728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 31 Mei 2017

    ISIS itu Cuma Mafia Perang, Khilafah Cuma Alasan. Siapa Boss ISIS Di Indonesia?

    Apa keuntungan Teroris semacam ISIS menghancurkan sebuah negara berpenduduk Islam terbesar sedunia? Dulu Al Qaidah, perang mereka jelas, melawan Amerika. ISIS melawan siapa? Ngga jelas banget! Yang pasti ISIS tidak pernah menyerang Amerika. Itu sebabnya banyak pihak mensinyalir bahwa dana operasional ISIS ini didukung oleh Amerika.

    Baik ISIS maupun Al Qaidah, dua-duanya kelompok teroris yang tujuannya hanya mengganggu kedamaian dunia dengan dalih mengusung Khilafah. Saya lebih cenderung berpikir, kalau Al Qaidah punya alasan dendam pribadi Osama Bin Laden pada Amerika. Penghancuran gedung kembar sebesar WTC tahun 2001 adalah satu pencapaian Al Qaidah yang dikutuk dan tidak bisa dilupakan dunia. Walaupun resiko untuk ini, Al Qaidah menghancurkan 1 negara yaitu Afghanistan. Dari sejak tahun 2001 sampai sekarang, Afghanistan yang dituduh sudah melindungi Al Qaidah dan digempur habis-habisan oleh negara-negara NATO.

    Sekarang ISIS, Suriah hancur! ISIS misinya apa? Mereka tidak punya misi! Mengusung Khilafah itu hanya satu dalih yang dibuat-buat, tapi saya melihat ISIS adalah MAFIA PERANG. Sebagai Mafia, dana ISIS melimpah disamping adanya dana dari pihak yang menjadi produsen senjata sebagai imbalan untuk menciptakan perang dibelahan dunia manapun juga.

    Apa Hubungan ISIS Dengan Indonesia?

    Ini analisa saya. ISIS hanya mendompleng dan memanfaatkan keadaan kekacauan yang ada di Indonesia, dengan tujuan, Indonesia hancur menjadi ajang perang seperti Suriah. Mereka mengambil keuntungan dari penjualan senjata yang dibutuhkan dan dibeli oleh dua pihak yang sedang berperang.

    ISIS tidak punya kepentingan untuk menguasai Indonesia. Di Suriah atau di Irak sekalipun yang namanya sudah menjadi bagian dari nama organisasi, ISIS tetap bukanlah pemilik kedua negara itu. Jangankan memiliki, mengklaim saja menang atas kedua negara itu pun tidak.

    Di Suriah, dimana posisi ISIS? Dikubu pemerintah kah atau dikubu pemberontak kah? ISIS ada dikedua kubu menyusup untuk menjaga pertikaian terus berlangsung. Awalnya dia menyusup di kubu pemberontak yang sudah merasa jengah dengan pemerintah dan menginginkan perubahan. Pihak pemerintah tentu saja bertahan. Rezim yang sudah menguasai Suriah selama 70 puluh tahun tidak akan dengan mudah menyerahkan kekuasaan pada pihak yang tidak jelas. Dan keadaan seperti ini sangat menguntungkan ISIS. Usaha membuka perang di Suriah idak membutuhkan waktu yang lama.

    Di Indonesia, ISIS masuk lewat pihak yang sedang menyerang Pemerintah Indonesia sebagai penunggang. Sementara pihak yang ditunggangi ISIS merasa beruntung karena harapan mereka untuk menghentikan kemajuan di bumi Nusantara bisa terlaksana. Dengan demikian, proses majunya Indonesia berjalan ditempat, membuat kenyamanan dan keuntungan mereka terus berjalan cepat.

    Disini hubungan ISIS dan Indonesia jelas, bahwa sebagai Mafia Perang ISIS melihat adanya kepentingan dengan negara Indonesia. Indonesia berhasil dihancurkan dengan menggadang isu agama, keuntungan mereka jelas banyak. Tapi kalau negara dan bangsa Indonesia kuat bertahan tidak bisa dihancurkan seperti di Turki, ISIS akan pergi dan mencari negara lain untuk dihancurkan.

    Jadi Siapa Musuh Indonesia Sebenarnya?

    Adalah pihak yang merasa terganggu oleh hadirnya Pemimpin Baru yang memiliki niat merubah dan memajukan Indonesia. Mereka adalah orang-orang yang bertahun-tahun menikmati kacaunya mental bangsa yang sudah 50 tahun lebih merawat mental Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Pihak yang selama ini mengangkangi seluruh rakyat Indonesia.

    Itu sebabnya, mulai dari presiden ketiga sampai presiden keenam, Indonesia aman karena keempat Presiden sebelumnya tidak mengganggu kenyamanan mereka. Keempat Presiden sebelum Jokowi dengan sengaja membiarkan mereka bahkan berteman baik dengan mereka. Kelompok ini bahkan ada didalam tubuh pemerintahaan itu sendiri! Itu yang kita sebut para “Elite Politik”.

