728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 20 Mei 2017

    Jokowi Akan Gebuk Ormas Pengganggu Pancasila, Lebih Cepat Lebih Baik Pak

    Beberapa waktu belakangan ini, muncul banyak isu-isu dan tindakan yang berusaha merongrong Pancasila dan keutuhan NKRI. Dan banyak sekali gerombolan sumbu pendek keluar dari tempat persembunyiannya, berilusi sebagai pahlawan kesiangan dan bikin onar, merasa menjadi ksatria penyelamat dengan menyelamatkan negara ini melalui ideologi yang berlawanan dengan Pancasila. Pahlawan kesiangan seperti ini memang lebih pantas digebuk dan digulung saja.

    Presiden Joko Widodo kembali menegaskan, Pancasila merupakan satu-satunya ideologi di Indonesia. Penegasan itu diungkapkan Presiden di depan 1500 prajurit TNI usai menunaikan salat Jumat dan santap siang di Aula Kartika, Tanjung Datuk, Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau tadi.

    “Pancasila itu sudah final. Tidak boleh dibicarakan lagi,” kata Jokowi sebagaimana dikutip dari siaran pers resmi Istana. Jika ada ormas yang ingin keluar atau mengganggu ideologi Pancasila serta pilar negara yang lain, yakni UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, dianggap bertentangan dengan hal yang sangat fundamental bagi bangsa Indonesia. Jokowi pun memastikan, negara tidak akan diam dalam menghadapi gerakan-gerakan yang merongrong tersebut.

    “Kalau ada ormas yang seperti itu, ya kita gebuk,” kata Jokowi. Tidak hanya yang anti-Pancasila, bahkan negara juga akan ‘menggebuk’ ormas yang berhaluan komunis. “Ya kita gebuk, kita tendang, sudah jelas itu. Jangan ditanyakan lagi. Jangan ditanyakan lagi. Payung hukumnya jelas, TAP MPRS,” ujar Jokowi.

    Kalau bisa gebuk lebih kuat dan keras bila perlu digilas, biar ada efek jera. Kalau tidak, mereka (para ormas) beserta gerombolan otak sumbu pendek di dalamnya akan merasa di atas angin. Jika mereka tidak diberi pelajaran, rasanya mereka takkan sadar, dan sepertinya harus diberi pelajaran dengan cara yang sedikit lebih keras. Karena kalau hanya pakai mulut, mereka sulit memahami, maklum saja kapasitas otak mereka. Kalau pakai cara santun, biasanya sampai mulut berbusa pun takkan mempan.

    Konsitusi dan undang-undang memang menjamin hak berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Tapi kalau ada yang berani dan bahkan terang-terangan berniat melawan konstitusi, maka sudah saatnya diberikan pelajaran. Organisasi atau individu yang jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, atau keutuhan NKRI tak boleh lama-lama dibiarkan. Kalau dibiarkan terlalu lama bebas, mereka akan semakin menjadi-jadi. Dikasih hati kadang minta lobster bakar. Kan kurang ajar namanya.

    Saya setuju, saya yakin mayoritas pun akan setuju dengan pernyataan Pak Jokowi mengenai ormas yang mau menentang dengan ideologi negara harus digebuk. Paling yang teriak-teriak tak setuju adalah mereka yang mendukung ormas tersebut. Penolak biasanya tak jauh-jauh dari gerombolan sebelah, yang tak bisa berpikir dengan jernih, yang tak bisa menyadari bagaimana negara ini diperjuangkan oleh para pahlawab hingga merdeka, dan mereka dengan seenak jidatnya ingin mengganti ideologi dengan ideologi yang mereka inginkan. Kalau mengutip kata Pak Ahok, memangnya ini negara nenek moyang loe. Kalau negara ini mereka yang perjuangkan sendiri, ya oke lah. Mereka seolah tak sadar sesuka hatinya merombak negara ini, padahal mayoritas tak suka, tapi tetap ngotot dengan tindakannya. Rasanya sulit berurusan dengan orang-orang seperti ini, memang bagusnya digebuk saja, seperti kata Pak jokowi.

    Tindakan tegas seperti tentu akan menimbulkan perlawanan, yang bilang pemerintah parno lah, pemerintah panik lah, pemerintah mirip orba lah, rezim pemerintah sekarang lebih parah daripada penerintah sebelumnya. Bagi yang mengatakan itu, cobalah pikirkan lagi, ini masalah sangat serius, menyangkut stabilitas negara. Stabilnya negara itu ibarat pondasi bangunan. Kalau pondasi terus goyang, cepat lambat negara ini akan runtuh tinggal puing. Banyak orang tidak paham akan hal ini, tahunya cuma teriak dan kritik pemerintah yang membatasi kebebasan berekspresi. Mereka hanya mengandalkan emosi dalam bertindak, jarang menggunakan logika sehingga tak tahu negara ini berpotensi terpecah belah.

    Sama seperti orangtua yang bertindak tegas kalau anaknya sudah bertindak keterlaluan. Sudah jelas-jelas salah, tapi masih berani bilang orang tua mengekang, tidak sayang dan kolot zaman purba. Begitulah gerombolan sebelah, mau menang sendiri, mau bebas tapi sesuka hatinya seolah negara ini miliknya sendiri, yang lain hanya ngontrak. Kalau cara lembut tak mempan, ada saatnya main gebuk biar kapok.

    Bagaimana menurut Anda?



    Penulis  :   Xhardy     Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Jokowi Akan Gebuk Ormas Pengganggu Pancasila, Lebih Cepat Lebih Baik Pak Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top