728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 23 Mei 2017

    Kenapa Kau Cabut Bandingmu, Ahok?

    Kenapa kamu tidak banding? Kenapa kamu menyerah begitu saja? Kenapa kamu biarkan ketidakadilan ini menindas dan menyingkirkanmu? Kenapa kau jadi pengecut? Kenapa kau sia-siakan perjuanganmu selama ini? Kenapa kau tak kau hargai lilin-lilin bernyala yang dipersembahkan untuk memperjuangkanmu? Kenapa kau mundur ketika kami mau ikut bersamamu?

    Masih banyak pertanyaan yang masih mungkin kuajukan padamu, Hok. Masih banyak. Dan kau jawab semua pertanyaan itu dalam sepucuk surat, yang dibacakan istrimu.

        Rumah Tahanan Depok, Minggu 21 Mei 2017

        Kepada relawan dan pendukung Ahok yang saya cintai, semua yang telah menjalani proses demokrasi di mana pun berada.

        Saya telah banyak berpikir tentang kejadian yang saya alami. Saya mau berterima kasih kepada saudara-saudara yang terus mendukung saya dalam doa, kiriman bunga, makanan, kartu ucapan, surat, buku-buku, bahkan dengan berkumpul dengan menyalakan lilin. Saya tahu tidak mudah bagi saudara menerima kenyataan seperti ini. Apalagi saya…

        Tetapi saya telah belajar mengampuni dan menerima semua ini. Jika untuk kebaikan berbangsa dan bernegara, alangkah ruginya warga DKI dari sisi kemacetan dan kerugian ekonomi akibat adanya unjuk rasa yang mengganggu lalu lintas.

        Tidaklah tepat saling unjuk rasa dan demo dalam proses yang saya alami saat ini. Saya khawatir banyak pihak yang akan menunggangi jika para relawan berunjuk rasa, apalagi benturan dengan pihak lawan yang tidak suka dengan perjuangan kita.

        Terima kasih telah melakukan unjuk rasa yang taat aturan dan menyalakan lilin perjuangan, konstitusi ditegakkan di NKRI dengan Pancasila dan UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.

        Mari kita tunjukkan bahwa Tuhan tetap berdaulat dan memegang kendali sejarah setiap bangsa. Kita tunjukkan bahwa kita orang yang beriman kepada Tuhan Yang Masa Esa pasti mengasihi sesama manusia, pasti menegakkan kebenaran dan keadilan bagi sesama manusia.

        Gusti ora sare…

        Put your hope in the Lord now and always (Mazmur 131 ayat 3)

        Kalau dalam iman saya, saya katakan: The Lord will work out his plans for my life (Mazmur 138 ayat 8a).

        Ahok BTP

    Di tengah air mata yang masih menetes ini, entah karena melihat Bu Vero menangis, entah karena ikut merasakan ketidakadilan ini, entah karena amarah pada lawan bermulut singa berbulu domba berhati iblis, tapi yang pasti bukan karena cengeng, saya mencoba memahami alasanmu untuk tidak melanjutkan proses hukum atas nama keadilan.

    Belajar mengampuni dan menerima

    Kejahatan, ketidakadilan, penghinaan dan tindakan jahat apa pun yang dilakukan orang terhadap kita, kalau hati kita sudah mengampuni dan menerima itu sebagai kehendak Allah, tidak ada kata apa pun yang bisa diungkapkan untuk membantahnya. Tidak ada lagi argumen yang pantas. Kita hanya dapat berkata kepada orang yang hatinya penuh pengampunan, WOW. Sebab mengampuni tidak butuh alasan, hukum dan pembelaan.

    Untuk belajar mengampuni dan menerimalah kau mencabut memori banding. Untuk menggunakan kesempatan yang tak datang dua kali inilah kamu merelakan kamu diperlakukan ‘sangat adil’ oleh para pembela agama. Semoga saja banyak yang memahami tujuanmu ini.

    Kaulah salah satu dari sekian banyak pengikut sejati Kristus. Sebab bagi siapa yang mau mengikut Yesus, dia harus meninggalkan segala sesuatunya, hartanya dan keluarganya untuk mengikuti Dia. Mengikuti Dia bukan berarti harus menjadi pengkhotbah, melainkan melakukan kehendak-Nyalah yang utama, mengampuni.

