia mengatakan penyidik secara tegas tidak akan meng-SP3-kan kasus tersebut meski dirasa sulit untuk menangkap keduanya.

    “Proses hukum akan terus berlanjut, kalau kami tahu keberadaannya akan langsung ditangkap, kita berkoordinasi dengan Polres Malang,” tandasnya.

    Pernyataan Polda itu disampaikan setelah Masyarakat Lintas Agama Bali menuntut polisi segera menindaklanjuti kasus yang menyeret mantan juru bicara FPI Munarman. Sejak penetapan status Munarman sebagai tersangka, belum ada perkembangan dari kasus tersebut.

    Hemm dan akhirnya saya pun tidak terlalu optimis bahwa proses hukum terhadap Munarman ini akan berjalan sesuai harapan masyarakat Bali, karena jika masih menunggu dan menunggu menangkap dan meminta keterangan dari sang penggunggah yakni Hazan, maka sampai lebaran kuda pun proses hukum terhadap Munarman ini akan jalan di tempat.

    Masyarakat Bali sudah terlalu baik sebenarnya dalam menanggapi kasus ini, lihat saja tekanan yang dilakukan oleh masyarakat Bali terhadap kepolisian Polda Bali tidak sebesar seperti demo menuntut Ahok dipenjara yang bahkan dilakukan oleh massa yang sangat banyak hingga aksinya pun dilakukan sampai berjilid-jilid. Seharunya kepolisian Polda Bali bisa bertindak lebih cepat dalam penanganan kasus ini agar tidak mengurangi rasa kepercayaan masyarakat Bali terhadap kepolisian.

    Bila kita cermati pernyataan sebelumya yang dilontarkan Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Polda Bali Komisaris Besar Kenedy, beliau mengatakan bahwa pengakuan Munarman sudah cukup bagi penyidik, pada proses pemeriksaan pada pertengahan Februari lalu, Munarman juga mengaku pernah menyebut pecalang atau petugas keamanan desa adat di Bali melempari rumah warga Muslim. Munarman juga menyebutkan pecalang melarang warga Muslim melakukan salat Jumat.

    Bila Munarman sendiri sudah mengakui atas tindakannya dan Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Polda Bali Komisaris Besar Kenedy juga menyatakan  bahwa pengakuan itu sudah cukup bagi penyidik, lalu kenapa sampai sekarang proses hukum terhadap Munarman masih ngambang dan malah menunggu sampai sang pengunggah video tertangkap dulu? mau diapakan sebenarnya kelanjutan dari kasus Munarman ini? hanya pihak kepolisian yang bisa menjawab. Bila memang hukum itu adil dan tidak pandang bulu, seharusnya tidak ada perbedaan dalam penanganan kasus antara Munarman dan Ahok. Semoga kepolisian Polda Bali bisa bekerja dengan baik dan tidak mengecewakan harapan masyarakat Bali.


    Penulis    :   Andik Priyanto    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Mengecewakan, Kasus Munarman Terancam Tidak Bisa Dilanjutkan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top