728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 16 Mei 2017

    “Dibebaskan atau Tidak Dibebaskan Harus Dibunuh!”

    Ahok kerap mendapatkan ancaman pembunuhan. Di media sosial bertebaran berbagai ancaman tersebut dan ternyata ancaman tersebut ditanggapi serius oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly.

    Hingga seorang Menteri harus menanggapi ancaman-ancaman pembunuhan artinya ini memang sesuatu yang serius dan tidak main-main. Ancaman itu benar adanya, kalau tidak ngapain seorang menteri mesti capek-capek ngurus beginian.

        Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengatakan ancaman pembunuhan terhadap Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang dia utarakan sebelumnya didasari informasi dari intelijen. Bahkan, video ancaman itu dapat dilihat melalui YouTube sebelum Ahok divonis hukuman penjara selama dua tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

        Yasonna menolak menjelaskan rinci bentuk ancaman pembunuhan terhadap Ahok yang dimaksud. Dia hanya menyebut ancaman itu bisa dilihat melalui media sosial YouTube. “Ada lah kita (dapat) informasi dari intelijen dari mana-mana. Video YouTube juga ada kok,” ujar dia dari dalam mobil dinasnya, Senin, 15 Mei 2017.

        Yasonna pun kembali menegaskan bahwa ancaman itu tak menjadi satu-satunya alasan utama pemindahan penahanan Ahok dari Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur, ke Markas Komando Brigade Mobil, Kelapa Dua, Depok. Pemindahan itu juga merupakan hasil koordinasi pihak rutan dengan kepolisian, terkait dengan stabilitas keamanan di Rutan Cipinang sendiri.

        Lain dengan Yasonna, Kepala Rutan Cipinang Asep Sutandar sempat membantah munculnya ancaman terhadap Ahok. Namun, dia tak menutup kemungkinan tersebut mengingat sosok Ahok yang kini menjadi sorotan di masyarakat.

        “Itu ada kekhawatiran, apalagi di dalamnya (Rutan Cipinang) ada yang ditangkap-tangkapi oleh yang bersangkutan,” kata Asep saat dikonfirmasi, Senin.

        Sebelumnya, kuasa Ahok, Rolas Sitinjak, membantah adanya ancaman pembunuhan terhadap kliennya.

    Salah satu ancaman atau anjuran untuk membunuh Ahok (kafir) dapat kita lihat dari video yang beredar di youtube. Pada sesi tanya jawab seorang ustad mengatakan  bahwa “Dibebaskan atau tidak dibebaskan selama ini kafir maka harus dibunuh.” Silahkan lihat videonya disini



    Jika pembaca seword sanggup, silahkan tonton lengkapnya cerama ustad tersebut disini.



    Apakah video tersebut yang dimaksud oleh Menteri Yasonna Laoly? Entahlah, tapi yang jelas itu salah satu ancaman pembunuhan dalam bentuk ceramah keagamaan yang beredar di Youtube saat ini.

    Menteri Hukum dan HAM berjanji akan menunjukkan video tersebut

        “Saya tunjukkan nanti videonya (ancaman pembunuhan untuk Ahok) sama kamu. Ini demi keamanan (ahok). Adalah informasinya dari intelijen,” ujar Yasonna kepada wartawan di kantor Kementerian Koordiantor Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Jakarta Pusat, Senin (15/5/2017).

        Yasonna H Laoly menyebut ancaman pembunuhan untuk terpidana kasus penistaan agama itu sudah ada jauh sebelum vonis dua tahun untuk Ahok dibacakan.

        Oleh karena itu penahanannya dipindah ke Mako Brimob.

        Selain karena ancaman keamanan, penahanan Ahok di Lapas Cipinang, Jakarta Timur memancing para pendukungnya menggelar aksi di depan lapas.

        Hal itu tentunya mengganggu banyak pihak, mulai dari terganggunya arus lalu lintas, hingga menghalangi orang-orang untuk masuk ke lapas.

        “Kalau di sana orang nggak bisa lewat lagi,” katanya.

    Jika Ahok dibunuh maka hampir bisa dipastikan akan terjadi pergolakan. Masyarakat akan emosi dan nanti tinggal orang-orang tentu mengarahkan emosi massa tersebut. Tentunya ini beresiko besar bagi lawan-lawan Ahok jadi rasanya mereka tidak akan menempuh cara ini, tapi bukan tidak mungkin mereka lakukan juga apalagi saat ini upaya adu domba antara pendukung Ahok dengan Jokowi masif dilakukan.

    Namun siapa yang bisa jamin ceramah-ceramah model begini tidak berpengaruh? Bisa saja akhirnya mempengaruhi seseorang yang melihat ini sebagai jalan pintas menuju surga karena di dunia sudah tersingkirkan lalu nekat melakukan pembunuhan.

    Menanggapai pernyataan Menteri Yasonna Laoly, Wiranto mengatakan bahwa serahkan saja hal tersebut ke pihak berwajib.

        “Tanggapannya, serahkan ke polisi saja,” jawab Wiranto singkat saat ditemui di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (15/5/2017).

        “Negeri kita ini adalah negeri berdasarkan hukum. Nggak ada orang yang seenaknya membunuh orang. Yang macam-macam itu nggak ada. Lapor polisi saja, yang mengancam siapa,” imbuh Wiranto.



    Begitulah kelelawar



    Penulis :  Gusti Yusuf  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: “Dibebaskan atau Tidak Dibebaskan Harus Dibunuh!” Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top