728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 26 Mei 2017

    Dua Pelaku Bom Bunuh Diri Teridentifikasi, Kenapa Harus Tinggalkan Anak-Istri-Orangtua Dengan Cara Begini?

    Kampung Melayu menjadi lokasi meledaknya bom dan membuat publik terhenyak, ketika kita masih belum pulih dari kenyataan bahwa sebelumnya ada bom lain yang meledak di Manchester, Inggris dan Bangkok, Thailand. Tidak butuh waktu lama bagi kepolisian untuk mengusut kasus ini dan mengetahui identitas pelaku yang berjumlah dua orang.

    Dua orang pria yang kemudian tewas saat kejadian itu merupakan warga Jawa Barat. Keduanya yakni Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam. Ahmad Sukri pria kelahiran 1985, dan bekerja sebagai penjahit pakaian. Sukri menikah dan memiliki dua orang anak, selama tiga bulan terakhir tinggal di rumah kontrakan di wilayah Garut bersama istri dan anaknya.

    Sedangkan seorang lainnya bernama Ichwan Nurul Salam yang merupakan warga Cibangkong, Kota Bandung. Ichwan juga lahir pada 1985, dan bekerja sebagai karyawan swasta.Ichwan juga sudah menikah dan memiliki dua anak, tinggal bersama istri dan dua anaknya, serta ibunya di Kota Bandung.

    Kabagmitra Mabes Polri Kombes Awi Setiyono menyebutkan, kedua pelaku kini DIDUGA terkait dengan ISIS. Ini masih diduga, belum bisa dipastikan. Kalau ini benar pelaku terkait dengan ISIS, maka serangan ini sepertinya terkoordinir dengan rapi seperti ledakan di Manchester dan serangan di kota Marawi Filipina di mana ISIS bertanggung jawab atas insiden tersebut. Jika ini dihubungkan (jarak waktu yang berdekatan) maka bisa dikatakan serangan ini sepertinya sudah direncanakan dan dibuat beruntun untuk membuat keresahan.

    Kembali lagi pada kedua pelaku. Mereka berdua sudah berkeluarga, memiliki istri dan 2 orang anak, bahkan ada yang masih punya orang tua seperti orang tua Ahmad Sukri bernama Eti Hasanah yang sempat dibawa oleh anggota tim Densus 88 dari kediamannya pada dini hari. Kita bicarakan saja dari nilai-nilai universal, saya dan juga tentunya beberapa dari Anda tak habis pikir apa yang ada di pikiran mereka saat melakukan pengeboman bunuh diri. Memang mereka sudah dicuci otak dan didoktrin dengan berbagai konsep sehingga mereka rela melakukan ini. Tapi pernahkah berpikir bagaimana dengan anak dan istri yang ditinggalkan? Bagaimana dengan nasib keluarganya apalagi pelaku adalah seorang pencari nafkah untuk keluarga. Dengan begini, bagaimana keluarganya dapat menyambung hidup? Tidakkah mereka berpikir keluarganya ditelantarkan karena tindakan ini?

    Dan yang lebih penting, tidakkah berpikir bagaimana perasaan orang tua saat mengetahui anaknya menjadi pelaku pengeboman? Antara sedih, malu atau mungkin marah dan tak tahu harus berkata apa. Saya masih ingat ketika masih kecil, adik saya ketahuan mencuri (skalanya lumayan besar untuk ukuran seorang anak kecil seperti adik saya). Saya takkan jelaskan detil, pokoknya mencuri. Orangtua saya dikecam di mana-mana, banyak orang tahu dan untung kasus ini tidak dilaporkan ke polisi. Tapi meski begitu, dampaknya lumayan terasa.

    Tidak ada orang yang lebih malu kecuali orangtua saya. Kalau mau pakai bahasa kasar, apa yang dilakukan adik saya sama seperti melempari wajah orangtua saya dengan kotoran. Malunya tak usah dibilang. Orangtua saya sempat dibilang tak mampu mendidik anak, sempat dimaki-maki kasar oleh korban pencurian, muka entah mau ditaruh di mana. Butuh waktu lama untuk melepaskan dari jeratan rasa malu ini. Ini baru kasus pencurian.

    Keluarga yang ditinggalkan oleh pelaku pengeboman pasti kurang lebih merasakan hal yang sama. Mereka pasti akan menjadi pembicaraan di mana-mana. Paling tidak pasti banyak yang mengutuk dan mengecam. Belum lagi gejolak emosi dan perasaan yang mereka rasakan kala mengetahui seorang suami, ayah sekaligus anak ternyata melakukan hal seperti ini. Siapa yang tidak sedih dan syok? Inilah yang mungkin gagal dipahami oleh para pelaku yang lebih memilih melakukan hal konyol seperti ini, tanpa mempertimbangkan dan melihat dari sisi keluarganya. Belum lagi para korban yang terluka bahkan meninggal dunia karena ulahnya, serta dampak psikologis pada masyarakat secara umum. Mereka tidak pernah berpikir bagaimana orang-orang terdekatnya menanggung beban malu sebesar ini atas tindakan keji yang mereka lakukan.

    Semoga renungan ini bisa menjadi pelajaran buat kita semua, bahwa kita diberi pikiran dan akal sehingga bisa memilah mana yang pantas dan tidak pantas dilakukan, serta memikirkan efek dari perbuatan kita, bukan hanya pada diri sendiri tapi juga orang-orang terdekat kita.

    Bagaimana menurut Anda?



    Penulis :  Xhardy  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Dua Pelaku Bom Bunuh Diri Teridentifikasi, Kenapa Harus Tinggalkan Anak-Istri-Orangtua Dengan Cara Begini? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top