728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 30 Mei 2017

    Greget! Rizieq, Pendukung Anies, Jadi Tersangka! Kembalilah Sebelum Interpol Bertindak

    Penyidik Polda Metro Jaya meningkatkan status imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dalam kasus dugaan pornografi di situs ‘baladacintarizieq’. Per hari ini, Senin 29 Mei 2017, hari ketiga bulan suci Ramadan, Rizieq ditetapkan sebagai tersangka.

    Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Wahyu Hadiningrat mengiyakan status Rizieq ketika ia dikonfirmasi peningkatan status terhadap Rizieq dari saksi menjadi tersangka. Banyak WhatsApp masuk di HP saya, meminta saya untuk ‘menggoreng’ kasus ini sebagai sebuah respon atas penetapan tersangka.

    Sudah beberapa opini yang saya utarakan terhadap Rizieq, beberapa bulan ini. Mulai dari pengerahan massa besar-besaran di aksi bela-bela (katanya) Islam, kasus baladacintarizieq, dan seterusnya. Sampai kepada para pendukungnya yang membuat berita hoax bahwa Rizieq didukung oleh seorang pengacara terkenal, Hotman Paris Hutapea.

    Ketika saya diminta untuk mengutarakan opini saya mengenai status tersangka Rizieq, saya sebenarnya sedang berlibur dan tidak berminat untuk beropini. Tidak ada kepentingan untuk menggoreng orang ini, lagipula di bulan suci Ramadan ini, saya kurang berniat untuk memojokkan Rizieq, karena dia sudah dipojokkan sedemikian rupa oleh dirinya sendiri. Kasus-kasus yang menjerat dirinya, bukan terjadi karena opini yang ada, melainkan dia sendiri yang membuat. Banyak orang, khususnya para simpatisan Rizieq mengatakan bahwa edaran chat WhatsApp dirinya dengan Firza Husein merupakan hoax belaka. Tetapi dengan ditetapkan status Rizieq sebagai tersangka, seluruh pembelaan tersebut TERBANTAHKAN.

    Mengapa? Karena polisi tidak mungkin meningkatkan status tersangka kepada Rizieq jika tidak melewati prosedur-prosedur yang ketat. Namun pengacara Rizieq, Eggi Sudjana menyayangkan sikap polisi dan mempersoalkan penetapan tersangka, karena menurut Eggi, ada prosedur yang dilanggar oleh pihak kepolisian dalam penetapan tersangka ini.

    Ia menilai struktur pengelolaan kasus ini janggal. Seharusnya, yang diusut adalah orang yang menyebarkan gambar dan membuat situs ‘baladacintarizieq’ itu. Tentu kita tahu sama tahu bahwa penyebar juga pasti secara hukum tidak bisa lolos dari cengkeraman hukum Indonesia.

    “Dalam konteks penyidikan harusnya polisi berpedoman kepada Perkap Kapolri No 14 Tahun 2012 soal manajemen penyidikan,” – pengacara Rizieq, Eggi Sudjana

    Manajemen penyidikan Rizieq menurut Eggi ada yang janggal. Seharusnya polisi dianggap berpedoman kepada perkap Kapolri mengenai tahapan-tahapan penetapan sebagai tersangka. Menurut Eggi tidak ada tahapan yang dilakukan oleh kepolisian.

    Mungkin pada saat Firza dan Kak Emma dipanggil polisi, itu bukan bentuk penyidikan. Bisa saja pengaara Rizieq sedang tertidur pulas dengan mimpinya di siang bolong. Jelas-jelas gelar perkara sudah dilakukan oleh pihak kepolisian. Rizieq saja yang mangkir dari panggilan tersebut.

    “Di sini tidak ada tahapan gelar perkara awal, pertengahan, maupun akhir. Tidak ada satu pun tahapan yang dilakukan. Kok langsung ditetapkan sebagai tersangka,” – pengacara Rizieq, Eggi Sudjana

    Dalam kasus ini, polisi menyidik mengenai unsur pornografi yang ada di situs baladacintarizieq. Di situs itu, disebutkan, terdapat chat WhatsApp antara Firza Husein dan Rizieq disertai gambar vulgar. Baik pihak Firza maupun Rizieq membantah terlibat dalam percakapan yang diunggah di situs baladacintarizieq itu.

    Tapi kita melihat bahwa kepolisian ini cerdas, yang diusut terlebih dahulu adalah Rizieq. Mengapa harus Rizieq dahulu yang diusut? Jelas karena Rizieq ini memiliki simpatisan yang banyak, dan anarkis. Bayangkan saja ketika kepolisian menangkap penyebar gambar tersebut, tentu para laskar akan semakin anarkis.

    Maka dengan cara yang halus, Rizieq lah yang harusnya menjadi tersangka terlebih dahulu. Ini dilakukan oleh para intelijen yang cerdas, demi keamanan nasional. Mau tidak mau, kita harus mengakui bahwa RIzieq bukan orang sembarangan, meskipun mulutnya terkadang sembarangan bicara. Kalimat-kalimat yang diucapkan memiliki kekuatan untuk mengerahkan massa dalam jumlah yang banyak.

    Sang tersangka Rizieq ini dianggap oleh pengacaranya sebagai korban cyber bullying. Semoga saja Rizieq dapat memenuhi panggilan polisi sebagai tersangka, dengan jantan seperti sewaktu ia berada di atas mobil komando dan berteriak-teriak dengan lantangnya untuk menghukum Ahok.

    Datanglah Rizieq, segera penuhi panggilanmu. Jangan bermain petak umpet dengan kepolisian. Jangan sampai Interpol yang memulangkan kamu. Tunjukkan dirimu bahwa kamu adalah orang yang bertanggung jawab dan warga negara Indonesia yang baik.

    Betul kan yang saya katakan?




    Penulis :  hysebastian   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Greget! Rizieq, Pendukung Anies, Jadi Tersangka! Kembalilah Sebelum Interpol Bertindak Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top