728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 20 Mei 2017

    “Membongkar” Sosok Nasir Djamil, Politisi PKS Yang “Menjilat” KPK

    Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan bisa dibongkar. Karena jika a KPK disinggung saja, Nasir mengibaratkan yang menyinggungnya seperti tersengat listrik.

    “Kita ingin bongkar KPK, tapi jangankan dibongkar, disentuh saja kesetrum,” ujar Nasir Djamil di Gedung DPR/MPR, Jakarta seperti yang dimuat dalam media nasional http://wartakota.tribunnews.com/2017/05/19/politikus-pks-jangankan-bongkar-kpk-disentuh-saja-kesetrum.

    Dari pernyataan Nasir Djamil dalam media nasional tersebut, terkesan bahwa Nasir Djamil ingin membela KPK dalam kasus hak angket KPK meskipun Fahri Hamzah, koleganya sendiri yang mensahkan hak angket terhadap KPK tersebut. Masih ngeles Fahri bukan PKS, ya kenapa gak naik banding untuk mencopot Fahri Hamzah ??? “Bermain” dua kaki ya ???

    Ingin mencari simpati rakyat dalam kasus hak angket KPK ??? Basi !!!

    Melawan Lupa Sosok Nasir Djamil

    Siapakah sosok Nasir Djamil ini, apa “prestasinya” terhadap KPK ???

    Nasir Djamil Politisi PKS

    Nasir Djamil, politisi PKS boleh saja bertindak seolah “membela” KPK, tapi beberapa fakta berikut ini membuktikan bahwa Nasir Djamil pernah “menjelekkan” KPK antara lain :

    1. Nasir Djamil pernah mengatakan “selamat tinggal” KPK

    Keberadaan dan eksistensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke depan masih perlu dikaji ulang. Sebab, Polri bisa mengambil alih tugas dan fungsi komisi antirasuah tersebut. Begitu dikatakan Anggota Komisi III DPR asal Fraksi PKS, Nasir Djamil, di Gedung Senayan seperti yang dilansir dalam media ini.

    “Karena kami yakin kalau lembaga polisi sudah profesional dan sudah dipercaya masyarakat maka kita bisa katakan selamat tinggal pada KPK. Ini harapan kita tapi kita butuh waktu untuk evaluasi bersama,” kata Nasir.

    Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan untuk mengkaji kembali keberadaan lembaga ad hoc tersebut.

    “Kami usulkan untuk memikirkan kembali keberadaan KPK ini. Dan perlu memikirkan ke depan KPK mau jadi apa,” demikian Nasir Djamil. (Sumber).

    2. Nasir Djamil pernah mengatakan KPK “hilang akal”

    “KPK hilang akal. KPK sebaiknya jangan melempar tanggung jawab dan ingin cuci tangan. Kasus hukum yang melilit Nunun sepenuhnya urusan Pak Adang. Jadi keliru kalau KPK minta PKS mendesak Pak Adang agar menjemput Nunun,” ujar anggota Komisi III DPR dari PKS, Nasir Jamil seperti yang dikutip dalam media nasional ini. (Sumber).

    Padahal KPK meminta bantuan PKS untuk melobi Politisi PKS yaitu Adang Daradjtun yang merupakan suami dari Nunun Nurbaeti yang sudah jadi buronan Interpol dalam kasus korupsi seperti yang terlihat dalam situs Interpol berikut ini :

    http://nasional.news.viva.co.id/news/read/227015-kpk-tak-ada-kesalahan-penulisan-nama-nunun

    Nunun Nurbaeti adalah buronan KPK, Nunun Nurbaeti adalah istri politisi PKS yang bernama Adang Daradjatun, jadi wajar donk jika KPK meminta bantuan PKS karena Nunun yang merupakan  buronan dalam kasus korupsi merupakan istri politisi PKS. Lalu kenapa Nasir Djamil mengatakan KPK hilang akal ???

    Ssssttttt, Adang Daradjatun adalah calon gubernur DKI yang diusung oleh PKS pada tahun 2007 setelah PKS “menerima” mahar dari Adang dan diakui oleh PKS dalam situs pribadi milik Mahfudz Siddiq seperti yang sudah penulis bahas dalam tulisan https://seword.com/politik/beberapa-fakta-jatah-preman-yang-diminta-oleh-pks-dalam-pilkada-pilpres/.

    3. Nasir Djamil Pernah “Melawan” KPK saat KPK Memeriksa Kantor DPP PKS

    “KPK telah melakukan penghinaan terhadap partai-partai, terutama PKS. Membawa Brimob dengan senjata lengkap mengesankan PKS itu seperti sarang teroris,” kata Ketua DPP PKS Nasir Djamil. (Sumber).

