728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 19 Mei 2017

    Jokowi Bicara RI Ketinggalan Dari Negara Lain, Gerombolan Sebelah Harusnya Ngaca Dan Tahu Diri

    Saya sudah menanyakan pertanyaan ini dari dulu, heran sekaligus tak habis pikir dengan kondisi negara ini. Dulu negara ini kaya sumber daya alam hingga banyak negara-negara dari Eropa datang hingga menjajah. Dengan melimpahnya sumber daya alam dan manusia, seharusnya Indonesia berpotensi besar menjadi negara maju dalam waktu yang tidak lama.

    Tapi kenyataannya berbeda seratus delapan puluh derajat. Malah negara lain yang dulunya tertinggal, belajar dari Indonesia malah sekarang lebih maju. Beberapa negara yang dulunya lebih lambat merdeka ketimbang Indonesia, sekarang jauh melampaui apa yang dicapai Indonesia. Lihat saja negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Dulu tak ada apa-apanya, sekarang sudah terbalik, Indonesia yang tidak ada apa-apanya dibanding mereka.

    Dulu saya sempat berpikir mengapa bisa seperti ini. Awalnya saya pikir korupsi yang menghambat kemajuan negara ini. Ternyata ini ada sebagian dari keseluruhan faktor. Ada banyak faktor lainnya yang ikut berperan penting menjadikan negara ini seperti sekarang.

    Dalam rapat koordinasi nasional pengawasan intern pemerintah 2017 di Istana Negara tadi, Presiden Jokowi menginginkan Indonesia maju dan tidak kalah dengan negara lain dari sisi ekonomi. Ada beberapa negara yang dulunya belajar dari Indonesia, dan sekarang sudah berhasil menyalip. Dia mencontohkan soal jalan tol Jagorawi yang dibangun pada era 1970-an dan menjadi contoh bagi negara-negara lain. Tapi dalam waktu 40 tahun, Indonesia hanya bisa membangun 780 km jalan tol saja.

    “Kita harus sadar semuanya dulu banyak yang belajar kepada kita. Malaysia, guru-guru belajar kepada kita, kita mengirim ke sana. Sekarang kita sudah kalah. Dulu jalan tol, tahun 70-an Jagorawi itu menjadi contoh negara-negara yang lain. Kita 40 tahun hanya bisa membangun 780 kilometer. Di China yang dulu belajar kepada kita sudah 280 ribu kilometer. Dulu belajar kepada kita. Apa yang salah dari kita? Itu yang harus kita evaluasi,” kata Jokowi.

    Jokowi juga menyinggung soal PT PAL yang dibangun pada 1972 untuk membangun industri perkapalan dalam negeri. Korea Selatan juga membangun perusahaan yang sama 7 tahun yang lalu. Namun Indonesia kalah. “Kita belum maju ke mana-mana, dia sudah bisa bikin kapal selam. Apa yang salah dengan kita? Hal-hal seperti ini yang akan saya ingatkan kepada siapa pun, bahwa kita harus mengubah pola pikir kita, etos kerja kita, disiplin kita, kalau kita tidak mau ditinggal oleh negara yang lain,” ujar Jokowi.

    Setelah mengamati situasi perpolitikan dan sosial negara ini, apalagi sejak ada Ahok yang telah membuka mata kita, saya akhirnya tahu memang ada yang salah dengan negara kita ini. Salah satunya yang bikin negara ini tidak maju adalah banyaknya gerombolan sumbu pendek yang masih mending tidak berkontribusi, ini malah kerjaannya bikin rusuh dan mengganggu ketertiban. Kalau dibilang parasit, rasanya terlalu kasar, takutnya mereka langsung meledak emosinya. Salah satu faktor yang mendukung kemajuan sebuah negara adalah sumber daya manusianya. Kalau manusianya berpola pikir sempit seperti sumbu pendek? Mau di bawa ke mana nasib negara ini.

    Belum lagi gerombolan yang seolah tak ada kerjaan, bisa-bisanya ingin mengganti dasar negara ini dengan konsep khilafah. Warga negara lain bahu-membahu ikut membantu memajukan negara, dunia dan peradaban, di sini ada segelintir orang yang malah mau mengganyang negara ini dengan ideologi yang bertentangan dengan Pancasil. Bikin pemerintah repot habis waktu dan tenaga sehingga konsentrasi terpecah. Syukur tidak membantu, mereka malah bikin pemerintah buang-buang waktu, padahal waktu tersebut bisa dimanfaatkan untuk hal lain yang lebih penting.

