728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 30 Mei 2017

    Kala Kalla Buka Suara

    Karena tiada kunjung datang undangan buka bersama dari Jusuf Kalla, maka saya ingin membahas kala Kalla buka suara saja. Kalau nanti tiba-tiba dapat undangan buka bersama baru saya akan bahas kala Kalla buka bersama. Kala Kalla buka suara, ini terkait dengan peristiwa bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur.

    Wapres mengaku ragu terhadap klaim Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) atas aksi ledakan bom 24/5/2017 yang lalu. Menurut Kalla, klaim sepihak biasa dilakukan ISIS dan kelompok teror lain untuk memperlihatkan eksistensi mereka. “…susah diklarifikasi”, kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat 26 Mei 2017, sebagaimana diberitakan metrotvnews.com.

    Jusuf Kalla pun ragu kalau jaringan atau sel yang dimiliki ISIS telah sampai ke Indonesia. Ia menekankan, semua teroris pasti memiliki pemikiran radikal. Tapi, belum tentu semua orang berpemikiran radikal itu teroris. Apa ya maksud Pak Tua dengan kata-kata itu? Jangan-jangan hendak melindungi eksistensi teroris, ya? Wah, gawat kalau sebagai Wakil Presiden tidak galak pada teroris si pencabut nyawa tanpa perikemanusiaan.

    Terkesan kuat kalau JK hendak melindungi kaum radikal, berdaster dan bersumbu pendek. “… belum tentu semua orang berpemikiran radikal itu teroris”, kata JK. Padahal, kaum radikal bebas itu berbahaya. Disertasi Haedar Nashir berjudul Islam Syariat: Reproduksi Salafiyah Ideologis di Indonesia (2013) pun sudah lama membahas tuntas tentang betapa bahayanya gerakan ormas radikal bebas. Presiden saja hingga keluarkan gebuk dan jurus tendangan pisang. Lha dallah, ini wakilnya malah hidup dalam ragu kayak orang lihat hantu.

    Kalau Wapres meragu, justru ISIS menyatakan bertanggung jawab atas serangan bom di halte TransJakarta Kampung Melayu, Jakarta, Rabu 24 Mei 2017 yang lalu.
    “Pelaku penyerangan di Indonesia adalah militan ISIS,” sebut pernyataan yang dikeluarkan kantor berita Amaq, seperti dikutip Reuters, Jumat 26 Mei 2017.

    Kalau Kalla memang ragu, bagaimana dengan Presiden dan Kapolri?

    Sebagaimana diberitakan detik.com Jokowi langsung merespons aksi bom di Kampung Melayu dengan tegas. Jokowi menyampaikan dukacita untuk para korban bom.

        “Saya sudah perintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku yang melakukan. Saya perintahkan untuk mengejar sampai ke akar-akarnya, karena kita tahu korban yang ada, ini sudah keterlaluan”

    Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi di kediamannya, di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah, pada Kamis, 25 Mei 2017.

    Setelah malam harinya menjenguk korban luka-luka yang dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jokowi juga mendatangi lokasi bom di sekitar Halte TransJakarta Kampung Melayu. Di situlah ketegasan Presiden bergelora kembali, seolah menghayati perasaan rakyat yang dicintai, yang menjadi korban teroris biadab!

    Jokowi ingin pemerintah dan DPR segera menyelesaikan UU Antiterorisme. Dengan begitu, menurut dia, aparat keamanan dimudahkan dengan regulasi yang kuat untuk melawan terorisme. Jokowi juga menyeru segenap masyarakat Indonesia bersatu melawan terorisme.

    “Saya tegaskan sekali lagi, tidak ada tempat di Tanah Air kita bagi terorisme,” ucap Jokowi mantap, disaksikan langit dan bumi.

    Tidak ada tempat bagi terorisme di Tanah Air Indonesia. Segala akar terorisme yang bersumber dari ajaran hingga gerakan ormas radikal bebas tanpa oksidan harus diberantas sampai tuntas. Itu memang pantas. Kalau perlu diceburkan semua di kali Brantas.

    Senada dengan ini, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan bahwa saat ini pihaknya lebih kuat dibanding para teroris. Tito mengaku telah mengantongi sejumlah identitas. Dia yakin akan menangkap para teroris itu. Karenanya, ia meminta masyarakat lebih tenang dan tak panik atas aksi teror yang terjadi di Kampung Melayu beberapa hari lalu.

        “Ini kelompok kecil, tak perlu khawatir karena kami akan kejar habis kelompok ini.”

    Kapolri menyadari bahwa kasus bom bunuh diri yang terjadi bukan kasus lokal, tapi sudah menjadi fenomena global akibat kelompok ISIS terus ditekan oleh Rusia dan Negara Barat. Jenderal Tito bahkan meyakini bahwa ISIS telah melakukan desentralisasi atau memecah konsentrasi dengan memerintahkan jaringannya di sejumlah negara untuk membuat aksi serangan. Hal ini dibuktikan dengan teror di Manchester, teror di Filipina, dan terakhir terjadi di Indonesia. ISIS dalam kesempatan berbeda pun telah mengakui pihaknya sebagai dalang teror bom bunuh diri di Kampung Melayu.

    Halo Pak JK, masih ragukah Anda?


    Penulis :    Setiyadi RXZ   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Kala Kalla Buka Suara Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top