728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 16 Mei 2017

    Jokowi Dan Ahok Tidak Mungkin Saling Khianati

    Pastilah kita kayaknya sedap-sedap ngeri sama kata ‘Politik’.     Sudah jadi image publik , bahwa politik itu jahat dan licik.     Apalagi dalam perpolitikan tidak ada teman abadi atau musuh abadi.     Misalnya sekarang teman, besok berubah jadi musuh. juga bisa sebaliknya, sekarang musuh besok jadi teman.    Hanyalah ada kepentingan abadi.

    Politik buruk atau baik , tergantung pada pengelolaan kita.    Politik wajib perlu ada dimana-mana untuk menunjang ketahanan hidup kita agar tidak terjerembab.     Contoh kecil dan baik loh , pedagang main politik supaya dagangannya cepat laku dijual.    Pedagang pasang spanduk lebar dan gambar menarik, supaya orang tertarik beli dagangan.

    Kalau dalam kamus bahasa Indonesia, politik adalah suatu alat / hal untuk mencapai tujuan.    Nah , politik tidak selalu buruk , tergantung pada cara penanganannya.     Mau jujur atau curang, ya terserah kita sendiri.    Tentu akibatnya juga kita tanggung sendiri seperti aib , nama baik jatuh atau  sebaliknya nama kita makin harum , kita makin dipercaya.

    Jokowi dan Ahok adalah barang langka , sudah lama kita tunggu.    Terima kasih , Allah.   Terkabul sudah harapan kita.    Terinspirasi film “Terminator” , Jokowi dan Ahok dijatuhkan dari langit ketujuh.     Pikiran dan tenaga Jokowi dan Ahok tercurahkan semuanya , hanya untuk kemajuan Indonesia dan mengangkat harga diri Indonesia di mata internasional

    Saking kagumnya sama karakter Ahok, otak cangkok saya sampai tergeleng-geleng.     Ahok identik bicara kasar, tapi jujur.     Bahkan berani berkata dengan lantang ,’ “Kalaupun saya harus mati, saya siap untuk konstitusi.”.     Ucapan Ahok terdengar heroik, namun kita bisa melihat langsung apa yang diperbuat Ahok di dunia nyata.    Bukan mimpi, fakta loh.

    Kerinduan kita akan pemimpin yang berkarakter kuat dan jujur terobati sudah.    Di ibukota Indonesia bernama Jakarta, kita dibuat tercengang oleh sepak terjang Ahok sehingga orang-orang jahat terjungkal keluar dari lingkungan pemerintahan.     Belum lagi, Ahok berani melawan garong uang rakyat.

    Di hadapan pengunjuk rasa terkait ucapan Ahok bahwa banyak preman di Pasar Tanah Abang, dan akan penjarakan para PKL di pasar tanah Abang sehingga Ahok dituntut harus minta maaf , Ahok bilang,  “Saya tidak akan bicara karakter saya seperti apa, tapi saya akan menunjukkan bahwa saya hanya taat sama konstitusi, bukan konstituen.”.

    Satu lagi, Ahok pernah bilang, “Saya hanya taat sama konstitusi, bukan kitab suci.” di kampanye pilkada DKI periode 2012 kemarin, dalam kapasitasnya sebagai calon wakil gubernur DKI.    Ucapan Ahok yang itu  berhasil dipelintir lawan politiknya seolah-olah Ahok benci agama dan kitab suci.     Kitab suci tidak bisa dibanding-bandingkan dengan konstitusi karena berbeda hukum.     Ibarat air tidak bisa dibandingkan dengan udara, sama-sama penting cuma beda wujudnya.     Pelintiran kalimat tersebut belum berefek besar-besaran , tidak seperti sekarang.    Karena Jokowi sebagai calon gubernur kan orang Islam, apalagi sudah naik haji.     Sehingga Jokowi – Ahok menang di Pilkada DKI pada tahun 2012.

    Jago-jagonya Ahok , akhirnya terpental juga, karena omongannya dipelintir.     Ahok masuk tahanan , setelah divonis penjara dua tahun dalam perkara penistaan agama.    Tentunya itu kabar gembira bagi orang-orang jahat yang selama ini kering uang, karena lahan basahnya ditutup

    Hendaknya diperlihatkan oleh lawan politik Jokowi bahwa Ahok dipenjara merupakan kemenangan lawan politik Jokowi sekaligus kekuatan lawan politik Jokowi tidak bisa diremehkan.

    Pasti kita semua sudah tahu, Jokowi sudah begitu akrab dengan Ahok.    Mereka berdua satu jalan dan satu pikiran dalam manajemen pemerintahan.     Walaupun berbeda suku , berbeda agama.    Komitmen dan prinsip mereka berdua begitu sangat ketat , menempatkan konstitusi di atas persahabatan walaupun mereka berdua betul-betul sangat akrab.

    Begitu tahu Ahok dipenjara, Jokowi bukannya panik dan membela Ahok.    Justru membiarkannya , malah Jokowi menyuruh kita hormati mekanisme hukum.     Dan kita terima putusan hakim, di mana pemerintah memang tidak boleh campur tangan.

    Ibarat bapak biarkan anak belajar naik sepeda,, anak jatuh berulang-ulang dan beberapa kali alami luka di tangan atau di kaki.    Toh akhirnya anak berhasil setelah melalui perjuangan panjang.     Nah, Jokowi biarkan Ahok menjalani tahanan , bukan berarti tidak peduli Ahok atau memutus tali persahabatan dengan Ahok.     Kelak mental Ahok kian kuat dan makin dewasa setelah mendapat gojlokan bertubi-tubi dari berbagai masalah.

    Tetapi Jokowi tidak akan membiarkan Ahok sampai terjerembab terlalu ke dalam , sehingga Ahok sulit mengatasi sendiri.    Pasti kita pernah lihat Presiden Jokowi bukannya biarkan menteri Susi sendirian protes dengan ulah kapal Cina masuk ke laut Indonesia.     Cina adalah salah satu negara superpower.   Presiden Jokowi mempertegas dukungannya terhadap menteri Susi , memperingatkan Cina dengan keras bahwa Cina jelas melanggar kedaulatan negara Indonesia sehingga akan kami hadapi dengan kekuatan militer penuh.

    Jokowi tetap selalu menyayangi Ahok seperti halnya Jokowi menyayangi rakyat , terbukti rakyat boleh bersalaman langsung dan berfoto bersama dengan Jokowi.    Sehingga jelas banget, Jokowi tidak mungkin mengkhianati Ahok.



    Ahok dipenjara saja, tidak pernah terdengar mengeluh atau menyalahkan presiden Jokowi.     Ahok patuhi putusan hakim , malah sempat membungkuk pertanda hormat di depan majelis hakim.    Ahok tidak punya niat sedikitpun untuk khianati Jokowi.

    Pendek kata, Jokowi dan Ahok tidak mungkin saling mengkhianati.    Jokowi dan Ahok patut kita teladani .     Kita harus mendahulukan konstitusi daripada persahabatan atau persaudaraan.    Konstitusi hendaknya dipatuhi semua warga, pasti lah negara cepat maju dan aman.

    Saya adalah Ahok kedua.    Karena taat konstitusi….hehe saya membual.

    Penulis :  Winarno  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Jokowi Dan Ahok Tidak Mungkin Saling Khianati Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top