728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 31 Mei 2017

    Ma’ruf Amin Sarankan Tersangka Sex Chat Pulang, GNPF di Ujung Tanduk, Rizieq atau MUI?

    Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin menyarankan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mengikuti proses hukum yang ada. Ma’ruf Amin, yang juga merupakan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) juga berharap Rizieq harus segera pulang. Kepulangan Rizieq semata untuk memenuhi proses hukum dalam perkara pidana dugaan sex chat yang dilakukan secara terbuka, dan menghebohkan dunia medsos, dan dunia ulama di Indonesia.

    Kasus yang melibatkan ulama dan imam besar FPI ini sungguh merupakan tamparan keras bagi kaum bumi datar yang membela-bela Rizieq. Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, para pendukung Rizieq menganggap sex chat yang dilakukan bersama Firza ini merupakan hoax dan pengalihan isu PKI.

    Saya pun sempat percaya bahwa berita masif yang menganggap dugaan sex chat tersebut, 10% hoax. Meskipun 90% keyakinan saya bahwa dugaan sex chat tersebut benar adanya, saya masih terbuka untuk 10% tersebut. Namun ternyata kemungkinan memang mengarah ke kemungkinan yang lebih besar. Jika di dalam bahasa statistika, kita menggunakan istilah favor to the odd. A

    khirnya Rizieq memang ditetapkan sebagai tersangka pada hari Senin, 29 Mei 2017, di Bulan Ramadan. Luar biasa. Di bulan suci, polisi menetapkan Rizieq sebagai tersangka kasus sex chat. Hal ini tentu membuat para pendukung Rizieq sakit perut dan ketar ketir.

    Tidak mau dianggap lemah, lantas para pendukung menggunakan orang-orang yang merupakan pengacara dari Rizieq, namun tidak mengerti dasar hukum sama sekali. Kapitera Ampera dan Eggy Sudjana, kedua orang ini mewakili Rizieq yang dikatakan dengan kalimat-kalimat yang besar.

    Bukannya memberikan dasar hukum, mereka malah ingin meniru para penulis Seword, yang memberikan opini-opini. Hahaha. Kedua ahli hukum, mencoba untuk menggiring opini publik bawa Rizieq marah besar setelah ditetapkan sebagai tersangka.

    Mereka mengatakan terus menerus bahwa Rizieq akan pulang. Namun pada akhirnya, Rizieq pun tidak menampakkan batang hidungnya sedikitpun di Indonesia. Eggy dan Kapitera seolah-olah memberikan statement yang berupa ancaman kepada Jakarta, bahwa para laskar akan melumpuhkan bandara Soekarno Hatta dengan para laskar yang berjubah putih. Sebut saja laskar keputihan.

    Penetapan tersangka Rizieq oleh kepolisian dan komentar dari ketua MUI sudah memberikan sebuah tantanganberat bagi GNPF. Akhirnya giliran GNPF MUI yang harus memberikan kejelasan di dalam dukungannya. Apakah betul-betul GNPF MUI membela fatwa MUI, atau membela Rizieq?

    Akhirnya mereka memberikan kejelasan posisi dalam kasus ini. Apakah Bachtiar Nasir membela MUI atau memang hanya menggunakan MUI untuk membela Rizieq dan menghancurkan Ahok? Akhirnya memang waktu yang akan membuktikan motivasi dan hati seseorang. Bukan hal yang berlebihan jika kita jatuh kepada kesimpulan bahwa ketua GNPF MUI inilah yang akan ketar ketir.

    MUI mendukung langkah kepolisian dan sarankan Rizieq pulang, akhirnya membuat Rizieq tumbang. Buka mata, buka telinga, siap-siap saja kita melihat apakah GNPF MUI hanya sebuah lelucon karena membela sang tersangka, atau memang betul-betul membela fatwa. Kita juga akan melihat apakah GNP MUI hanyalah sebuah ‘fatamorgana’ atau memang benar-benar memiliki sebuah spirit mendukung ulama Islam.

    Jangan-jangan GNPF MUI hanya sebuah organisasi politik yang berkedok agama, tidak lebih dari sekadar pengacau keamanan. Gerakan ini harus segera ditindak juga oleh polisi. Usut tuntas kasus Rizieq, agar kita bisa melihat motivasi GNPF sebenarnya. Jangan sampai sebuah gerakan nasional pembela fatwa ini menjadi sebuah gerakan nasional pembela Rizieq.

    Sebentar lagi kita akan melihat sebuah lelucon yang akan dipandang. Kasus ini sudah terbuka sejernih kristal alias crystal clear. Perlahan namun pasti, kita melihat bagaimana pemerintah menelanjangi satu per satu orang-orang yang mencoba untuk merongrong Pancasila.

    KH Ma’ruf Amin sudah jelas posisinya di dalam mendukung pemerintahan dan Pancasila. Untuk Pak Said Aqil, rasanya kita sudah tidak perlu mempertanyakan lagi sikapnya. NU harus diakui sebagai salah satu organisasi Islam tertua yang memang juga mendirikan negara ini. Rizieq sudah jelas posisinya di dalam dukungan mereka terhadap ISIS yang dianggap saudara. Sekarang kita tinggal melihat apakah GNPF MUI benar-benar membela fatwa MUI, atau membela Rizieq yang mendukung ISIS.

    Betul kan yang saya katakan?


    Penulis   :    hysebastian      Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ma’ruf Amin Sarankan Tersangka Sex Chat Pulang, GNPF di Ujung Tanduk, Rizieq atau MUI? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top