728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 31 Mei 2017

    HRS Tersangka Ahok dan Joko Widodo Disalahkan Lagi , Kertanegara “Ngakak”

    Kabarnya pentolan FPI ini marah atas rencana penetapannya sebagai DPO di Interpol. Kok marah,ya ?  Apa yang salah dari Kepolisian, bukahkah tugas pokok kepolisian (Tupoksi) nya adalah penegakan hukum kepada siapa tanpa pandang bulu.

    Tugas ini dilindungi UU Kepolisian dan sudah ada panduan yuridis yaitu KUHP. Bila HRS marah jadi lucu, memang dia siapa? Presiden ?

        Salah seorang kuasa hukum dari pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, mengatakan kliennya saat ini tengah marah besar terkait penetapan dirinya sebagai tersangka oleh polisi pada kasus chat WhatsApp berkonten pornografi. Rizieq akan melawan hal itu dengan tim pengacaranya.

        “Tadi Habib Rizieq memberi info ke saya, Habib Rizieq marah besar dan akan melakukan perlawanan hukum dan politik,” kata Kapitra di Masjid Ittihad, Tebet, Senin (29/5/2017).

        (sumber : Kompas.com)

    Presiden saja menghormati peradilan, kok bisa – bisanya seorang HRS ingin perlakukan lebih apakah karena merasa sebagai Imam Besar ?  He..hehhe… ingat dong bagaimana sikap netral Presiden Joko Widodo soal kasus  hukum Ahok yang Antum demo berjilid kemarin.

        Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, kedatangannya dalam rangka mengundang Presiden Joko Widodo ke Tanwir PP Muhammadiyah di Ambon pada 24-26 Februari mendatang.

        Namun, pada pertemuan hari ini, turut dibahas isu terkini, termasuk soal Pilkada Serentak 2017 yang akan digelar pada 15 Februari mendatang.

        “Prinsipnya Pak Presiden sebagai kepala pemerintahan itu menegaskan ulang tentang posisinya yang tetap netral objektif dalam pilkada ini. Di mana saja, sehingga tidak memihak calon manapun prinsipnya,” kata Haedar, seusai pertemuan.

        (sumber)

    Baca tuh, ketua PP Muhammadiyah lho yang bersaksi soal netralitas Presiden, ingatkan saja sih biar nggak lupa.

    Siapa yang Belum Move On ?

    Seakan tak puas – puas kambinghitamkan pendukung Ahok (mungkin HRS belum puas sama Firza keburu terbongkar), kubu HRS kembali mengangkat isu politik di Pilkada DKI Jakarta lalu. Lho ?  Siapa yang belum move on,ya ?  Kemarin – kemarin minta pendukung Ahok untuk  move on  kini kenyataannya kubu HRS sendiri yang masih berkutat soal Pilkada.

    Urusan Antum sama Firza tidak berkait dengan Pilkada, Bieb!  Itu urusan asmara dan syahwaat, tidak terkait sama politik. Sama seperti kalian bilang urusan Ahok tidak ada urusannya dengan Pilkada DKI Jakarta, terbukti pihak Kepolisian dan Pengadilan tidak terpengaruh dengan isu politik Pilkada DKI Jakarta.  Antum tau sendirikan ?

    Modus play victim dan mengkambinghitamkan Ahok dan pendukung kembali mencuat dari Eggi Sudjana, Pengacara baru dari HRS. Si- Eggi adalah mantan timses Omm Wowo di Pilpres 2014 lalu, dan penasehat hukum Udar Pristanto, Kadis Perhubungan DKI Jakarta yang masuk bui  terganjal kasus Korupsi pengadaan armada Busway. Eeeh lupa, dia juga mantan  pengacara dari Jenderal Budi Gunawan, Kepala BIN sekarang.

    Eggi  juga pernah mengusulkan salah satu hukum Syariat untuk Koruptor yaitu potong tangan, trus kalau kasus chat mesum HRS terbukti di pengadilan, apanya yang dipotong dari anggota badan HRS ? Jawab dong Bung Eggi !

