728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 02 Mei 2017

    Empat Partai Besar Diprediksi Bertarung di Pilgub Jawa Barat

    Pertarungan untuk maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat nampaknya akan semakin seru. Beberapa calon juga sudah mulai muncul di permukaan. Di  antaranya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum.Bahkan, rencananya, Agus Hari Yudhoyono, akan mencalonkan diri di Pilgub Jawa Barat.  Akan tetapi, jumlah tersebut diprediksi akan bertambah seiring semakin dekatnya waktu pendaftaran calon Gubernur.

    Walaupun begitu, dilihat jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), partai yang paling kuat untuk mengusung calon sendiri adalah PDI-Perjuangan. Walaupun begitu, PDI-Perjuangan masih belum menentukan sikap saat ini. Berdasarkan pengalaman, PDI-Perjuangan akan mengusung calonnya menjelang detik-detik terakhir. Sepertinya, PDI-Perjuangan akan melihat terlebih dahulu mana lawan dan kawan politik.

    Namun, perlu diketahui paska Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, musuh politik semakin jelas. Terutama yang mendukung kepada pemerintahan. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra adalah opisisi dari pemerintah. Tercatat, saat ini keduanya memang cukup solid setelah pemilihan presiden (pilpres) 2014. Bahkan, saat ini partai oposisi pemerintah akan bertambah yaitu Partai Perindo.

    Bagaimana dengan partai pendukung pemerintah Jokowi-JK?

    Nampaknya, partai pendukung pemerintah telah terpecah sebagaimana terlihat pada Pilkada DKI Jakarta. Masuknya PPP dan PKB kepada koalisi Basuki-Djarot nampaknya tidak mengubah suara. Suara untuk pasangan Agus-Silvy malah dilarikan kepada pasangan Anies-Sandi.

    Lalu, Partai Amanat Nasional (PAN), sudah terlihat arahnya. Beberapa statmen dari para ketua partai mengindikasikan bahwa partai tersebut telah membelot dari pemerintah Jokowi-JK.

    Nampaknya, untuk menghadapi Pilkada Jawa Barat, terutama partai pendukung pemerintah Jokowi-JK perlu berbenah dan menguatkan satu sama lain. Sebab, tiga partai yang mendukung Anies-Sandi adalah musuh utama. Terutama para simpatisan ketiga partai. Di mana menggunakan ketakutan-ketakutan agama atau dalam hal ini politisasi agama. Di sisi lain, Partai Gerindra merupakan partai nasionalis, namun di sisi lain pula tiga partai tersebut mengobok-ngobok toleransi dan pancasila di Indonesia.

    Kembali ke Pilgub Jawa Barat, sejumlah partai harus kembali melihat musuh bersama. Jika partai pendukung pemerintah kuat, musuh bersama bisa ditumbangkan. Jika tidak kuat, pemerintah Jokowi-JK akan kehilangan kekuatan di daerah strategis.

    Dengan munculnya sejumlah calon, jelas beberapa kekuatan partai sudah menggemuk genderang perang. Di antaranya, Golkar yang akan mengusung Dedi Mulyadi, PDI-Perjuangan akan mengusung calon lain atau mungkin merapat ke Partai Nasdem, Partai Demokrat akan mengusung Agus Hari dan koalisi PKS-Gerindra masih belum terlihat calon yang diusung. Dengan melihat hal tersebut, sedikitnya akan ada empat pasangan calon gubernur.

    Hemat saya sebagai penulis, baiknya sejumlah partai bukan lagi melihat kepentingan pribadi dan ego partai. Lebih jauh, harus menyelematkan bangsa dari islam radikal. Sejumlah orang dari islam radikal saat ini telah menggeroti beberapa partai.  Melihat hal tersebut, sehingga tidak mungkin jika suatu hari nanti apa yang diinginkan kelompok islam radikal akan terpacai.

    Terutama untuk kalangan Nahdiyin, saat ini bukan waktunya berpolitik. Namun, menguatkan kembali nasionalisme-nasionalisme yang telah dibangun di Indonesia.

    Kaum Nahdiyin sebaiknya menjadi penyejuk dan menjadi benteng dari Di Jawa Barat. Sejumlah survei kekerasan yang terjadi pada 2016, baiknya menjadi referensi untuk bertindak pada tahun ini. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung mencatat selama delapan tahun kasus intoleran masih tinggi. Dalam laporan akhir tahun LBH 2016 mencatat kasus lainnya. Di Jawa Barat sedikitnya terdapat 10 kasus buruh kota, 36 kasus perempuan, enam kasus lingkungan dan ekologis dan tiga kasus perebutan ruang hidup.

    Kasus-kasus pelanggaran hak kebebasan beragama/berkeyakinan (KBB) dan intoleran terdapat 21 kasus sepanjang 2016. Bahkan, delapan kasus terkait kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan terjadi di Jawa Barat. Herannya, lima kasus tersebut dibubarkan oleh ormas islam, yakni monolog Tan Malaka, diskusi “Menjaga Keutuhan Bangsa Melalui Interaksi Keragaman Beragama”, Pembubaran Diskusi Jaringan Kerja Antar Umat Beragama (Jakatarub), Diskudi di ISBI Bandung dan Diskudi LGBT di ITB.

    Selain itu, Setara Institute menilai terdapat tujuh kota di Jawa Barat termasuk ke dalam 10 besar kota tidak toleran. Yakni, Bogor, Bekasi, Depok, Bandung, Sukabumi, Banjar dan Tasikmalaya. Bogor dan Bekasi merupakan dua kota yang tingkat toleransi paling buruk. Hal ini menunjukan Jawa Barat daerah konsolidasi dan mobilisasi kelompok intoleran, yang kemudian menyebar ke wilayah-wilayah di luar Jawa Barat. Seperti Deklarasi Anti-Syiah dan larangan aktivitas Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI).

    Berbagai potensi politisasi agama yang kemungkinan besar terjadi. Selain itu, masyarakat yang hari ini masih waras harus ikut campur untuk meminimalisirnya.


    Penulis :  Nurdiani Latifah  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Empat Partai Besar Diprediksi Bertarung di Pilgub Jawa Barat Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top