728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 31 Mei 2017

    Jokowi Luncurkan Unit Kerja Pembinaan Pancasila: Nasionalisme Tidak Main-Main!

    Nasionalisme adalah topik yang terus-terusan digaungkan selama tahun 2017 ini. Bedanya, rasanya hati adem dengar berita perkuatan nasionalisme. Rasanya tidak ada bosannya mencari kabar soal nasionalisme, seakan-akan seperti pangan saja. Beda sekali dengan dulu, nasionalisme dianggap angin lalu, orang malas memantau berita negara karena tak ada yang baru, semua membosankan.

    Bahkan tahun 2016 dikenal sebagai tahun pengabaian Pancasila dan nasionalisme. Gerakan bikin khilafah lah, bocah injak patung pahlawan lah, ada yang mengacungkan jari tengah ke foto Jend. Sudirman. Kok rasanya tidak punya terima kasih sekali sama founding fathers negara ini?

    Jokowi yang memang berniat merevolusi mental orang Indonesia tentu gerah melihat semua ini. Melalui seruan menggebuk ormas dan kawanan anti-Pancasila, beliau menunjukkan kemarahan atas tidak menghargainya para WNI atas tanah airnya sendiri. Apalagi tahu sendirilah presiden kita ini sangat nasionalis, lebih dari yang katanya nasionalis, apalagi nebeng nama nasionalisme hanya biar masyarakat tidak mencurigai agenda terselubung mereka.

    Jokowi itu sampai meliburkan 1 Juni – pertama kalinya di tahun ini, demi menghormati Pancasila sebagai dasar negara. Sebelumnya hari itu kadang terasa hanya sambil lalu saja, sambil kerja. Padahal dasar negara dan sumber segala hukum di negara ini lho.

    Nah, ada lagi kejutan baru dari Jokowi: Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Tepat sekali dengan perayaan Hari Pancasila besok. Sebelumnya Muhadjir memberikan kejutan dengan perekaman ulang Indonesia Raya 3 stanza bersama Pak Purwacaraka, di Lokananta, label musik milik negara. Tambah lengkap pembakar semangat nasionalis kita!

    Pak Jokowi memang baru menyampaikan tugas UKP dengan 10 orang ini besok. Akan tetapi, saya menduga UKP ini akan menerapkan standardisasi penghafalan dan penghayatan Pancasila. Namanya juga membina rakyat dengan Pancasila. Pembinaan nasionalisme yang selama ini jalan sendiri-sendiri, terutama di ranah kehidupan akademik, ke depannya akan diatur oleh satu standar baku. Sama dengan misi Pak Muhadjir dan Pak Purwa untuk membakukan prosedur menyanyikan Indonesia Raya – salah satunya nanti kita disuruh nyanyi 3 stanza.

    Jokowi sadar, kalau rumah tidak ada dasar yang kuat, mana bisa yang berdiri di atasnya kuat. Jokowi memperkuat di sana dan di sini bersama para menteri dan kawan-kawannya, termasuk kita. Sehingga, para rakyat akan memiliki alasan yang kuat untuk belajar menghayati dasar negara dan menghargai identitas negara. Petingginya punya semangat mengamalkan Pancasila kuat, bukan cuma di bibir, tentu akan mengekor rakyatnya. Persis zaman Bung Karno.
    Jokowi dan pemimpin sesudahnya (saya doakan Indonesia akan memiliki pemimpin berjiwa sama dengan Jokowi) harus konsisten lho! Seimbangkan semangat Pancasila dengan semangat pembangunan. Dengan begitu rakyat yang tahu diri pasti berterima kasih kepada negara, salah satunya menghayati dan menaati Pancasila. Menghormati bahkan terharu kalau lihat simbol kebangsaan.

    Akan tetapi, kalau nantinya penerapan pembinaan Pancasila salah, malah terkesan kebanyakan teori semacam bertahun-tahun silam, jangan heran kalau orang bosan, menganggap tidak ada gunanya dan malah bisa seperti penolakan terhadap penataran P4, atau seperti stigma pada pelajaran kewarganegaraan (PKn) belakangan. Belajar begituan akhirnya dianggap cuma cari nilai. Ingat, hal yang baik dan benar bisa diajarkan secara salah.

    Saya berpikirnya penghayatan Pancasila harus diajarkan sesuai umurnya. Anak TK SD jangan dikasih baca Seword. Demikian juga orang dewasa tidak cocok dengan bacaan anak-anak (lain kalau lagi bernostalgia). Pemerintah harus berpikir soal segmentasi umur supaya efektif dan tepat sasaran. Apalagi kalau kerjanya UKP Pancasila nanti akan mengubah kurikulum PKn menjadi lebih ditekankan pada penerapan Pancasila.

    Yang paling penting, mengajarkan Pancasila secara efektif harus dengan perbuatan! Pemerintah sekarang memberikan contoh yang baik dan benar, meski kurang sempurna karena masalah politik. Pembangunan merata sesuai sila kelima. Melindungi persatuan Indonesia di sila ketiga dengan menindak dan menyadarkan kaum perusak dan pemecah belah bangsa.

    Jangan sampai kejadian semacam beberapa era ke belakang, pendidikan kewarganegaraan, antikorupsi, Pancasila, dan sejenisnya jalan, tapi yang harusnya memberi teladan malah lebih suka melanggar Pancasila dan hukum dibanding rakyat jelata. Provokasi SARA, korupsi, kerja asal-asalan, dan saya rasa rakyat jelata malu melakukan itu secara terbuka. Karena pejabatnya tidak keruan, ya sebagai “balas dendam”, rakyat akan malas belajar menghargai negeri ini.
    Begitulah Seword, yang gambarnya kura-kura!

    Penulis   :    Misael   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Jokowi Luncurkan Unit Kerja Pembinaan Pancasila: Nasionalisme Tidak Main-Main! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top