728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 16 Mei 2017

    Memalukan, Mau Bawa Kasus “Chat Mesum” ke PBB, Hahaha

    Ketua Tim Advokasi GNPF MUI Kapitra Ampera mengatakan Rizieq sudah bertemu salah satu perwakilan PBB saat berada di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Sabtu (13/5) malam.

    Kapitra mengklaim, kasus yang menimpa Rizieq ini sudah menjadi perhatian internasional hingga Rizieq sempat ditawarkan undangan ke markas PBB di Jenewa, Swiss untuk mempresentasikan kasus yang menimpa dirinya.

    “Malahan ada pengacara internasional menawarkan diri untuk membawa ke Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda,” ujar Kapitra di Jakarta, Selasa (16/5).

    Kapitra menambahkan, Rizieq juga telah memerintahkan tim advokasinya untuk segera menemui dirinya di Arab Saudi. Hal itu, paparnya, guna mendiskusikan hal itu lebih lanjut.

    “Akan ditindaklanjuti setelah Bulan Ramadhan dan tim advokasi diperintahkan segera untuk berkomunikasi soal hukum ke Mekkah bertemu beliau. Ini perintahnya,” kata Kapitra. (Sumber)

    Sepengetahuan saya Kapitra saat diwawancarai di salah satu stasiun televisi, menyebutkan bahwa “mungkin minggu depan, Rizieq akan balik” dan dia sebut juga bahwa Rizieq tidak mangkir tapi sedang menjalankan ibadah umroh.

    Ternyata apa yang dikatakan Kapitra bertolak belakang apa yang disebutnya hari ini yaitu tim advokasi akan menjumpai Rizieq di Mekkah saat bulan Ramadhan tiba. Pandai bersilat lidah mungkin sudah menjadi karakter kubu FPI. Berubah-ubah dan jauh dari kata konsisten.

    Pertama mau mengundang Komnas HAM, terus tidak bisa dan akhirnya ke Malaysia, setelah itu keluar surat penjemputan paksa, lalu balik lagi ke Arab. Dan kini menyebut bahwa kasusnya menjadi perhatian Internasional yang kemudian akan dibawah ke PBB untuk mempresentasikan “chat mesum” yang dituduhkan padanya.

    Sungguh ini memalukan sekaligus seperti “pecundang”. Betapa garangnya dia memimpin aksi demo, betapa gagahnya dia teriak kata “jihad”, betapa beraninya dia teriak “penjarakan” Basuki, betapa kerasnya dia terhadap kasus Ariel Paterpan, betapa sangarnya dia ketika melakukan aksi sweeping. Ternyata semua itu palsu.

    Dalam konteks HAM, PBB dan lembaga-lembaganya adalah badan penting dalam menegakkan, dan melaksanakan prinsip-prinsip yang diabadikan dalam Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia. Salah satu contoh adalah dukungan oleh PBB untuk negara-negara dalam transisi menuju demokrasi. Bantuan teknis dalam memberikan pemilu yang bebas, dan adil, meningkatkan struktur peradilan, penyusunan konstitusi, pelatihan pejabat hak asasi manusia, dan mengubah gerakan bersenjata menjadi partai politik telah memberikan kontribusi signifikan terhadap demokratisasi di seluruh dunia.

    PBB telah membantu pemilihan berjalan di negara-negara dengan sedikit atau tanpa sejarah demokrasi, termasuk baru-baru ini di Afghanistan dan Timor Timur. PBB juga merupakan forum untuk mendukung hak perempuan untuk berpartisipasi secara penuh dalam kehidupan politik, ekonomi, dan sosial negara mereka. PBB memberikan kontribusi untuk meningkatkan kesadaran konsep hak asasi manusia melalui perjanjian, dan perhatiannya terhadap pelanggaran yang spesifik melalui Majelis Umum, resolusi Dewan Keamanan resolusi, atau Mahkamah Internasional.

    Selain itu PBB lebih menyangkut hal-hal yang strategis dan krusial dalam kancah Internasional. Lah kalau kasus “Baladacintarizieq” apa hubungannya untuk membawanya ke PBB.Yang ada justru tidak menutup kemungkinan bakal ditertawakan. Dan hanya bikin malu Indonesia. Karena barang bukti kasus tersebut sudah dikantongi oleh aparat.

    Kapitra sebut malahan ada pengacara Internasional menawarkan diri untuk membawa ke Mahkamah Internasional. Saya rasa tidak usah pakai kata “malahan”, sebutkan saja siapa, kalau memang iya. Justru yang ada adalah dunia melakukan aksi simpatik untuk Basuki,dan itu terbukti benar, sampai-sampai Fahri Hamzah Wakil ketua DPR yang diusir warga, menyebutkan dirinya malu, karena banyak demo dari luar yang merupakan aksi simpatik untuk Basuki.

    Sudahlah Kapitra, sebagai pengacara tentunya dirimu paham kasus ini, mestinya dirimu membujuk Rizieq untuk bertanggung jawab. Jika dia tidak bersalah, ya buktikan saja, bukan merengek-rengek dan bicara ini-itu.

    Memangnya di PBB tidak ada perwakilan dari Indonesia. Tentu saja perwakilan itu akan lebih pro NKRI ketimbang ngurusi kasus “chat mesum”, lebih memilih urusan kenegaraan ketimbang ngurusi aksi pornografi, karena itu hanya bikin malu.

    Masuknya Indonesia kembali ke PBB bukan tanpa alasan dan tujuan yang jelas. Di PBB inilah Bangsa Indonesia memiliki tujuan untuk memperjuangkan negara-negara yang belum merdeka dan aktif ikut serta menciptakan perdamaian dunia dengan dikirimnya pasukan perdamian PBB dari Indonesia seperti Pasukan Garuda. Selain itu tentang ekonomi, sosial, dst, dalam konteks Internasional. Bukan ngurusi kasus “chat mesum”.

    Langkah untuk membawa kasus “Baladacintarizieq” tak lain adalah kedunguan yang tampak diabadikan. Tuh lihat Kak Ema sudah angkat bicara, mau ngeles kriminalisasi yang bagaimana lagi, yang ada justru prilaku kriminal. Dirimu telah menyandera politik Islam, hingga stabilitas politik Nusantara menjadi gaduh. Ternyata anda hanyalah seorang yang bermental “pecundang”.

    Emang PBB punya nenek luh. Baca sejarah kenapa Indonesia jadi ikut anggota PBB. Bukan untuk ngurusi “kasus” sepertimu. Emangnya di PBB tidak ada perwakilan Indonesia, jangan bikin malu lah singa, eh maaf kucing maksud saya. Buron ya tetap buron, kalau mau jadi Hero, tak perlu takut, hadapi! Akh bikin malu aje. Yang ada justru dunia bakal tahu dan tertawa, kalau ada Imam besar ormas yang doyan “chat mesum”.
    Penulis :  Losa Terjal       Sumber :   Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Memalukan, Mau Bawa Kasus “Chat Mesum” ke PBB, Hahaha Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top