728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 24 Mei 2017

    Menang Banyak Di Jakarta, JK Buka Borok Sendiri, Masjid Tidak Boleh Dipakai Kampanye. Setelah Ini JK Pensiun?

    Horeee…. Akhirnya mulai hari ini masjid tidak boleh dipakai kampanye lho…!!! Eitss, tunggu dulu, kok hari ini? Kemarin waktu Pilgub Jakarta hampir setiap masjid kampanye untuk memilih gubernur muslim kok gada larangan?! Kenapa hayooo?

    Begitulah kura-kura yang terlintas dalam benak saya ketika membaca berita dari detik.com sebagai berikut:

        Jakarta – Pilkada serentak 2017 sudah berlalu, Pilkada 2018 di depan mata. Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla menegaskan masjid tak boleh digunakan untuk kampanye.

        “Hari ini ada bikin edaran imbauan, memang masjid, baik secara Undang-Undang, itu tidak boleh dipakai untuk kampanye, karena itu kita tidak mengizinkan itu untuk dipakai kampanye,” kata JK di rumah dinasnya, Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/5/2017).

        Menurut JK, masjid tak boleh disusupi kepentingan kelompok tertentu. Masjid untuk umat, tanpa memandang pilihan politiknya.

        “Karena kalau kampanye di masjid, nanti ada yang partai A, partai B, partai C atau pendukung A, B, C itu akan bahaya. Nanti jemaahnya pula bertentangan. Oleh karena itu kita tidak mengizinkan dan Undang-Undang pun begitu,” ulas JK.

        Selain di masjid, JK juga meminta kampanye tak dilakukan di tempat lain yang dilarang aturan. Salah satunya kampanye tak boleh dilakukan di kompleks tentara.

        “Nanti bagaimana pula tentara itu kalau ada kampanye di kompleks,” ujar JK. (tor/tor)

    Cukup tercengang saya membaca berita di atas. Sekian lama selama gelaran Pilkada Jakarta 2017dan telinga saya yang agak mendengung setiap kali ada acara khutbah atau ceramah di mesjid yang isinya kurang lebih seragam, jangan pilih pemimpin kafir apalagi penista agama.

    Saya harus siapkan mental jika harus mendengarkan khutbah Jumat, karena isinya hampir pasti dan bisa ditebak. Sepertinya khatib hanya punya tema yang sama yakni panduan memilih pemimpin muslim. Saya sampai lepas kendali dan menghujat khatib Jumatan lewat facebook yang isi khutbahnya luar biasa jahat menurut saya. Sangat melenceng dari hakikat Islam yang damai, melarang suudzon dan selalu mendahulukan tabayyun.

    Saya waktu itu sampai berpikir keras, masa iya sih Islam yang begitu sempurna dan mencakup aspek yang luas, kok hanya masalah panduan memilih pemimpin saja yang diangkat dalam sebuah khutbah Jumat? Hampir tidak ada tema yang lain! Seolah-olah dengan memilih pemimpin muslim, kavling surga itu sudah digenggaman. Persetan dengan akhlak yang bejat atau moral bobrok apra pemeluknya. Cukup dengan memilih pemimpin muslim maka akan barokah dan diganjar surga. Damn!!!

    Benar kata Ahok, memang ada oknum politisi busuk yang sengaja menyebarkan kebencian melalui ceramah dan khutbah di dalam masjid dengan menggunakan ayat-ayat suci demi menjungkalkan dia yang double minoritas dengan menyerang sisi SARA dan primodial lainnya dengan dalih syiar agama.

    Lalu kemana pera Dewan Masjid yang terkesan diam membeku tanpa sedikitpun memberikan himbauan atau larangan kampanye di dalam masjid? Pun ketika spanduk menolak pemimpin kafir dan menolak menyolatkan jenazah pendukung Ahok marak dipasang di depan masjid, Dewan Masjid Indonesia terkesan membiarkan.