    Kalau betul musuh Indonesia adalah teroris, moment yang baik untuk menghancurkan Indonesia adalah ketika Indonesia dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau Megawati atau Gus dur atau bahkan ketika Habibie naik menjadi Presiden. Saat itulah kesempatan emas untuk menggempur Indonesia. Tapi tidak mereka lakukan karena pada dasarnya ISIS itu tidak ada kalau tidak dipanggil datang!

    Masa transisi Indonesia dari jaman Orde Baru ke jaman Reformasi, tidak ada serangan teroris yang berarti. Ya, ada bom di Bali, ada bom di Jakarta, tapi tidak ada berjuta-juta massa yang berteriak “Turunkan, lengserkan Presiden Indonesia!”. Karena keempat Presiden sibuk dengan urusan politik dalam negeri mereka dan urusan berlomba untuk menjadi partai yang dominan di Indonesia.

    Namun ketika Jokowi dan Ahok naik menjadi Gubernur dan wakil Gubernur Jakarta yang diusung oleh Partai PDIP dan Gerindra, para elite politik ini mulai menggeliat. Melihat banyaknya gebrakan-gebrakan kebijakan yang dilakukan oleh Pemimpin baru Ibu Kota Negara yang mulai mengganggu kenyamanan usaha mereka, mempersulit masuknya uang negara ke kantong mereka,  sejak itu pula kita, rakyat Indonesia, mulai disuguhkan adegan demi adegan perongrongan dan goncangan atas posisi Gubernur dan wakil Gubernur Ibu Kota.

    Tidak bisa dipungkiri, Megawati ada seorang Negarawan sejati. Melihat adanya harapan didiri Jokowi untuk membawa perubahan di negara yang diproklamirkan oleh ayahanda, dengan berani Megawati mengusung Jokowi menjadi Presiden Indonesia.

    Gerindra? Dengan jelas menyatakan menjadi lawan Jokowi dan setelah kekalahannya, dia dengan terbuka menyatakan akan menjadi partai oposisi. Ahok yang semisi-sevisi dengan Jokowi memutuskan hengkang dari partai Gerindra dan bergabung dikubu Jokowi. Dia berkuasa di Ibu Kota dan Jokowi berkuasa di Istana, maka kebakaran jenggotlah seluruh partai oposisi.

    Dengan dalih mengusung dan menegakan syariah Islam dan menggaungkan haramnya memilih pemimpin kafir, para elit politik ini berhasil menjatuhkan satu dari dua orang yang mereka anggap berbahaya.

    Terbukanya Kedok Mereka

    Pilkada Jakarta adalah cara Tuhan membuka kedok mereka. Bagaimana busuknya Paslon 3 yang memenangkan ajang Pilkada. Tapi jangan salah, kekalahan Paslon dua adalah pukulan telak bagi pihak pengguncang Indonesia. Mereka sebenarnya mengharapkan Paslon dua yang menang, dengan demikian pertunjukan guncang mengguncang Istana bisa diteruskan dan mempunyai alasan. Bagamana tidak, kombinasi antara seruan Al Maidah 51 dan status sebagai penista agama, kok masih bisa diangkat jadi Gubernur jakarta? ini adalah alasan empuk untuk menjatuhkan Jokowi yang duduk di Istana.

    Baca tulisan teman saya: https://seword.com/politik/anies-baswedan-dan-eep-saefulloh-kombinasi-politisi-ideal-indonesia/

    Tapi strategi politik Jokowi yang cantik, yang seolah mengorbankan eksistensi sahabat sejati, ini yang benar-benar memukul mundur gerakan para elit politik yang menyerang dia. Usaha menghentikan langkah Jokowi untuk memajukan Indonesia mulai terlihat tersendat.

    Jokowi sadar, musuh dia bukanlah ISIS langsung, tapi orang atau pihak yang menyewa ISIS dan membawanya masuk ke Indonesia lewat tubuh FPI, FUI dan HTI. Sebagai organisasi berbasis agama Islam, mengusung Khilafah dan surat Al Maidah 51 hanya alasan untuk membenturkan antar umat beragama di Indonesia.

            Jelas sebenarnya tawaran para musuh itu pada Jokowi, “Kamu berhenti memajukan Indonesia atau kami hancurkan Indonesia!?”. Dan kita tahu apa jawaban Jokowi!

            Kita, rakyat bersama Jokowi! Menghalau para pecundang bangsa!

    Ini adalah sebuha ujian bagi Jokowi sebagai pemimpin bangsa. Bisakah Jokowi memenangkan Indonesia tanpa adanya benturan seperti ancaman yang dilayangkan? Peran aktif kita sebagai Warga Negara Indonesia adalah jawaban bagi kemenangan Jokowi mengalahkan pihak yang begitu serakah ingin menguasai Indonesia hanya untuk dirinya dan kelompoknya!

    #SayaIndonesia!


    Penulis :   Erika Ebener    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: ISIS itu Cuma Mafia Perang, Khilafah Cuma Alasan. Siapa Boss ISIS Di Indonesia? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top