728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 24 Mei 2017

    Ketika Ahok Memilih Penjara

    Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahya Purnama alias Ahok, akhirnya memilih penjara. Ahok memutuskan untuk mencabut gugatan banding dan berbesar hati menerima putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang menjatuhkan vonis dua tahun penjara kepadanya, dalam perkara penodaan agama.

    Keputusan Ahok itu, meskipun bertolak belakang dengan keyakinannya bahwa dia tidak bersalah, adalah pilihan bijaksana untuk menenangkan suasana. Sebab, ada potensi aksi massa selama proses banding dan kasasi. Ahok telah bersikap bijaksana, tidak ingin kasusnya berlarut-larut dan memancing konflik horizontal.

    Pilihan Ahok penjara dua tahun, sebagai langkah patriot dalam mementingkan khalayak banyak. Bahkan Ahok tidak ingin ada yang menunggangi kasusnya untuk kepentingan politik, apalagi untuk menjatuhkan Pemerintahan Jokowi saat ini. Ternyata Ahok lebih tajam membaca situasi ini.

    Seperti pendapat pengamat hukum Universitas Parahyangan, Agustinus Pohan mengakui, keputusan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahya Purnama atau Ahok yang membatalkan gugatan banding atas vonis kasus penodaan agama cukup mengejutkan banyak pihak. (Dikutip dari Koran Sore Suarapembaruan Edisi Selasa 23 Mei 2017 halaman 8).

    Menurutnya, adanya sejumlah alasan yang mungkin dijadikan pertimbangan Ahok dan keluarganya membatalkan upaya banding, mulai tekanan pihak-pihak tertentu, alasan hukum, hingga alasan politis.

    Dari sisi politis, diperkirakan Ahok untuk menghentikan segala kepentingan yang ujung-ujungnya dapat mengganggu jalannya pemerintahan dan mengancam kehidupan berbangsa. Selama proses banding dinyakinan masih akan ada kelompok-kelompok tertentu yang menunggangi kasus Ahok untuk menjatuhkan pemerintahan Jokowi.

    Pencabutan Banding

    Mengutip http://www.beritasatu.com, Keluarga Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, memberikan klarifikasi terkait alasan pencabutan banding atas vonis 2 tahun yang diputuskan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

    Istri Ahok, Veronica Tan, mengatakan tidak mudah bagi keluarga khususnya Ahok untuk memutuskan mencabut banding. Namun, banyak pertimbangan yang akhirnya dipilih untuk mencabut banding demi bangsa dan negara Indonesia.

    “Pada saat kami keluarga memutuskan untuk tidak banding, bapak meminta saya untuk membacakan surat ini kepada semua,” ujar Veronica, di Jakarta, Selasa (23/5/2017).

    Berikut surat yang ditulis Ahok dari balik jeruji besi Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, yang dibacakan Veronica:

    Rumah Tahanan, Depok, Minggu 21 Mei 2017

    Kepada para relawan dan pendukung Ahok yang saya cintai, semua mereka yang telah menjalankan proses demokrasi di mana pun berada.

    Saya telah banyak berpikir tentang kejadian yang saya alami. Saya mau berterima kasih kepada saudara-saudara yang terus mendukung saya dalam doa, mengirimkan makanan, kartu ucapan, surat, buku-buku, bahkan dengan berkumpul menyalakan lilin.

    Saya tahu tidak mudah bagi saudara menerima kenyataan seperti ini, apalagi saya. Tetapi saya telah banyak belajar mengampuni dan menerima semua ini, untuk kebaikan kita berbangsa dan bernegara.

    Alangkah ruginya warga DKI, dari sisi kemacetan dan kerugian ekonomi akibat adanya unjuk rasa yang mengganggu lalu lintas. Tidaklah tepat saling aksi unjuk rasa dan demo dalam proses yang saya alami saat ini.

    Saya sinyalir banyak pihak akan menunggangi jika para relawan unjuk rasa, apalagi benturan dengan pihak lawan yang tidak suka perjuangan kita. Terima kasih telah melakukan unjuk rasa yang taat aturan dan menyalakan lilin perjuangan, institusi ditegakkan di NKRI dengan Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.

    Mari kita tunjukan bahwa kita percaya Tuhan tetap berdaulat dan memegang kendali sejarah setiap bangsa. Kita tunjukan kalau kita adalah orang yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa pasti mengasihi sesama manusia, pasti menegakan kebenaran dan keadilan bagi sesama manusia.

    Gusti Ora Sare. Put your hope in the Lord now and always, Mazmur 131 ayat 3. Kalau dalam iman saya, saya katakan The Lord will work out His plan for my life Mazmur 138 ayat 8a.