    Ada pemimpin bagus, ditolak, dibenci dan didemo habis-habisan. Karena apa? Karena beda agama dan suku, karena anti korupsi, karena terlalu jujur. Beginikah pola pikir mereka? Yang bagus dimusuhi, yang sebaliknya malah dielu-elukan. Yang benar-benar kerja ditolak, yang kerjanya entah apa malah didukung. Luar biasa orang-orang ini. Prestasi tidak penting. Kinerja tak perlu. Yang penting seagama, meski yang seagama kadang tidak lebih baik. Tidak apa-apa korupsi asal seiman, tidak masalah kerjanya berantakan asal seiman, seiman lebih penting daripada kontribusi memajukan negara ini. Pola pikir seperti inikah yang dibangga-banggakan?

    Lihat tuh China dan India, dulu lebih parah dari Indonesia. Tapi sekarang? Untuk IT dan teknologi, India juaranya. Tak usah lagi ngomongin China, berita sudah banyak. Sebentar lagi mungkin akan menyalip Amerika sebagai negara super power. Tapi sumbu pendek mana paham yang begituan. Mereka paling akan bilang itu kan kafir dan aseng, karena tidak seiman. Mereka tidak mau belajar dari negara lain, padahal negara lain juga dulunya belajar makanya bisa maju.

    Jokowi sebenarnya sudah tahu alasan negara ini seolah lambat maju. Apalagi mendengar pidatonya beberapa waktu belakangan. Jokowi sebenarnya sedang menyindir dan menyentil beberapa pihak. Kadang lucu juga sih, di saat orang lain sibuk memikirkan masa depan yang lebih baik, mengembangkan teknologi baru di berbagai bidang untuk membuat dunia menjadi lebih baik, di saat negara lain berpikir bagaimana mencari planet baru untuk ditinggali, di sini orang-orangnya masih sibuk memikirkan kafir tidak kafir, seiman tidak seiman, sebarkan hoax bodoh, memikirkan perut sendiri. Memajukan negara ini berada di nomor sekian, cuma tahu korupsi, bagaimana memainkan anggaran. Belum lagi yang demo tak jelas seolah tak punya kerjaan (mungkin memang tak ada kerjaan kali ya?) Negara lain berpikir jauh ke depan, di sini masih banyak yang sibuk meributkan hal konyol.

    Hal kecil diributkan hingga berjilid-jilid. Tapi korupsi menahun, yang merugikan negara hingga puluhan triliun tidak diributkan. Saya tidak tahu kapan negara ini bisa maju. Bisa sih, tapi pertanyaannya adalah kapan? Bisa saja cepat, bisa saja sangat lambat mungkin entah kapan hanya Tuhan yang tahu. Infrastruktur ketinggalan, pemerintah sebelumnya entah apa kerjanya. Yang benar-benar mau bekerja jumlahnya sedikit. Bagaimana negara ini mau maju kalau etos kerjanya demi memperkaya diri bukannya memajukan negara? Bagaimana negara ini bisa dibanggakan dan membuat negara lain segan kalau masih banyak orang yang pikirannya seperti gerombolan sumbu pendek, tak ada kontribusi, malah bikin semak?

    Jokowi mengatakan ini agar kita sadar. Tapi entah dengan gerombolan itu, apakah mengerti dan sadar atau memang tak bisa sadar? Belum lagi para koruptor dan maling uang rakyat, mana peduli dengan yang beginian. Negara ini kaya, sangat kaya malah. Tapi memang sepertinya sudah suratan takdir kalau negara ini menjadi seperti sekarang. Diberi modal yang luar biasa oleh Tuhan, tapi tidak dimanfaatkan dengan baik.

    Ibarat orang miskin tidak dimodali, masih dimaklumi tidak bisa kaya. Tapi punya modal besar, malah begini-begini saja, kalah dengan negara lain yang SDM dan SDA nya lebih sedikit. Seperti kata Jokowi, apa salah kita?

    Bagaimana menurut Anda?


    Penulis : Xhardy  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Jokowi Bicara RI Ketinggalan Dari Negara Lain, Gerombolan Sebelah Harusnya Ngaca Dan Tahu Diri Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top