728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 22 Mei 2017

    Dituding Politisasi Masjid Karena Video Editan, Eep Kena Karma Kasus Ahok??

    Sudah lama tidak bersuara, kini CEO Polmark Indonesia yang juga Timses Pemenangan Anies-Sandi, Eep Saefulloh Fatah, kembali membuka suara terkait Pilkada Jakarta. Kali ini, Eep sedang mengklarifikasi dan menentang tudingan yang menyebutnya eksploitasi isu SARA & politisasi masjid. Penjelasan Eep ini dilakukannya melalui akun twitter pribadinya.

    Eep yang dituding melakukan politisasi masjid menyatakan protes dan tidak setuju atas tudingan tersebut. Eep menganggap hanya mereka yang piciklah yang menudingnya seperti itu. Eep dengan tegas menyatakan bahwa dia tidak melakukan semua tudingan tersebut. Bahkan Eep tidak terima karena dituduh melakukan eksploitasi isu SARA & politisasi masjid karena video editan.

        Eep Saefulloh Fatah‏ @EepSFatah 11

        Orang picik bilang: sy eksploitasi isu SARA & politisasi mesjid utk memenangi Jakarta 2017. Sy lg tulis buku utk tunjukkan yg kami kerjakan.

    Eep mengaku bahwa video yang tersebar dan viral di media sosial adalah video editan 2 dan 3 menit. Padahal video aslinya itu berdurasi 31 menit. Eep yang entah sedang menyusun pembelaan yang tepat atas tudingan tersebut, terkesan sudah terlambat untuk melakukan pembelaan diri. Karena apa yang dikatakan oleh Eep terkait politisasi masjid sudah tersebar luas dan melekat erat dalam hati dan pikiran warga DKI.

    Eep sendiri memang terlihat kesal karena difitnah oleh video editan tersebut. Dalam pembelaannya, Eep menyebutkan bahwa video editan tersebut memang sengaja dibuat untuk menjatuhkan kredibilitasnya. Padahal dalam video lengkapnya, Eep menyatakan sedang menjelaskan mengenai Ilmu pemenangan kontestansi.

        Eep Saefulloh Fatah‏ @EepSFatah 11

        Orang ngerasa gagah menilai saya dg nonton video editan 2 & 3 menit, tanpa nonton video lengkap 31 menit. Kegagahan yg layak dikasihani.

    Kekesalan Eep tampak jelas dari cuitannya di twitter. Eep malah menyindir orang-orang picik tersebut sudah merasa gagah, padahal itu hanyalah kegagahan yang layak dikasihani. Eep sepertinya terkena karma dari kasus Ahok. Ahok sendiri juga pada akhirnya divonis melakukan penistaan agama karena video editan yang dilakukan oleh Buni Yani.

    Ahok malah mengalami hal yang lebih parah dari Eep. Jika Eep merasa dirugikan karena dinilai dengan video editan 2 dan 3 menit, maka Ahok dipidanakan melakukan tindakan penistaan agama gara-gara video editan 30 detik. Ya, Ahok mengalami semua ini gara-gara video editan yang dengan sangat apik dipakai untuk memprovokasi umat.

    Dalam penjelasannya, Eep memberikan sebuah gambar mengapa video yang muncul tersebut malah mengaburkan makna sebenarnya terkait apa yang sebenarnya disampaikan Eep.
    .

    Lalu apakah pesan Eep menjadi berbeda antara yang video lengkap dan editan?? Entahlah. tetapi saya ragu kalau makna pesan Eep menjadi berbeda. Karena brbicara mengenai Ilmu pemenangan kontestansi dalam konteksnya dan strateginya Eep, tentu tidak akan jauh-jauh dari isu SARA, Meski berdalih itu hanyalah salah satu anjuran, tetap saja Eep menghalalkan politisasi masjid.

    Eep saya pikir sedang terkena karma yang merupakan balasan dari usaha para kaum sumbu pendek dan kaum intoleran untuk membungkam Ahok dengan video editan. Jika Rizieq Shihab terkena karma dengan terbongkarnya chat mesum Firza Husein, maka Eep dituding melakukan eksploitasi isu SARA & politisasi masjid.

    Eep pernah berpendapat, bahwa kekalahan Ahok salah satunya adalah karena faktor agama terkait efek domino Al-Maidah. bahkan Eep menyebutkan bahwa Faktor agama dianggap sebagai air bah.

        “Faktor agama tentu saja memiliki pengaruh tertentu dikarenakan Al-Maidah. Saya ingin bilang kalau faktor agama itu seperti air bah. Penyebabnya adalah bendungan yang dibuka. Jadi, kalau ada pemimpin yang menjaga lisannya, masuk ke isu sensitif di negeri seperti Indonesia, maka harus terima konsekuensinya,” tutup Eep.

    Benarkah Ahok yang ingin masuk dalam isu tersebut?? Bisa iya, bisa tidak. Jika konteksnya berbicara mengenai sumbu pendek yang memang mencari-cari kesalahan Ahok, maka Ahok akan dituding memang sengaja melakukan tindakan tersebut. Padahal kesan tersebut terjadi karena adanya video yang diedit dan diberi caption provokatif. Dan eep percaya bahwa itu adalah kesengajaan Ahok yang ingin menyerang agama tertentu.

    Semoga Eep sadar betul bahwa melakukan eksploitasi isu SARA & politisasi masjid bukanlah salah satu cara yang tepat untuk memenangkan kontestasi Pilkada. Cukup melakukan festival gagasan dan perang program serta kualitas. Karena mereka yang bermain eksploitasi isu SARA & politisasi masjid adaalh mereka yang tidak punya apapun yang pantas dibanggakan dari dalam dirinya sehingga menggunakan isu SARA.

    Hal yang paling aneh dari penjelasan Eep ini dan paling menggelikan adalah penjelasan Eep yang menyatakan bahwa semua itu akan dituliskannya dalam sebuah buku. Saya kok malah mencurigainya kalau Eep seperti sedang promosi buku, bukan sedang melakukan pembelaan. Mungkin Eep sedang aji mumpung. Jadi, sekalian ajalah dia jualan buku. Mumpung lagi heboh dituding melakukan eksploitasi isu SARA & politisasi masjid.

    Salam eksploitasi isu SARA & politisasi masjid.



    Penulis :   Palti Hutabarat    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Dituding Politisasi Masjid Karena Video Editan, Eep Kena Karma Kasus Ahok?? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top