        Dunia peradilan di bawah Mahkamah Agung (MA) sepertinya makin kronis. Pasalnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lagi-lagi menangkap tangan oknum peradilan yaitu panitera PN Jakut.

        Inisiator Organisasi Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Eggi Sudjana menyebut seringnya OTT yang kerap menciduk lembaga peradilan menunjukkan tidak efektifnya efek jera dari sanksi hukum yang diterapkan.

        “Dan masih ada peluang bebas juga jika bisa di praperadilankan,” kata Eggi, Jumat (17/6/2016).

        Pengacara senior itu menyarankan harusnya OTT KPK itu bisa langsung segera diadili dan diberikan hukuman maksimal yaitu hukuman mati atau penjara seumur hidup.

        “Bisa juga terapkan hukum potong tangan melalui Perppu dan pelaksanaan hukumannya di Monas atau tempat lain yang bersifat publik,” ujarnya.

        (sumber)

    Jokowi dan Ahokers Jadi Sasaran Lagi

    Sepertinya kubu HRS sudah gelap mata, lagi – lagi tuduh Jokowi sebagai dalang dibalik persangkaan HRS pada kasus Chat Mesum.

    Kok bisa sih ?

    Logika dari mana,ya? Bila tuduhan Eggi benar  Presiden dalangnya, tentunya  Ahok tidak akan divonis 2 tahun penjara dan langsung masuk penjara. Betulkan ?

    Mikir Bung Eggi !!!!! Payah, kasus hukum dibawa ke ranah politik, kasus politik di bawa ke ranah hukum. Jadi mana yang benar  Bung ?

    Sampai – sampai Eggi berkoar ingin menyurati Kapolri agar menghentikan kasus hukum HRS, logika hukum dari mana? Sekolah hukum nggak sih ?

        Koordinator tim pembela Rizieq Shihab, Eggi Sudjana menegaskan pihaknya akan mengirimkan surat kepada Kapolri Jenderal Tito karnavian. Hal tersebut terkait kasus pornografi dengan percakapan seks yang diduga melibatkan Rizieq Shihab dengan Firza Husein.

        “Intinya kita sebagai lawyer melihat kasus ini merupakan rekayasa hukum, kriminalisasi terhadap ulama. Dengan berbagai analisis sudah saya tulis lengkap, yang saya tujukan ke Kapolri, tembusan Presiden, DPR, BIN, untuk supaya dilakukan SP3,” ungkap Eggi kepada Liputan6.com, Minggu (28/5/2017).

    Rupanya sudah ada kongkalikong dengan bos HRS , Ketum Gerindra agar kembali menembaki  Jokowi dalam kasus ini (maklum pesan titipan jelang 2019).  Sambil menyelam minum air, Kertanegara tidak perlu repot – repot dengan tangan sendiri mengoyang Istana. Kasus Ahok dan HRS kini menjadi alat “nabok nyilih tangan” ke Jokowi (Proxy War).

        “Ini problemnya adalah politik balas dendam dari dua hal penting kekalahan Ahok di Pilkada dan dipenjara kasus penodaan agama. Ini substansinya. Di belakang semua ini kami menilai adalah Presiden Jokowi,” jelas Eggi.

        (sumber)

    Seorang pengacara kok penilaiannya dari sudut pandang politik, bukankah seharusnya dari sudut pandang hukum berdasar KUHP atau UU. Kalau menggunakan sudut pandang politik sudah ketahuan ada pesan titipan. Hayooo ngaku !! 

    Pak Wowo, bos HRS di Pilkada  DKI Jakarta kemarin bisa jadi sekarang lagi  terpingkal – pingkal dan ngakak  abis melihat kerepotan pemerintah menghadapi gerakan radikal dan dampak kasus HRS.  Semua ada waktunya untuk menuai, Boz !!!  Rakyat sudah bisa menilai siapa anda, di Pilpres 2019  anda akan senasib dengan pendeta Durno dari Yogyakarta.  Gagal dan gagal maning !!!

    Gusti ora sare !!!.


    Penulis :  Sigit Budi.   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: HRS Tersangka Ahok dan Joko Widodo Disalahkan Lagi , Kertanegara “Ngakak” Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top