728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 21 Mei 2017

    Djarot Belum Bisa Move On, Kembali Djarot Curhat Tentang Ahok

    Ahok dan Djarot adalah kisah persahabatan yang tulus. Perbedaan etnis, agama, dan budaya tidak menghalangi keharmonisan hubungan mereka. Djarot yang etnis Indonesia dan beragama Islam serta Ahok yang etnis China dan Kristen bukan sebuah persoalan. Mereka tetap bersahabat. Mereka terus bahu membahu membangun Jakarta.

    Djarot paham betul siapa Ahok. Sebaliknya, Ahok juga paham betul siapa Djarot. Keduanya saling memahami satu sama lain, dan tidak ada yang saling menjatuhkan. Jika salah satu sakit, maka yang lain juga sakit.

    Djarot terlihat seperti belum bisa move on. Djarot masih terus mengenang sosok sahabatnya itu. Luapan emosi Djarot melihat sababatnya dipenjara terungkapkan dengan curhatan Djarot tentang Ahok. Djarot kembali mengungkapkan siapa sebenarnya Ahok itu.

    Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyampaikan alasan ia kerap membela Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama.

    Djarot cukup sering terdengar “pasang badan” terhadap sejumlah hal kontroversial yang telah dilakukan oleh Ahok. Salah satunya saat Ahok dianggap terbukti melakukan penodaan agama. Djarot sering blak-blakan mengkiritisi vonis tersebut.

    Djarot mengatakan, ia mengenal Ahok sudah cukup lama. Ahok, kata Djarot, memiliki ketulusan untuk membantu warga.

    “Saya lihat dari hatinya Pak Ahok enggak tegaan kalau orang menderita. Dia itu orang kerja, saya enggak lihat dari perkataannya, tapi hatinya,” ujar Djarot saat menghadiri “Malam 1000 Cahaya” di Makam Mbah Priok, Jakarta Utara, Sabtu (20/5/2017).

    Alasan lain ialah karena Ahok dinilai mendapat perlakukan yang tidak adil. Djarot mengatakan, bahkan tak hanya Ahok, siapapun yang diperlakukan tidak adil akan ia bela.

    “Jangankan Pak Ahok, kalian pun kalau diperlakukan seperti itu pasti kami bela. Siapapun, semua warga Indonesia harus dapat perlakuan, perlindungan yang sama tanpa membeda-bedakan suku apa dan agama,” ujar Djarot.

    Karakter Ahok yang cenderung temperamen dan ceplas-ceplos tidak menghalangi Djarot untuk mengagumi Ahok. Meskipun banyak orang yang mencaci Ahok, tidak mengurangi rasa hormat Djarot untuk Ahok. Djarot paham betul dibalik sikap Ahok yang temperamen, tersimpan sebuah kasih sayang yang jarang dimiliki orang lain. Djarot tidak risau dirinya dicaci-maki dan dicap kafir karena sering pasang badan untuk Ahok.

    Isu penodaan agama menjadi sesuatu yang sangat menyesakkan tidak hanya untuk Ahok, tapi juga untuk Djarot. Isu penodaan yang berbarengan dengan pelaksanaan Pilkada sangat disesali Djarot. Djarot berpendapat isu penodaan muncul karena Pilkada. Jika tidak ada Pilkada, tidak kakan muncul isu penodaan agama.

    Djarot heran terhadap keputusan majelis hakim yang menjatuhkan vonis 2 tahun penjara kepada Ahok.

    Ahok dianggap terbukti melakukan penodaan agama. Djarot menilai, bagaimana mungkin Ahok yang berniat untuk membangun masjid di salah tempat keramat, Makam Mbah Priok di Jakarta Utara bisa dianggap melakukan penodaan agama.

    Djarot menilai, apa yang dialami Ahok merupakan imbas dari pihak-pihak yang tidak senang saat Ahok mencalonkan diri sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Ia menganggap banyak muatan politis terhadap keputusan itu.

    “Di satu sisi Pak Ahok dituduh dan dinyatakan bersalah menodai agama. Bagaimana bisa seseorang yang demikian peduli dan demikian menghargai, menghormati, membangunkan rumah ibadah sebagai tanggung jawabnya sebagai gubernur,” ujar Djarot saat acara “Malam 1000 Cahaya” di Makam Mbah Priok, Jakarta Utara, Sabtu (20/5/2017).

    “Beliau hanya gara-gara Pilkada di goreng sana sini dan dinyatakan bersalah dan bikin shock langsung dimasukan ke penjara,” ujar Djarot.

    Meski demikian, Ahok, kata Djaro,t tak pernah mengeluh. Saat bertemu di penjara, Ahok bahkan menanyakan soal perkembangan pembangunan masjid di Makam Mbah Priok.

    “Beberapa waktu yang lalu saya diskusi banyak dengan Pak Ahok. Bayangkan situasi seperti itu dia masih berbicara kerja kerja dan kerja termasuk menanyakan kemajuan pembangunan Makam Mbah Priok ini,” ujar Djarot.

    Ungkapan-ungkapan Djarot menunjukkan dia belum bisa move on. Kesedihan masih nampak terlihat dari raut muka Djarot ketika sedang menceritakan tentang Ahok. Djarot kehilngan sesuatu yanga sangat berharga untuk dirinya. Djarot kehilangan partner untuk sama-sama saling bahu membahu membangun Jakarta.

    Belum bis move onnya Djarot bisa dipahami. Siapa si yang tidak sedih kehilangan sahabat sejatinya? Tidak ada lagi sebuah kebanggaan pada diri Djarot diangkat menjadi Plt Gubernur disaat sahabatnya mendekam di penjara. Luar biasa Ahok-Djarot. Kisah persahabatan kalian sangat menginspirasi.


    Penulis :  saefudin achmad   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Djarot Belum Bisa Move On, Kembali Djarot Curhat Tentang Ahok Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top