728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 19 Mei 2017

    Hipertensi! Sekjen FUI Al-Khaththath Dilarikan ke RS, Ahok Malah Sehat, Kok Bisa?

    Tersangka kasus dugaan pemufakatan makar, Al Khaththath mengalami darah tinggi alias hipertensi. Akibat hal tersebut, ia dilarikan ke Rumah Sakit Brimob, Kelapa Dua, Depok. Rasanya tekanan darah tinggi sudah mulai menghantam dirinya.

    Hasil pengecekan tensi darah Al Khaththath 200/120, kemudian ia dirawat inap disana. Kapolresta Depok Kombes Herry Heryawan mengatakan bahwa Khaththath sedang menjalani proses pemulihan di rumah sakit da harus dirawat inap.

        “Kondisi kesehatan tahanan atas nama Ir Muhammad Gatot Saptono alias Ustadz Al Khaththath kondisinya sudah membaik dengan tensi 140/100 dan sudah bisa diajak ngobrol,” – Kombes Herry Heryawan

    Khaththath sempat mengeluh pusing dan mual-mual sejak Rabu malam. Akhirnya dokter di Rutan Brimob Kelapa Dua mengecek tensi darah dan sempat diberikan obat untuk pertolongan pertama. Obat penurun tekanan darah menjadi obat pertama yang dikonsumsi oleh Khaththath. Khaththath memang memiliki riwayat hipertensi, pihak dokter merujuk ke RS Brimob Kelapa Dua, dekat dengan tempat ia ditahan bersama Ahok, yaitu Mako Brimob.

    Tersangka pemufakatan makar ini menjadi sebuah hal yang disangkakan kepada Khaththath yang bernama asli Gatot. Karena sulit sekali menuliskan Khaththath, saya akan menuliskannya dengan nama asli, yaitu Gatot. Ia sekarang dirawat di kamar VIP 1 RS Brimob dengan pengawasan dan penjagaan ketat dari pihak kepolisian, untuk menghindari kemungkinan melarikan diri. Mengapa ia stress dan hipertensi?

    Kemungkinan terbesar adalah Gatot sudah mengetahui dan mendapatkan laporan bahwa sosok panutan dan idamannya sudah tidak ada di Indonesia. Kejadian Rizieq dan Firza Hots menjadikan Muhammad Gatot Saptono mengalami hipertensi. Bisa saja Gatot memikirkan bagaimana mungkin Rizieq yang begitu suci dan sangat mantap di dalam orasinya menghina agama lain, malah terjebak dengan kasus sex chat?

    Gatot Saptono dan keempat rekannya ditahan usai diciduk jelang aksi 313 pada tanggal 31 Maret 2017. Mereka disebut melakukan pemufakatan makar karena merencanakan akan menguasai Kompleks Parlemen dan membuat kericuhan di kota-kota lain di Indonesia.

    Hal ini mungkin dianggap oleh para kaum bumi datar dan Islam garis keras sebagai suatu hal yang begitu dilebih-lebihkan. Namun sebenarnya mereka tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Krisis yang sedang terjadi di Indonesia menjadi sebuah alasan pihak kepolisian menyelidiki kasus ini dan menangkap terduga makar ini, salah satunya Gatot.

    Di tempat yang sama yakni Mako Brimob, ada dua orang yang ditahan, yakni Ahok dan Gatot. Sama-sama memiliki huruf vokal A dan O. Mereka adalah dua orang dengan nama yang mirip, namun memiliki karakter dan pendirian yang berbeda total. Meskipun mereka sama-sama mendekam di rutan Mako Brimob, mereka menghidupi kehidupan mereka dengan cara yang berbeda total.

    Ahok menikmati keberadaannya di Mako Brimob, karena memang ia siap untuk berkorban demi kebenaran. Sedangkan kita melihat Gatot yang diduga ingin mengorbankan kebenaran demi ketenaran. Respon mereka berdua pun berbeda. Ahok diberitakan sehat-sehat saja dan mendapatkan kehidupan yang baik di Rutan.

    Mungkin mereka berdua patut dijadikan contoh bagaimana respon mereka berdua hidup di rumah tahanan yang sama, namun berbeda cara melihat hidup. Memang sulit kita bandingkan kedua orang ini, karena perbedaannya jelas langit dan bumi. Menerima putusan hakim dengan legowo menjadi kunci bagaimana Ahok dapat dengan rela menghidupi kehidupannya di penjara.

    Lucunya, Ahok yang dianggap kafir oleh para kaum bumi datar, malah menghidupi kehidupannya dengan santai, dan bahkan dikatakan semakin dekat kepadaTuhan. Sedangkan Gatot yang dianggap ulama oleh para kaum bumi datar, malah mengalami hipertensi di Mako Brimob, apakah karena kurang baca kitab sucinya? Bagaimana para kaum Islam garis keras menjelaskan anomali ini? Setidaknya ada satu pelajaran yang dapat kita petik pada kejadian ini. Bukan hanya rokok, kebencian dapat menyebabkan hipertensi dan gangguan kesehatan.

    Akhir kata, tidaklah berlebihan jika kita mengatakan bahwa kehidupan kedua orang ini merupakan dua perbandingan langit dan bumi. Orang yang benar, akan dapat menghadapi tantangan seberat apapun dengan baik. Orang yang memiliki kepentingan tertentu, sulit menghadapi tantangan yang seringan apapun dengan baik. Dua orang yang memiliki konteks yang sama namun kisah hidup yang berbeda total. Pantas saja Ahok dicintai begitu banyak orang, di dalam jeruji besi pun bisa memikirkan banyak rakyat.

    Betul kan yang saya katakan?



    Penulis :  Hysebastian   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Hipertensi! Sekjen FUI Al-Khaththath Dilarikan ke RS, Ahok Malah Sehat, Kok Bisa? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top