728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 24 Mei 2017

    Jokowi Realistis, Dia Hanya Merencanakan Semua Programnya Selesai dalam 5 Tahun Saja

    Tidak ada program Jokowi yang selesai setelah 2019. Semua dia persiapkan selesai sebelum 2019 atau sebelumnya. Pembangunan infrastruktur memang menjadi fokus pemerintahan Jokowi karena infrastruktur Indonesia jauh tertinggal dibandingkan dengan negara lain sehingga pertumbuhan ekonomi terhambat.

    Jujur saya sedih mendengarnya. Tapi senang pada waktu yang sama. Jokowi memang bukan seorang yang berambisi untuk menjadi penguasa negeri selamanya atau bahkan untuk 10 tahun lamanya.

    Setelah Lama Lupa Membangun Infrastruktur

    Keterhubungan wilayah menjadi perhatian utama Presiden Joko Widodo dalam proyek infrastruktur. Selain TransPapua, pemerintah juga terus membangun jalur-jalur penghubung dipulau-pulau besar ada: TransJawa, TransSumatra, TransSulawesi dan TransKalimantan.

    Sedangkan untuk menghubungkan wilayah antar pulau, Jokowi terkenal dengan gagasan Tol Laut-nya. Infrastruktur pelabuhan ini menjadi sangat penting sebagai sarana tol laut ini.

    Pembangunan infrastruktur dasar lainnya adalah Bandar Udara, saluran irigasi, bendungan dan sektor eneri listrik. Infrastruktur mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi.

    Namun faktanya infrastrultur Indonesia tertinggal jauh dari negara-negara lain. Sudah puluhan tahun sektor ini tidak tersentuh secara maksimal.Pembangunan infrastruktur mau tidak mau memang harus digenjot untuk mengejar ketertinggalan.

    “Untuk mengejar infrastruktur, kenapa pengeluaran sampai harus sebesar itu? Karena sudah bertahun-tahun dua puluh tahun pembangunan infrastruktur praktis tidak jalan (lah 10 tahun SBY ngapain). Jalan tapi sangat lambat sekali. tidak memadai. akibatnya ekonomi rakyat tidak bergerak. Itu sebabnya infrastruktur perlu biaya yang sangat tinggi tapi sekali diinvestasi itu terpakainya bisa sampai 30 tahun” jelas Darmin Nasution.

    Dibanding negara-negara Asia, kualitas infrastruktur Indonesia ternyata keteteran. Berdasarkan data Logistic Performance Indeks tahun 2014, indeks infrastruktur Indonesia berada di peringkat 53 dibawah negara-negara besar Asean lainnya.

    Di Asean, Singapura ada diperingkat ke 5 dunia sekaligus peringkat pertama di Asean. Malaysia berada diperingkat ke 25 dunia atau kedua di Asean. Thailand diperingkat 35 atau ke 3 di Asean. Peringkat Indonesia bahkan berada dibawah Vietnam. Di Asean, Indonesia hanya mengungguli Philippina di peringkat 57 dan kambodia di peringkat 83.

    Tak heran, jika paska terpilih sebagai Presiden Indonesia, Jokowi langsung mencanangkan infrastruktur sebagai agenda utama. Sayangnya ini tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan. Dalam indeks LPI 2016, Indonesia justru menurun menjadi peringkat 63.

    Realisasi pembangunan infrastruktur memang menunjukkan kemajuan signifikan. Namun secara relatif peringkatnya menurun. Berarti negara-negara lain juga sedang menggenjot pembangunan infrastruktur secara agresif.

    Banyak negara berusaha memperbaiki infrastrukturnya untuk menopang pertumbuhan ekonomi serta memperlancar distribusi barang kebutuhan guna menekan angka inflasi.Dalam pembangunan infrastruktur, pemerintahan Jokowi harus berpacu dengan waktu, sekaligus keterbatasan pendanaan.