    Ssssssstttt, Nasir Djamil mengatakan sendiri lho jika PKS “terkesan” sebagai sarang teroris, padahal KPK tidak pernah mengatakan hal tersebut. Ada yang NGAKU ??? 😀

    Omongin masalah teroris dan PKS, penulis jadi ingat tulisan sebelumnya yang sudah penulis bahas di https://seword.com/politik/melawan-lupa-beberapa-kader-pks-dan-keluarga-dalam-kasus-teroris/.

    Bahkan pernyataan Nasir Djamil ini “dipakai” oleh PKS untuk “menjelekkan” KPK. Jadi jangan heran jika simpatisan dan kader PKS sangat “benci” kepada KPK saat KPK membongkar kasus korupsi sapi yang sudah membuka mata rakyat tentang siapa sebenarnya PKS seperti yang terlihat dalam screen shot berikut ini :

    http://nasional.news.viva.co.id/news/read/227015-kpk-tak-ada-kesalahan-penulisan-nama-nunun


    Bisa dibayangkan bagaimana simpatisan / kader PKS “didoktrin” untuk “membenci” KPK dengan pernyataan Nasir Djamil yang mengatakan bahwa KPK sudah menghina PKS lalu dibesarkan lagi oleh media PKS seperti yang terlihat dalam salah satu postingan di atas ???

    Sungguh mengerikan bagaimana mereka “mendoktrin” simpatisan / kader partai untuk “membenci” Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sudah membongkar kasus Korupsi sapi yang melibatkan  (mantan) Presiden PKS saat itu !!!

    4. Nasir Djamil Pernah Menipu Wartawan

    Nasir Djamil, Politisi PKS pernah menipu wartawan kompas lalu dia meminta maaf dengan alasan bercanda karena menurutnya wartawan Kompas sudah kenal suaranya seperti yang dilansir dalam  postingan http://nasional.kompas.com/read/2012/09/11/15101589/Nasir.Djamil.Menipu.Wartawan.

    Penulis ingin bertanya, emangnya Nasir Djamil itu siapa ???

    Merasa dikenal suaranya ???

    Merasa terkenal ya ???

    5. Nasir Djamil dan Fahri Hamzah Pernah “Melawan” KPK di Gedung DPR

    Ada yang masih ingat saat KPK dan aparat menggeledah kantor anggota DPR dari PKS yang bernama Yudi Widiyana di Gendung DPR beberapa waktu yang lalu seperti yang dilansir dalam http://nasional.inilah.com/read/detail/2267157/penyidik-kpk-bentak-fahri-dan-nasir-djamil ???

    Nasir Djamil dan Fahri Hamzah “melawan” KPK saat itu. Tapi akhirnya keduanya dibentak oleh KPK dengan mengatakan :

        “Saya ini sedang menjalankan tugas KUHAP, Anda sudah baca KUHAP belum,” kata penyidik KPK tersebut dengan nada sedikit tinggi”.

        “Kami sudah izin ke Sekjen, kami sudah ke MKD. Saya sudah mendapatkan tugas MKD. Saya tidak akan keluar, saya tau siapa Anda,” bentak penyidik tersebut ke Fahri dan Nasir. (Sumber).

    Akhirnya, Politisi PKS yang bernama Yudi Widiyana yang “dibela” Fahri Hamzah dan Nasir Djamil dari PKS, sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus suap proyek jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). (Sumber).

    Jadi gimana ya perasaan Fahri Hamzah dan Nasir Djamil setelah tau jika rekannya sesama orang PKS yaitu Yudi Widiyana sudah jadi tersangka oleh KPK. Makin panjang deh daftar kasus “suap” dan “korupsi” dari PKS yang mengklaim dirinya sebagai partai dakwah. 😀

    6. Nasir Djamil Meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) melindungi Miryam S Haryani buronan KPK !!!

    Lucu ya, Nasir Djamil meminta LPSK untuk melindungi Miryam S Haryani yang merupakan tersangka kasus E-KTP yang sudah menjadi buronan (DPO) oleh KPK seperti yang dimuat dalam http://news.liputan6.com/read/2938197/nasir-djamil-dpr-minta-lpsk-lindungi-miryam-s-haryani.

    Itulah beberapa fakta kecil tentang sosok Nasir Djamil, Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

    Silahkan pembaca setia Seword menilai sendiri tentang dia…

    Wassalam,


    Penulis  :   Nafys    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: “Membongkar” Sosok Nasir Djamil, Politisi PKS Yang “Menjilat” KPK Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top