728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 30 Mei 2017

    Jika Dianggap Teroris Moral, Rizieq Shihab Pantas Dihukum Mati?

    Tidak ada yang mendemo Rizieq Shihab apalagi yang menuduh dia sebagai seorang teroris moral. Saya hanya flashback dari apa yang pernah Front Pembela Islam lakukan dulu pada Ariel PeterPan ketika dia menjadi tersangka kasus pornographi.

    Kalau kita lihat lagi di internet foto-foto bagaimana garangnya laskar FPI mendemo Ariel dengan segala kata dan kalimat yang maha keji tingkat dewa, sekarang apa yang dituduhkan pada orang lain, eh dia lakukan sendiri.

    Terus terang saya tidak pernah mendengar atau membaca kalimat “Teroris Moral, pantas dihukum mati” karena saya sama sekali tidak mengikuti berita kasus pornografi Ariel secara dekat. Saya hanya sempat baca bahwa Ariel senang “mengabadikan” his privacy activities dan menyimpannya. Bahkan video-video dia yang kemudian menjadi viralpun tidak pernah saya lihat.

    Saya bahkan tidak tahu kalau Ariel menjadi sasaran demo yang sebegitu hebat oleh FPI. Tapi tuduhan sebagai “Teroris Moral” tidaklah tepat disematkan pada seorang Ariel. Namanya juga Artis, selebrity papan atas di dunia “hiburan” bukan tokoh yang mengarahkan manusia pada perjalanan menuju surga, yang namanya kebebasan sex dan obat-obatan terlarang tidak jauh dari sebagian kehidupan mereka. Selama hal itu dilakukan di ruang pribadi dan tidak dipertontonkan pada umum dan tidak mengganggu siapapun, kita seyogyanya memaklumi mereka.

    Ketika video pribadinya Ariel itu dicuri dan disebarkan dengan sengaja, kesalahan Ariel cuma satu menurut saya yang awam hukum, yaitu dia mengabadikan kegiatannya. Tapi apa yang Ariel lakukan tidak melanggar apapun karena dia melakukannya dengan dasar suka sama suka diruang tertutup dan Ariel tidak membawa misi yang mensucikan dirinya.

    Itu sebabnya saya berpendapat bahwa Ariel bukanlah Teroris Moral!

    Sangat jauh berbeda dengan Imam Besar Habib Rizieq Shihab yang seorang Ulama dan memimpin umat dibawah bendera Front Pembela Islam. Lalu dia melakukan kegiatan apa yang dia dan kelompoknya tentang. Masya Allah…

    Lebih parahnya lagi, Sang Imam Besar Habib Rizieq Shihab Pemimpin Front Pembela Islam ini memiliki misi dan visi untuk MENGHAPUSKAN MAKSIAT DARI BUMI NUSANTAR!! Kenapa tidak dimulai dari dirinya sebelum menghalau orang lain?

    Ini yang memberatkan dia dan pantas menyandang nama seorang “Teroris Moral” dan pantas dihukum rajam didepan umum. Agar menimbulkan efek jera. Siapa tahu dengan dihukumnya Rizieq di muka umum membuat orang berpikir dua kali untuk melakukan maksiat.

    Seorang publik Figur memiliki beban yang lebih berat dari masyarakat biasa. Seorang publik figur dituntut untuk selalu bersikap baik karena apapun yang dilakukan dan diucapkan akan serta merta dicopy oleh penggemarnya. Memangnya jadi orang terkenal itu enak? Ya enak tapi tidak semuanya enak. Yang pasti mereka kehilangan kehidupan pribadinya.

    Dulu waktu Rizieq Shihab masih menjadi ustad biasa, apa masyarakat luas perduli apa yang dia katakan dan dia lakukan? tidak! Lalu Tuhan memberi dia sebuah cobaan dan ujian yang maha berar. Yaitu kemasyuran, ketenaran dan kejayaan yang sebegitu cepat mengangkat nama seorang Rizieq Shihab dan memberi dia sebegitu banyak umat bahkan umat dia seperti sudah menganggap dirinya hampir sama dengan Rasulullah, menjaganya agar tidak tersentuh oleh hukum sekalipun.

    Julukan “Teroris Moral” memang lebih pantas diberikan pada tokoh agama yang telah melanggar nilai-nilai moral kemasyarakatan yang diembannya. Apalagi kalau kita membaca isi dan pembicaraan yang Rizieq tuliskan untuk selingkuhannya Firza Husein. Semakin tepatlah kirannya julukan Teroris Moral untuk dia.

    Tidak ada pihak yang bisa disalahkan. Rizieq Shihab atau ke 700 pengacaranya (ini bayarnya pake apa yah punya pengacara banyak banget begini? Apa mereka gotong royong, sukarela membantu Rizieq Shihab dengan imbalan sepetak tanah di surga?), tidak bisa menyalahkan pihak yang telah menyebarkan transkrip percakapan whatsup antara dirinya dan Firza Husein. Karena Sebagai seorang yang sangat pintar dan serba paham akan segala sesuatunya yang terjadi di kehidupan, Rizieq pasti tahu betul bahwa setiap pembicaraan di whatsup akan dengan mudah diretas seseorang.

    Lalu kenapa masih dilakukan? Apakah ini sebuah kesengajaan untuk menekan pasangannya dikemudian hari? Sayangnya sudah keduluan sama Annonymous.


    Penulis :  Erika Ebener.   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Jika Dianggap Teroris Moral, Rizieq Shihab Pantas Dihukum Mati? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top