        Kendati begitu,proyek  infrastruktur yang dicanangkan selama periode 5 tahun pemerintahan Joko Widodo tetap ditargetkan bisa rampung pada 2018 atau satu tahun sebelum masa pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla berakhir pada 2019.

    “Dilihat supaya semua program-program Nawacita tetap berlanjut dan kalau bisa diselesaikan sebelum 2019. Jangan sampai ada yang belum selesai nanti tahun 2019, karena hanya tinggal 2 tahun kan 2018-2019” kata Basuki Hadimulyono.

    Satu tahun ke depan bukanlah waktu yang panjang untuk merealisasikan proyek pembangunan infrastruktur yang dicanangkan namun bukan berarti tidak bisa. Langkah Jokowi untuk terus memantau langsung realisasi dilapangan menjadi salah satu kunci.

    Apa yang dilakukan pemerintah untuk membiayai infrastruktur tanpa terjebak hutang?

    Video selesai sampai disini. Saya tercenung dan saya merasakan rasa khawatir. Kalau Jokowi sudah tidak jadi Presiden lagi, Apa yang akan terjadi?

    Ingin rasanya saya bertanya pada seluruh rakyat Indonesia, “APAKAH KALIAN MASIH MENGINGINKAN JOKOWI JADI PRESIDEN INDONESIA?”. Jokowi hanya seorang diri dengan pemikiran dan keinginan untuk memajukan bangsa dan negara, tapi kalau rakyat tidak mendukung dia penuh, semua keinginan dia akan sia-sia. Partai tidak bisa dihaparkan walaupun kabar sudah terdengar bahwa Golkar hanya akan mengusung Jokowi seorang.

    Saya pernah menuliskan ini dan saya akan tulis lagi, Apa ruginya Jokowi kalau dia tidak kembali menjadi Presiden Indonesia untuk periode kedua? Tidak ada!

    Sama seperti Ahok, Jokowi juga bukan orang yang berambisi untuk terus berkuasa atau untuk bisa menjadi kaya raya. Lihat seluruh keluarganya, apakah ada perubahan dari kehidupan mereka sebelum dan sesudah Jokowi menjadi orang nomor satu di Indonesia? Tidak ada!

    Baca : https://seword.com/politik/jika-jokowi-tidak-lagi-jadi-presiden-indonesia-yang-rugi-siapa-yang-untung-siapa/

    Kalau Jokowi tidak menjadi Presiden untuk periode kedua. saya akan kembali ke kehidupan dimana saya hanya akan memikirkan diri saya dan anak saya saja. Saya tidak akan peduli apakah Pemerintah mau membangun Indonesia atau tidak, saya tidak akan peduli apakah Freeport akan dikembalikan ke Amerika atau tidak. Saya tidak akan peduli apakah rakyat diperbatasan dipelihara negara atau tidak. Saya tidak akan peduli apakah Indonesian akan menjadi Khilafah atau tidak. Atau saya akan mulai berpikir untuk kembali ke Eropa.

    Apa yang harus saya perjuangkan? Saya seorang Pendukung pemerintahan yang sah, pemerintahan yang sejalan dengan pemikiran saya. Bukan pemerintahan semacam orde baru atau pemerintahaan era SBY.

    Atau saya akan mulai fokus pada kebijakan Sri Sultan Hamengkubuwono saja yang menjadi Raja dimana saya tinggal. Mungkin itu lebih baik. Atau sesekali main ke Solo mengunjungi Pak Jokowi atau sesekali menulis surat pada Pak Ahok.

    Dan bertemu teman-teman untuk mengenang masa-masa sulit memperjuangkan dua putra terbaik bangsa yang pernah dimilik Indonesia sambil menyurut kopi hitam a la Denny Siregar.

    Penulis : Erika Ebener.   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Jokowi Realistis, Dia Hanya Merencanakan Semua Programnya Selesai dalam 5 Tahun Saja Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top