728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 23 Mei 2017

    Ketika Ahok Mundur, Kita Akan Lihat Siapa Yang Maju!

    Seperti disambar halilitar semua pendukung Ahok mendengarkan keputusan Basuki Tjahaja Purnama untuk mundur dan menghentikan semua perjuangannya pribadinya. Dan dia menyerukan pada pendukungnya pula untuk menghentikan segala usaha untuk menyelamatkan dirinya dari penjara.

    Namun yang paling menyakitkan bagi pendukung adalah melihat air mata Ibu Veronica Tan jatuh membasahi Bumi Pertiwi.

    Kita masih bisa tegar melihat ketegaran Ahok menerima semua ketidakadilan ini, tapi hati kita hancur ketika melihat seorang wanita menangis. Sungguh suatu pemandangan yang tidak sepadan apabila kita membandingkan dengan apa yang RIzieq Shihab lakukan sekarang.

    Sembilan kasus menghadang dan dia seolah menyerukan perang! Ini sudah bukan masalah Agama lagi wahai sang Imam Besar. Ini sudah menyangkut kekurang ajaran seorang Warga Negara Indonesia kepada Negaranya. Tapi it’s ok. Biarkan dia punya kelakuan. Kita hanya cukup menonton saja.

    Diakui atau tidak diakui, kubu Anies Baswedan dan Sandiago Uno berperan atas ketidakadilan ini. Mereka lah pihak yang mengambil keuntungan total dari tragedi ketidakadilan. Hakim Dwiarso juga menjadi korban. Korban penekanan massa sampai dia memutuskan hal yang bertentangan dengan keyakinannya sebagai seorang yang memiliki kewajiban menegakkan keadilan.

    Ini semua ibarat sebuah pertunjukan. Sebuah pertunjukan yang mampu memperlihatkan siapa-siapa yang memiliki jiwa besar, kejujuran dan rasa nasionalisme. Adakah diantara para tokoh di Indonesia yang cukup bernyali untuk memperbaiki citra bangsa dan negara ini? Siapa yang paling bertanggung jawab atas aib yang dilemparkan diatas wajah Negara Indonesia?

    Indonesia dan dunia mengetahui dan mengenal siapa dan bagaimana seorang Basuki Tjahaja Purnama.

    Tapi saya yakin dan percaya, tidak hanya Tuhan yang tidak tidur. Sejarah dan catur perpolitikan Indonesia dan dunia juga tidak tidur.

    Ini semua hanya masalah waktu. Yang perlu Ahok minta dari semua pendukungnya adalah KESABARAN. Biarkan Tuhan bekerja dengan caranya. Kita manusia hanya bisa berdo’a. Do’akan supaya Ahok dan Ibu Veronica Tan selalu diberi kesehatan, kesabaran dan kekuatan.

        Saya sangat mendukung keputusan Ahok untuk menghentikan usaha banding dia.

    Saya melihat Ahok sudah benar-benar mempertimbangkan apa yang dia putusan. Selain menghormati Umat Islam yang akan berpuasa, keputusan dia juga untuk menghentikan segala kemungkinan yang bisa dimanfaatkan oleh pihak ketiga.

    Ingat, Basuki Tjahaja Purnama bukan manusia biasa. Dia manusia Indonesia istimewa. Yakini semua keputusan dia. Kalau kita pendukungnya yang setia, terima dengan lapang dada dan ikuti semua petunjuknya.

    Sedih iya, kecewa iya, tapi menghadapi orang gila kita tidak perlu harus ikutan gila. Dan Ahok sangat-sangat waras.

    Hampir satu bulan lalu saya menulis satu artikel yang berjudul, “Demi Bangsa dan Negara, “Pak Ahok sebaiknya Istirahat saja”. Prediksi yang saya jabarkan saat itu agak sedikit berbeda dari sekarang karena ketika artikel itu saya tulis, vonis putusan Ahok masih belum dilakukan.

    Baca : https://seword.com/politik/demi-bangsa-dan-negara-pak-ahok-sebaiknya-istirahat-saja/

    Namun analisa saya dari sisi ketenangan negara masih sama. Ini yang saya tulis saat itu:

    “Ahok lebih baik beristirahat dulu sampai jabatan Gubernur dia selesai oktober nanti. Tunggu sampai Pemerintah bersama TNI, Polri dan para Ulama Indonesia berhasil membersihkan bumi pertiwi dari kaum Wahabi. Memaksa mereka untuk membersihkan nama Bapak. Memperlihatkan pada dunia bahwa Negara Indonesia tidak bisa menerima lagi sikap-sikap makar mereka. Baru setelah itu selesai dilakukan, Pak Ahok bisa kembali bekerja dengan tenang merubah dan memajukan Indonesia tanpa ada gangguan yang menekan mental Bapak”

    Ada banyak pihak yang dengan kenetralannya menilai dan memandang bahwa kasus penistaan agama ini sudah jauh keluar dari aturan. Contohnya, tidak pernah saya mendengar sebelumnya ada pihak Jaksa Penuntut Umum mengajukan banding atas pasal yang digunakan oleh Hakim.

    Contoh lain, Amnesty Internasional memasang iklan “Bebaskan Ahok” sebegitu besar disurat kabar The Guardian – Inggris. Iklan itu isinya mengajak masyarakat Inggris dan Eropa, memberi dukungan untuk membebaskan Ahok yang dipidana atas kasus penistaan agama. Foto iklan Amnesty International di koran The Guardian ini juga ramai diperbincangkan.

    Kumparan (kumparan.com) pada Senin (22/5/17) mencoba mengonfirmasi iklan soal Ahok ini ke Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid. Bisa saja soal iklan mengajak masyarakat Inggris dan Eropa agar mendukung petisi membebasan Ahok ini sebagai hoax. Tapi, Usman yang dikonfirmasi membenarkan kalau Amnesty International memang mendukung pembebasan Ahok. “Amnesty International memang meminta Ahok bebas, selaras dengan Uni Eropa, PBB, dan lainnya,” kata Usman.


    So, no worries kawan! Kita masih belum kalah! lebih baik gunakan energi kita untuk mendukung Presiden kita menghadapi Pilpres 2019 nanti. Biarkan Pak Ahok dan keluarga istirahat dari segala kecaman, hinaan, hujatan dan fitnahan yang selama ini sudah menjadi sarapan, makan siang dan makan malam mereka.

    Pak Ahok, do’a saya selalu untuk Bapak dan keluarga. Amin.


    Penulis :  Erika Ebener   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ketika Ahok Mundur, Kita Akan Lihat Siapa Yang Maju! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top