    Pada akhirnya kotak pandora tentang keterlibatan Dewan Masjid inipun mulai terbuka ketika Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengungkap keterlibatan JK, wapres dan sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia dalam menentukan pencalonan Anies Baswedan. Publik mulai mengaitkan diam dan membekunya DMI karena memang ada unsur kesengajaan karena ketuanya berpihak kepada Anies-Sandi.

    Dan pada hari ini kesan itu semakin terbukti ketika JK seperti membuka boroknya sendiri. JK sebagai ketua DMI mengeluarkan pernyataan dan himbauan resmi bahwa masjid tidak boleh dipakai kampanye. Hmmm…. Setelah menang banyak di Jakarta, JK baru mengeluarkan himbauan itu sekarang. Sungguh menggelikan!

    JK Akan Pensiun?

    Menang banyak di DKI, JK pun sepertinya sangat puas. Mungkin sudah terbayang kue APBD yang jumlahnya sangat wah itu. Atau jatah proyek yang bisa di garap olehnya lewat bisnis keluarganya. Pantas saja sehari pasca Anies-Sandi menang JK lewat Erwin Aksa sampai meminjamkan helikopternya ke Anies Baswedan untuk bertemu Ahok.

    JK dipenghujung usia karir dan politiknya memberikan sinyal bahwa dirinya tidak akan lagi ikut konstelasi politik di 2019, seperti yang diberitakan di bawah ini.

        Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengisyaratkan akan beristirahat setelah periode pemerintahan Jokowi-JK berakhir pada tahun 2019. JK yang belum lama ini merayakan ulang tahun ke 75 ingin menikmati hidup bersama cucu-cucunya.

        Hal ini dikatakan JK rumah dinasnya, jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/5/2017) sore. Awalnya JK ditanya wartawan soal respons pernyataan Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie soal keinginan partai berlambang beringin itu untuk mengusung calon wakil presiden mendampingi Jokowi pada 2019.

        “Ical tentang wapres, memang perlu tapi persoalannya apa sudah waktunya kan Presiden dan Wapres itu selalu bukan keinginan satu partai. Jadi pembicaraannya koalisi, bahwa Golkar sudah menyiapkan calonnya itu tentu baik baik saja,” kata JK mengawali jawabannya.

        Namun, JK mengatakan belum saatnya Golkar melakukan penetapan kepada sosok tertentu dan penetapan seorang Wapres harus membutuhkan kesepakatan koalisi di antara partai.

        “Koalisi saja belum terbentuk apalagi mengusulkan pasangannya, tapi dinilai atau dipikir perlulah internal Golkar, tapi belum waktunya diajukan. Golkar perlu mengevaluasi kader yang cocok untuk itu. Yang jelas bukan saya,” kata JK tersenyum.

        Pernyataan JK di bagian terakhir itu menjadi pertanyaan wartawan. Wartawan kemudian meminta penjelasan lebih. “Kenapa Pak? tanya wartawan.

        “Saya kan mau istirahat setelah ini. Pastilah itu ingin menikmati dengan cucu dan sebagainya,” kata JK sambil tertawa. (erd/van) – Sumber

    Yup, JK akan berstirahat setelah menang banyak di DKI. Di 2019 nanti JK tinggal berpikir bisa mendudukkan orang kepercayaannya baik di partai golkar, di DKI, atau di kabinet. JK akan istirahat dengan tenang menghabiskan masa senjanya bersama keluarga.

    Pendukung Jokowi-Ahok dan Ahok-Djarot tidak akan melupakan tanduk dan gerak-gerik JK selama menjadi wapres dan ketua DMI. JK akan dikenang sebagai musuh dalam selimut, menggunting dalam lipatan dan ular berkepala dua karena keberpihakannya terhadap Anies-Sandi di gubernur DKI Jakarta dan terkesan membiarkan politisasi masjid selama ini untuk tujuan politiknya.

    Begitulah Kura-kura,






    Penulis :  Aliems Suryanto.   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Menang Banyak Di Jakarta, JK Buka Borok Sendiri, Masjid Tidak Boleh Dipakai Kampanye. Setelah Ini JK Pensiun? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top