728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 22 Mei 2017

    Makjleb! Ahok Dibela PBB Tanpa Perlu Meminta, Rizieq Meminta, Namun Tidak Direspon

    Saya kembali menemukan hal yang sangat aneh pada diri Ahok yang sampai sekarang belum terpecahkan. Ahok mendapat simpati warga dunia. Padahal, Ahok tak sekalipun meminta belas kasihan ke warga dunia. Ahok juga tak meminta bantuan PBB  untuk persoalan hukum yang menjeratnya. Ahok hanya mengajukan banding. Namun, dirinya juga siap menjalani hukuman penjara.

    Menurut beberapa pakar hukum, tidak semua kasus kriminal bisa dibawa ke PBB, terlebih untuk kasus yang sifatnya personal. Kasus-kasus yang bisa dibawa ke PBB seperti genosida, pembantaian, dan yang dampaknya luar biasa.

    Namun yang membuat heran, PBB ikut turun tangan dalam kasus yang menimpa Ahok. PBB mendesak pemerintah Indonesia segera membebaskan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang mendekam di penjara setelah divonis dua tahun atas kasus penistaan agama.

    “Kami mendesak Pemerintah (Indonesia) untuk membatalkan hukuman atas Purnama [Ahok] dalam pengadilan banding atau memberikan dia bentuk pengampunan apa pun yang memungkinkan dalam hukum Indonesia sehingga dia dapat bebas dari penjara secepatnya,” demikian pernyataan para ahli hak asasi manusia PBB.

    Dalam pernyataan di laman Facebook pada Senin (22/5) tersebut, Kantor Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia Asia Tenggara PBB (OHCHR) menjabarkan pernyataan dari para ahli yang terdiri dari tiga Pelapor Khusus, yaitu untuk kebebasan beragama, Ahmed Shaheed; untuk kebebasan berpendapat, David Kaye; dan Ahli Independen untuk penyebaran perintah internasional yang adil dan demokratis, Alfred de Zayas.
    Menurut mereka, hukum pidana terkait penistaan agama seperti ini menunjukkan larangan yang tidak layak atas kebebasan berekspresi, juga menarget penganut kepercayaan minoritas atau lawan politik.

    Ahok dituntut atas tuduhan penistaan agama pada 17 November 2016, setelah mengutip salah satu ayat Alquran dalam kampanyenya. Para ahli HAM PBB ini mengatakan, pemerintah menindaklanjuti kasus tersebut karena desakan dari fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), kampanye media, dan sejumlah unjuk rasa.

    “Ini sangat mengecewakan. Alih-alih berbicara melawan ujaran kebencian dari para pemimpin unjuk rasa tersebut, otoritas Indonesia justru semakin mendorong intoleransi dan diskriminasi agama,” tulis para ahli tersebut.

    Melihat kenyataan tersebut, para ahli tersebut menganggap hukum penistaan agama dapat dipergunakan untuk membenarkan intoleransi dan ujaran kebencian. Mereka pun mengatakan, hukum ini tidak layak diterapkan di tengah masyarakat yang demokratis, seperti Indonesia.

    “Hukuman penistaan Purnama [Ahok] dan pemenjaraannya akan mencoreng kebebasan beragama dan kebebasan berpendapat di Indonesia,” kata para ahli tersebut.

    Sebelumnya, OHCHR juga sudah mendesak pemerintah RI untuk meninjau kembali hukum yang menjerat Ahok, yaitu Pasal 156 dan 156 (a) KUHP tentang penodaan agama.

    Desakan itu disampaikan tak lama setelah pengadilan memvonis Ahok bersalah atas tuduhan penistaan agama dan mengganjarnya dengan hukuman dua tahun penjara, dua pekan lalu. Meskipun Ahok mengajukan banding, pengadilan memutuskan untuk memenjarakan Ahok.

    Ahok tak pernah meminta belas kasihan kepada siapapun, apalagi ke PBB. Saya yakin Ahok juga paham bahwa tidak patus kasusnya dibawa ke PBB. Namun siapa sangka, PBB justru yang menawarkan diri untuk meminta Ahok. Ini artinya apa?

    Sebaliknya, Rizieq  yang ketakutan dan butuh bantuan banyak pihak untuk menghadapi kasusnya justru memiliki nasib yang bertolak belakang dengan Ahok. Rizieq sampai harus minta bantuan ke Komnas HAM bahkan siap membiayai akomodasi anggota Komnas HAM untuk bertemu Rizieq di Arab Saudi. Sampai sekarang Komnas HAM belum memberikan jawaban apakah akan menerima tawaran pengacara Rizieq atau tidak.

    Tidak tanggung-tanggung, pengacara Rizieq akan membawa kasusnya ke PBB. Mereka bahkan telah mengklaim secara sepihak bahwa anggota PBB telah siap untuk memberikan bantuan hukum untuk Rizieq. Rizieq ternyata tidak malu juga meminta bantuan kepada orang kafir. Hee

    Namun sayangnya, harapan Rizieq nampaknya harus bertepuk sebelah tangan. Kasus Rizieq dalah hal sepele dan bersifat personal. Tidak ada urgensinya bagi PBB untuk memberikan bantuan hukum untuk Rizieq.

    Sejauh ini PBB belum memberikan tanggapan terkait kabar bahwa PBB akan membantu Rizieq. Beberapa pakar hukum juga telah berpendapat untuk kasus Rizieq tidak mungkin bisa dibawa ke PBB. Jika sampai bisa dibawa ke PBB justru menyalahi aturan.

    Tapi memang sudah menjadi watak pengacara Rizieq untuk terus mengklaim secara sepihak. Sebelumnya, pengacara Rizieq mengklaim Raja Salman akan bertemu Rizieq, nyatanya tak terbukti. Mereka juga mengklaim bahwa Mahfud MD telah sepakat menjadi saksi ahli untuk kasus Rizieq, namun setelah dikonfirmasi langsung, Mahfud MD justru menolak dengan tegas. Bagi saya, mengklaim secara sepihak sudah menjadi karakter pengacara Rizieq.


    Penulis :  saefudin achmad    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Makjleb! Ahok Dibela PBB Tanpa Perlu Meminta, Rizieq Meminta, Namun Tidak Direspon Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top