728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 24 Mei 2017

    Selamat Ya Warga Jakarta, Petugas PPSU akan Dikurangi oleh Anies-Sandi, Jadi Urus Aja Sampahnya Sendiri

    “Bapak Ibu, kuncinya adalah keberpihakan”, begitu kata Anies sewaktu dulu menolak konsep-konsep pembenahan dari BTP. Dan sekarang, konsep “keberpihakan” itu diterjemahkan (katanya) ke dalam agenda pengelolaan sampah. Bagaimana agendanya? Yaitu dengan cara membina masyarakat untuk dapat melakukan pengolahan sampahnya sendiri. Sehingga tidak diperlukan lagi petugas PPSU sebanyak saat ini, begitu katanya (lagi). Hal ini disampaikan oleh Gamal Sinurat, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, setelah bertemu dengan Tim Sinkronisasi Anies-Sandi. Berikut ini saya kutip pernyataan Gamal melalui salah satu media lokal.

        “Jadi PPSU itu ke depannya nggak perlu sebanyak ini, karena masyarakat mengelola sendiri,” ujar Gamal, saat ditemui di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (23/5/2017).

        Ia menambahkan, pengelolaan sampah akan tetap ada, namun filosofi ‘pengelolaan’ tersebut yang akan lebih dipertajam.

        “Pengelolaan sampah ada, jadi filosofinya yang sebetulnya ditajamin,” katanya.

        Gamal pun tidak menampik pertanyaan awak media yang menanyakan adanya kemungkinan pengurangan petugas yang biasa disebut Pasukan Orange itu.

        “Iya, nanti ke depan mungkin (dikurangi),” katanya. Kendati demikian, ia pun enggan menyebut jumlah pengurangan tersebut.

        Sumber: Tribunnews.com

    Sekali lagi, selamat ya warga Jakarta karena sekarang anda-anda sendiri yang harus mengurusi sampah di kali-kali, got, dan gorong-gorong di daerah anda. Kenapa? Karena “filosofi” pengolahan sampahnya akan ditajamin (lagi-lagi katanya), setajam silet. Masih ingatkan perkataan Anies sebelumnya? Orang yang hanya mementingkan “kerja, kerja, kerja” tanpa memperhatikan kata-kata itu bahaya. Karena itu sekarang filosofinya dipertajam, beliau yang mengurusi kata-katanya, dan anda-anda sekalian yang “kerja, kerja, kerja”-nya. Luar biasa bukan filosofinya? yang katanya tajiam ityu lhooooo.

    Nah, dengan pengurangan tenaga PPSU, akan ada beberapa manfaat besar yang anda-anda sekalian dapat. Pertama, lapangan pekerjaan akan berkurang dan pengangguran bertambah. Tapi tak perlu kuatir, karena kan tugas Anies memang cuman berkata-kata bukan kerja. Jadi ya sudah diterima saja kata-katanya, ga usah nuntut kinerja ya. Kedua, akan ada pengeluaran pemda yang berkurang untuk menggaji tim PPSU, dan bisa dialihkan ke “tempat lain”, tempat lain loh yah. Pokoknya tenang aja, dana tersebut akan aman. Salah hitung anggaran sampai 23 triliun seperti dulu pasti tidak akan terulang lagi. ga akan, kan?. “Ga terulang lagi ketahuannya maksud Abang?”, Lu ga usah bacot ye, makan aja tuh filosofi sampah olahan gue.

    Selamat warga Jakarta, sekali lagi saya ucapkan selamat. Dengan dikuranginya petugas PPSU, dan diganti dengan “penajaman regulasi” maka saya percaya kali-kali di DKI akan semakin bersih. “Bukannya dari zaman Foke dulu juga udah biasa bicara penajaman regulasi ya Bang?”, Ga usah bunyi oon, ini gue lagi penajaman filosofi dan regulasi ke pembaca.

    Jujur saja, yang membuat saya mau muntah adalah soal gagasan “keberpihakan” yang sedari dahulu selalu digaungkan oleh Anies. Apa Anies tidak tahu bahwa mereka yang bekerja sebagai PPSU semuanya, catat SEMUANYA, adalah MASYARAKAT KALANGAN BAWAH? Bukankah merekalah yang selama masa kampanye selalu “dibela” oleh Anies-Sandi? Kenapa sekarang malah mencabut lapangan pekerjaan yang sudah sangat baik manfaatnya, baik bagi mereka maupun warga Jakarta?

    Bau-bau dari tiap keputusan yang dikeluarkan oleh tim sinkronisasi Anies ini sudah sangat amis. Setelah janji kampanye soal KJP yang digabung dengan KIP dibatalkan mentah-mentah, sekarang malah ada wacana pengurangan petugas PPSU.

    Yang harus dipastikan adalah soal ke mana akan larinya uang yang dipakai untuk menggaji PPSU sebelumnya? Apakah untuk penajaman filosofi dan regulasi? Kalau demikian, seberapa besar efektivitasnya? Kalau ternyata tidak lebih efektif, atau bahkan lebih buruk efektivitasnya, buat apa mengurangi jumlah PPSU? Bukankah sebelum dibentuknya PPSU, wacana “filosofi dan regulasi” itu sudah sering tidak membawa dampak apa-apa? Lalu bagaimana dengan tingkat pengangguran yang meningkat karena diberhentikannya banyak anggota PPSU itu? “Kebanyakan nanya lu Bang.”, ini lagi penajamaan filosofi, kalau begini aja kagak bisa jawab, tajemnye di mane tuh pilosapi?

    Akhir kata dari saya bagi para pembaca (Seword). Kuncinya adalah keberpihakan, kan? Ya udah, mari kita nyanyi dulu aja. “Manis di bibir… memutar kata… malah kau tuduh akulah segala penyebabnya… Siapa terlena pastinya terpana… bujuknya, rayunya, suaranyaaa… yang meminta simpati dan harapan…”

    Sekali lagi, selamat ya warga Jakarta. Senyum dong sayang, jangan cemberut begitu.
    Sekali lagi, selamat ya warga Jakarta. Senyum dong sayang, jangan cemberut begitu.

    Hahahahahaha!!! Keberpihakan Solusinya.



    Penulis : Nikki Tirta.   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Selamat Ya Warga Jakarta, Petugas PPSU akan Dikurangi oleh Anies-Sandi, Jadi Urus Aja Sampahnya Sendiri Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top