728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 27 Mei 2017

    Gerakan ISIS di Asean, Strategi Jokowi, dan Pengorbanan Ahok

    Gerakan ISIS

    Marawi adalah salah satu kota yang berada di Filipina. Kota tersebut saat ini sedangan mengalami konflik besar melawan teroris ISIS. Entah mengapa ISIS terlihat seperti mengerahkan kekuatan penuhnya pada kota itu. Ada banyak persepsi mulai dari balas dendam, marawi ingin dijadikan base camp ISIS untuk membuka akses di asia tenggara, hingga ingin mengubah filipina menjadi negara khilafah.

    Yang jelas keberadaan ISIS disana sudah pasti akan mengancam daerah-daerah di Asia tenggara lainnya, termasuk Indonesia. Bahkan menteri koordinator politik, hukum, dan keamanan, Wiranto, baru-baru ini menyampaikan bahwa ada indikasi kota Marawi akan dijadikan  lokasi konvergensi ISIS.

        “Mereka melakukan konvergensi, mengundang para warga negara yang ingin direkrut (baiat) menjadi anggota ISIS (untuk berkumpul di Marawi),” ujar Wiranto saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenkopolhukam, Jumat, 26 Mei 2017.

        Sumber: tempo.co

    Menurut pak wiranto, ISIS memilih lokasi tersebut, sebagai lokasi yang strategis untuk memulai basis operasi baru mereka, setelah kehilangan beberapa titik di daerah timur tengah.  Nantinya di tempat itu kemungkinan akan dijadikan basis militer, basis latihan untuk mereka, dan semacam tempat kumput bagi orang-orang yang telah mereka rekrut.

    Jika pernyataan wiranto itu benar adanya, maka sungguh malang nasib dari negara Philipina yang harus menghadapi teror-teror dari kelompok radikal tersebut. Dan dengan kondisi tersebut akan sangat membahayakan pula posisi negara asia tenggara lainnya termasuk Indonesia.

    Saya masih ingat dengan perkataan panglima TNI jendral Nurmantyo. Bahwa meledaknya pertumbuhan penduduk, akan menyebabkan konsumsi akan bahan bakar juga meningkat. Hal ini menyebabkan stok bahan bakar di daerah timur tingah semakin menipis sehingga dunia saat ini sedang melirik untuk mengembangkan energi-energi alternatif seperti bahan bakar hayati.

    Jika melihat kondisi tersebut, maka tidak salah jika seluruh dunia kini melirik daerah Asia Tenggara, dimana kekayaan alam hayati pada daerah ini sangatlah berlimpah dibandingkan negera-negara lain. Berlimpah dan belum terkelola dengan maksimal.

    Nah, jika kita melihat apa yang utarakan oleh Pak Wiranto dan apa yang di utarakan oleh Pak Nurmantyo, bisa kita tarik sebuah benang merah, bahwasanya mata ISIS saat ini tidak lagi berada di kawasan Timur Tengah sana, melainkan mereka mulai menoleh ke daerah-daerah potensial di Asia Tenggara.

    Saya tidak ingin membahas siapa yang mendalangi ISIS dan siapa dibelakang mereka, namun yang saya ingin ingatkan, saat ini mata dari kelompok-kelompok radikal berada di daerah Asia Tenggara termasuk Indonesia. Salah langkah sedikit suriah jilid ke II bisa terjadi di negara kita.

    Percaturan Jokowi

    Strategi pemerintah adalah merangkul Islam dan menghilangkan citra pemerintah anti Islam namun disaat bersamaan mengusung tinggi pancasila dan NKRI. Strategi pemerintah yang hanya menggertak saja ormas-ormas Islam anti pancasila namun tidak kunjung mengeksekusinya adalah keputusan yang tepat menurut saya. Kenapa demikian? Gertakan pemerintah terlihat seperti menegaskan bahwa “pancasila harga mati di negara ini, kalau ente mau hidup di negara ini artinya ente harus cinta pancasila”.

    Presiden jokowi memberikan contoh PKI dan menggunakan istilah gebuk, agar mereka (ormas-ormas islam anti pancasila) semua membayangkan menjadi seperti seorang PKI yang dibantai tahun 1965. Lalu kenapa presiden belum juga menggebuk mereka sampai saat ini? Terlalu beresiko ketika mereka digebuk asal-asalan, karena bisa jadi nantinya mereka bermain “playing victim“, yang malah bisa menjadi blunder buat negara. Jika kondisinya seperti itu, tentu akan jadi lebih mudah bagi organisasi seperti ISIS untuk masuk ke negara ini. Itulah sebabnya mengapa presiden mengeluarkan statement yang begitu “kasar”, namun belum juga menggebuk mereka. Bukan karena pencitraan tapi lebih ke hati-hati.

    Pengorbanan Ahok

    Jika opini saya ini benar, maka yang menjadi korban dari strategi ini adalah Ahok. Akan tetapi sepertinya beliau telah paham dan rela mengorbankan dirinya untuk kepentingan negara yang jauh lebih penting. Tujuannya mengorbankan ahok cuma satu, agar pemerintahan Jokowi tidak di cap sebagai anti Islam dan bisa meredam gerakan-gerakan radikal dan anti pancasila yang semakin liar akhir-akhir ini. Boleh jadi beliaulah pahlawan yang sedang berjihad untuk negaranya saat ini.

    Namun jangan khawatir karena harga dari pengorbanan tersebut sungguh luar biasa, sedikit demi sedkit nama beliau menjadi naik bukan hanya di Indonesia saja namun di seluruh dunia. Bahkan beliau mendapatkan pendukung yang sangat setia dan sangat cinta kepada beliau. Sesuatu yang sangat mahal harganya bagi seorang politikus. Beliau bisa menjadi gubernur dimana saja beliau mau, dan tidak menutup kemungkinan beliau bisa menjadi presiden suatu saat nanti.

    Oke kembali ke topik. Dengan tidak di cap sebagai pemerintah anti Islam, maka akan sangat mudah bagi Jokowi merangkul Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, dan juga MUI. Dengan dirangkulnya Muhammadiyah, NU, dan MUI, maka akan memberi kekuatan bagi Jokowi dan membuat beliau lebih leluasa untuk menggertak organisasi yang anti pancasila seperti HTI serta untuk menjinakkan organisasi buas seperti FPI. Dan hal ini sudah mulai terbukti sedikit demi sedikit, dengan terpasangnya beberapa spanduk di masjid yang sudah memberikan dukungan penuh kepada pancasila dan NKRI serta menolak gerakan-gerakan radikalisme. Lalu FPI pun sedikit demi sedikit kehilangan taji setelah ditinggal Rizieq. Jika ini berhasil, sudah tentu akan sulit bagi ISIS untuk menembus benteng NKRI.

    Pecatur hebat akan membaca 4 hingga 5 langkah kedepan, bahkan kadang melakukan yang tidak di duga sama sekali seperti harus mengorbankan buah caturnya yang sangat penting untuk memenangkan pertandingan. Ini hanya sebatas opini saya saja, bisa salah dan juga bisa benar. Jika salah atau tidak sependapat mohon dimaafkan.



    Penulis : Linggar Eisenring    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Gerakan ISIS di Asean, Strategi Jokowi, dan Pengorbanan Ahok Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top