    Veronica Sambil Menangis

    Bacakan Surat Ahok, Veronica: Pencabutan Banding untuk Kepentingan Semua

    Seperti dilansir www.suarapembaruan.com, Istri Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Veronica Tan menegaskan pencabutan permohonan banding suaminya tidak lain untuk kepentingan semua.

    “Karena untuk kepentingan semua, kepentingan bersama. Dalam arti, kita tidak akan memperpanjang lagi. Kita akan menjalankan apa yang diputuskan saja,” katanya di Jakarta, Selasa (23/5).

    Dalam kesempatan itu juga, Veronica membacakan surat dari Ahok untuk para pendukungnya serta menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pendukungnya termasuk para relawan.

    “Saya mau berterima kasih kepada Saudara-saudara yang terus mendukung saya dalam doa, kiriman bunga, makanan, kartu ucapan, surat, buku-buku, bahkan dengan berkumpul menyalakan lilin,” katanya mengutip pernyataan suaminya melalui surat.

    Dalam suratnya Ahok juga mengatakan, tidaklah tepat saling unjuk rasa dalam proses yang sedang saya alami saat ini. “Saya khawatir banyak pihak akan menunggangi jika para relawan unjuk rasa. Apalagi benturan dengan pihak lawan yang tidak suka dengan perjuangan kita,” katanya.

    Ahok juga berterimakasih kepada para pendukungnya yang telah melakukan unjuk rasa yang taat aturan dan menyalakan lilin perjuangan konstitusi ditegakkan di NKRI dengan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.

    Seperti diketahui, Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta nonaktif divonis bersalah melanggar Pasal 156A tentang Penistaan Agama dengan kurungan dua tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara.

    Ahok sendiri saat ini ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

    Djarot: Kita Serahkan kepada Keluarga dan Pak Ahok

    Plt. Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat (Antara/Rivan Awal Lingga)

    Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku baru mendengar dari media terkait pembatalan banding Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Menurut Djarot, Ahok hanyalah korban politik dan kasus yang menimpanya saat ini harus menjadi evaluasi atas sistem pengadilan di Indonesia.

    “Saya baru dengar dari media, saya tidak mengikuti secara pasti. Itu infonya dari permintaan keluarga, ya kalau sudah gitu kan, sudah diterima seperti itu,” kata Djarot saat ditemui wartawan usai mendampingi Raja Swedia Carl XVI Gustaf bersama istrinya, Ratu Silvia, di kawasan Kota Tua, Jakarta,  Selasa (23/5) dilansir www.suarapembaruan.com.

    Djarot mengatakan Ahok tidak pernah mengungkapkan akan membatalkan banding saat mereka bertemu. “Waktu itu kita masih berdiskusi, tapi belum seperti apakah kita tarik atau tidak (banding). Tapi terserah, semuanya ini kita serahkan kepada pihak keluarga dan Pak Ahok sendiri,” kata Djarot.

    Djarot juga memahami bahwa keluarga Ahok mungkin merasa khawatir jika banding dilakukan maka akan muncul lagi tekanan dan kegaduhan di tengah masyarakat. “Pengadilan kita gampang di-pressure (ditekan) untuk memberikan putusan,” katanya.

    Djarot menyebut proses pengadilan Ahok terlihat sangat dipaksakan. Pasalnya, pengadilan langsung memerintahkan untuk menahan Ahok, meskipun surat penetapan penahanan baru diterima pengacara pada malam hari, pukul 20.00 WIB, berjam-jam setelah vonis Ahok pada siang harinya tanggal 9 Mei 2017.

    “Ini sangat tidak adil. Ini perlu kita cek lagi, apalagi kemudian majelis hakim yang memvonis (Ahok) mendapatkan promosi. Ini ada apa?” kata Djarot.

    Djarot menegaskan hukum haruslah benar-benar bertujuan menegakkan keadilan dan kebenaran. Dia menyebut tanggung jawab hukum bukan hanya kepada sesama umat manusia, tetapi juga akan dipertanggung jawabkan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa. “Jadi nurani para hakim kita sangatlah dituntut,” tandas Djarot.

    Sikap Ahok memilih penjara dua tahun, menunjukkan kepada publik kalau dirinya tidaklah egois dalam menjalani kasusnya. Ahok masih mementingkan Bangsa Ini agar kondunsif dan pemerintahan berjalan dengan. Dan Kami Sadar Ahok Membuka Mata Kami untuk tidak egois terhadap kepentingan Bangsa Ini. Bersabarlah Ahok, Dua Tahun Itu Memberimu Nubuat. Semoga.


    Penulis :  Rosenman Manihuruk   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ketika Ahok Memilih Penjara Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top