    Jika demi kebaikan berbangsa dan bernegara

    Lagi-lagi saya harus mengungkapkan kekaguman kepadamu. Ketika banyak pejabat yang terjerat kasus hukum berlomba-lomba melakukan usaha untuk lepas dari jerat hukum, sekecil apa pun kesempatan yang ada, kamu malah menerima apa adanya.

    Andaikan ketika kamu naik banding, sudah pasti akan ada yang kepanasan. Saya yakin mereka sudah mengatur strategi, dana sudah didistribusikan dan tugas sudah dibagi-bagi siapa yang akan membangun opini di media arus utama, siapa yang menjadi pengerah massa, siapa yang akan membuat propaganda, siapa yang mengatur logistik, siapa yang akan berteriak, siapa yang akan membuat isu Jokowi intervensi hukum, dan lain sebagainya.

    Jakarta akan kacau balau kalau kau naik banding dan menang. Jokowi juga akan tumbang, sebab mereka punya alat ampuh, yaitu kapling surga dan neraka. Oh yah… bukan hanya Jakarta, Indonesia akan gaduh. Sebab dengan dalih bela agama dibumbui presiden berpihak kepada penista agama, akan mudah memprovokasi masyarakat yang sejatinya tidak memahami persoalan. Hanya sekedar merasa tersinggung saja, mereka akan bergerak serentak menuntut pemerintah tidak adil, membela penista agama. Pernyataan yang sangat menyakitkan, ‘pembela penista agama’.

    Lalu untuk melakukan itu semua Rizieq Shihab akan kembali naik panggung dan jika diproses hukum akan menuduh pemerintah kriminalisasi ulama; Aa Gym juga akan tenar kembali dengan jagalah agama jangan kau santai saja; Amin Rais akan punya kesempatan memuluskan rencana busuknya; Munarman dan Bachtiar Nasir akan melenggang sebab Polri sibuk menjaga keamanan; kasus e-KTP akan mangkrak kembali; Fahri-Zon akan turun kembali dengan pernyataan-pernyataan senewennya; FPI akan menjadi laskar sejati; dan HTI tidak akan jadi dibubarkan. Oh iyah… Prabowo siap-siap jadi presiden tahun 2019 serta Tomy Soeharto akan mulai berkata, ‘Pie, penak zaman bapakku toh?’ Dan semua itu hari ini tidak terjadi.

    Untuk itulah kamu tidak naik banding. Untuk mencegah Jakarta dan Indonesia tidak semakin gaduh. Untuk memberi kesempatan kepada kawan lama melanjutkan kerjanya, perjuanganmu bersama membangun bangsa yang rakyatnya banyak malasnya, pejabatnya bejat akhlaknya.

    Terima kasih untuk pelajaran berharga ini

    Bagi mereka pembencimu, bebas atau dipenjara akan sama saja, benci. Sebab kebencian tidak mengenal pengampunan. Sementara mereka yang memercayaimu, jeruji tidak akan mampu mengekang kebenaran, kau akan tetaplah orang benar. Kau akan selalu di hatimu.

    Negeri ini akan menuliskan sejarah: Seorang gubernur terbaik DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, disingkirkan dan dipenjarakan, bukan karena kesalahannya melainkan karena kebencian saudara-saudara setanah airnya, Indonesia. Dia tidak pra-peradilan, demi Indonesia. Dia tidak naik banding, demi Indonesia. Demi Indonesia, ia merelakan dirinya dipenjara layaknya penjahat. Sudah seharusnya negeri ini berterima kasih kepadamu.

    Terima kasih. Kau membuktikan bahwa akan selalu ada orang yang lebih peduli terhadap bangsa ini dari pada dirinya sendiri. Kaulah orang itu, Ahok.

    Semoga Allah yang mahakuasa, bersama dengan Putra-Nya, Yesus Kristus, dalam persekutuan dengan Roh Kudus menyertai, melindungi, menemani, membimbing, dan menghiburmu di penjara dan keluargamu di mana pun berada. Amin.

    Salam dari rakyat jelata


    Penulis :  Mora Sifudan.   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Kenapa Kau Cabut Bandingmu, Ahok? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top